Thursday, May 16, 2019

Parallel Processing untuk Entrepreneur

Parallel Processing
“Pa, minta saran dong. Papa waktu itu bilang latihan untuk kerja pararel. Mulai ngelatihnya dari mana?”
Pesan WA di atas dikirim oleh sulung saya beberapa waktu yang lalu, saat saya sedang nonton film “Resurrection Ertugrul” di Netflix. Sontak saya pause aplikasi Netflix yang sedang saya tonton dan segera WA call ke Reza. Rupanya Reza sedang berpikir keras bagaimana caranya melakukan “parallel processing” yang sering saya nasehatkan ke dia dalam beberapa waktu belakangan ini.
Sejak dia memutuskan ingin menjadi seorang entrepreneur, saya memang sering mewanti-wanti dia untuk bisa bekerja secara paralel, mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Dalam dunia entrepreneurship yang penuh ketidakpastian, bekerja secara paralel adalah sebuah kemestian. Dalam satu hari kita bisa dihadapkan pada berbagai masalah secara bersamaan, dan semuanya harus bisa diputuskan hari itu juga. Tanpa kemampuan parallel processing, kerja kita jadi sangat lambat, dan kita akan kehilangan banyak sekali peluang bisnis.
Tentu saja Reza sangat mau mengikuti nasihat saya. Tapi dia masih bingung, bagaimana caranya? Mana mungkin pada saat yang bersamaan otak kita memikirkan 2 atau lebih permasalahan sekaligus?
Saya paham apa yang Reza pikirkan. Ketika baru mulai masuk dunia kerja, saya juga tidak kenal apa itu “parallel processing”. Sebagai karyawan baru, kata sakti yang saya pegang teguh saat itu adalah “fokus”. Kalau diberi tugas oleh bos misalnya, saya akan fokus dan mengkonsentrasikan segala daya upaya untuk menyelesaikan tugas tersebut secara tuntas. Di situlah “fokus” menjadi mantra yang sangat penting. Artinya, kita hanya bisa bekerja secara serial, dan tidak bisa paralel. Saat itu saya sama sekali tidak terpikir bisa melakukan beberapa hal sekaligus. Saya hanya bisa mengerjakan satu hal saja pada saat yang sama.
Ketika karir semakin naik, tentu saja “fokus” masih tetap penting. Tetapi definisi fokus mulai bergeser. Fokus tidak lagi berarti hanya mengerjakan 1 hal pada saat yang sama, tapi lebih ke pilihan strategi bagaimana sebuah misi harus dijalankan. Arti fokus sudah bergeser dari level operasional menjadi level strategis. Karena dalam level operasional kita masih harus mengerjakan/memikirkan beberapa hal sekaligus. Di situlah saya mulai akrab dengan mantra baru, yaitu “parallel processing”.
Ketika memutuskan terjun menjadi entrepreneur, ternyata “parallel processing” ini makin penting. Banyak hal yang harus dikerjakan pada saat yang sama. Mulai dari menerima komplain dari customer, menyiapkan bahan presentasi, meeting dengan mitra, dan lain-lain. Sebagai sebuah start-up, tentu saja itu semua harus dilakukan sendiri, dan tidak bisa didelegasikan ke orang lain. Alhasil kemampuan melaksanakan pekerjaan secara parallel processing menjadi sangat penting.
Kembali ke laptop. Bagaimana kita bisa melatih diri kita supaya bisa melakukan “parallel processing”? Apakah otak kita bisa memproses beberapa hal sekaligus dalam waktu yang sama?
Pertanyaan mendasar dari Reza itu membuat saya juga bertanya-tanya, benarkah otak kita bisa bekerja secara paralel? Jangan-jangan sebenarnya parallel processing itu tidak ada. Pada saat yang sama, secara serial otak kita hanya mengerjakan 1 hal saja. Tetapi karena semuanya dikerjakan secara cepat, maka ketika satu masalah sudah dapat diselesaikan maka otak kita bisa segera mengerjakan hal yang lain dengan cepat pula. Begitulah otak kita bekerja secara terus-menerus, dari satu masalah ke masalah yang lain dengan cepat. Dalam 1 hari beberapa masalah dapat diputuskan, sehingga yang terlihat adalah kita bisa bekerja secara parallel processing. Padahal kalau di-zoom out, yang terjadi sebenarnya tetap saja serial processing, tapi dilakukan secara cepat dan berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain.
Kembali ke pertanyaan Reza, bagaimana melatih parallel processing? Yang dapat dilatih menurut saya adalah kemampuan bekerja secara cepat dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat pula. Kemampuan bekerja secara cepat membutuhkan beragam skill yang harus dilatih, sementara kemampuan mengambil keputusan membutuhkan sikap dan mindset yang tepat, sehingga kita bisa mengambil keputusan-keputusan secara cepat pula.
Bagaimana menurut Anda?
Salam,
Hari

Monday, May 6, 2019

I'tikaf di Bandung

Sepuluh malam terakhir ramadhan memang menjadi incaran muslim untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkannya adalah dengan melaksanakan i'tikaf di masjid.
Beberapa masjid menyelenggarakan i'tikaf secara resmi, bahkan memakai pendaftaran karena banyaknya jama'ah yang ingin melaksanakan i'tikaf. Akibatnya kapasitas masjid tidak lagi cukup untuk menampung jumlah jamaah yang i'tikaf. Misalnya di Masjid Habiburrahman, IPTN. Jamaah i'tikaf sampai meluber bikin tenda di luar masjid (jadi i'tikaf ngga ya?).
Masjid lain yang cukup penuh yaitu Masjid Salman ITB dan Masjid Pusdai. Setiap jamaah harus daftar untuk mendapatkan spot tempat tidur dan jatah sahur/buka yang pasti. Kalau tidak daftar, ya akan kerepotan untuk mencari tempat rehat di sela-sela ibadah.
Dulu sekali, pernah jalan kaki bersama anak dari rumah mertua di titiran dalam ke pusdai. Sampai sana, cari-cari spot untuk anak istirahat ngga nemu akhirnya jalan balik ke Masjid Al Manar, Jl. Puter. Saking penuhnya.
Lalu Masjid Al Ukhuwah sempat jadi favorit tempat i'tikaf karena kalau malam-malam ganjil selalu ada bimbingan i'tikaf. Baca do'a dipimpin oleh seorang ustadz. Lalu shalat malam berjama'ah. Kantin pun biasanya buka. Tapi kalau malam genap, kantin ngga buka dan agak susah juga cari makanan sahur di sekitarnya. Hanya ada satu rumah makan padang yang buka di dekat masjid.
Sempat cari-cari lagi masjid yang agak dekat rumah. Masjid Al Aniah di Bumi Sariwangi biasanya ada yang i'tikaf kalau malam ganjil. Tapi kosong, bisa sendirian saja kalau malam genap. Jadi meskipun kadang dapat sahur, akhirnya ngga jadi pilihan karena malam genap mah ngga ada orang sama sekali.
Masjid dekat rumah apalagi. Kalau yasinan malam Jum'at selalu jadi kegiatan rutin, tapi urusan i'tikaf ngga pernah ada. Pernah coba satu malam di masjid dekat rumah karena ada sekelompok remaja yang ngumpul di masjid sampai malam. Ternyata jam 12 malam mereka pergi. Akhirnya sendirian lagi sampai sekitar jam 3 malam, setelah berdatangan jamaah untuk shalat malam.
Masjid yang jadi pilihan saat ini adalah Masjid Al Murabbi, Setra Sari. Pengunjungnya cukup banyak baik di malam genap maupun ganjil. Selain itu disediakan makan sahur dan berbuka gratis asalkan daftar sebelum jam 11 malam.
Imam-imamnya pun masih muda. Bacaan bagus, doa-doanya juga bagus, menyentuh hati meskipun ngga ngerti.

Sunday, May 5, 2019

ANDA ANGGAP RASULULLOH ITU MANUSIA BIASA ???

Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.
Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.
Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayyidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”
Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”
Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.
Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.
Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.
Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.
Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.
Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”.
Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.
Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19.
Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.
Pada Malam Pertama (ke 1) :
Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam ke 2 :
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.
Pada malam ke 3 :
Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”
Pada malam ke 4 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.
Pada malam ke 5 :
Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.
Pada malam ke 6 :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.
Pada malam ke 7 :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
Pada malam ke 8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”
Pada malam ke 9 :
Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam ke 10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.
Pada malam ke 11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.
Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”
Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”
Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.
Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.
Detik berikutnya Alloh swt memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu ribu bidadari² itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.
Lalu Alloh swt memanggil :
“Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.
Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad saw.
Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”
Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allohu Akbar ... Allkhu Akbar ... Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotan wa ashila...”
Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam (Al-Anbiya)
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alaa sayyidina Muhammad
“Yaa Nabi Salam Alaika … Yaa Rosul Salam Alaika … Yaa Habib Salam Alaika … Sholawatulloh Alaika ... ”
Semoga Selawat dan salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW berserta kluarga & para shabat yang menngikutinya dan kita umatnya hinga Akhir zaman semoga kita memperoleh syafaatnya kelak.
Ya Allah ya rabb..
Semoga Engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami Ya Habibi Yaa Rasulullah
Aamin Ya Robbal Alamiin
(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).
Maqom Saiyyida Aminah ibunya Baginda saw. 😢😭😢😭
Moch Djerdjis

Friday, May 3, 2019

Solo Leveling

Beberapa cerita mengungkapkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga. Salah satunya adalah cerita Solo Leveling yang tersedia dalam bentuk manhwa dan novel.
Ceritanya dimulai dari tokong Sung Jin Woo yang menjadi hunter karena harus bertanggung jawab mencari nafkah untuk dia dan adik perempuannya. Dia cuma hunter tingkat paling rendah, dan dalam awal-awal cerita sudah harus mati. Tetapi dia mendapatkan kesempatan hidup kedua dengan pengingkatan kemampuan yang cukup signifikan.
Awalnya kemampuan yang dia miliki tidak bisa dikenali oleh mesin pemberi level hunter sehingga dia diberi level yang paling rendah. Kemudian lama-kelamaan kemampuannya semakin tinggi dan menjadi penyelamat hidup hunter-hunter yang bekerja sama dengannya.
Sampai akhirnya dia menjadi hunter dengan level tertinggi dan berhasil mendapatkan obat untuk sakit ibunya yang sudah koma selama lebih dari 4 tahun. Di novel chapter 110 diceritakan betapa bahagianya ibu dan adiknya dapat berkumpul kembali setelah terpisah tahunan akibat ibunya koma.

Wednesday, May 1, 2019

Doa Ruqyah

Beberapa doa ruqyah untuk diketahui. Disarikan dari video2 ruqyah Dokter Indra (the story of doctor indra/indra permana) dan Syaikh Abderraouf ben Halima (aplikita).
Mungkin sebaiknya dilakukan oleh orang2 berhati bersih. Atau dilakukan mandiri.
Biasanya diawali dengan taawudz untuk meminta perlindungan. Berniat yg baik untuk melakukan ruqyah.
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ
Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS. Al-Araf : 196)

Doa yg dibaca pertama yaitu:

وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anam : 13)
Atau bisa juga dengan ayat berikut ini


أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah : 148)
Biasanya kalau jin mendapat sajen berupa tumbal darah, dibacakan ayat ini untuk membatalkannya

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ 

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama Allah (surat-al-maidah-ayat-3)

Untuk membatalkan ritual yg pernah dilakukan untuk jin:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-Anam : 162)
لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al-Anam : 163)

Biasanya ada perjanjian antara jin dengan iblis, misal ditugaskan menjaga suatu tempat, menyesatkan manusia, menghalangi rezeki, atau yg lainnya. Untuk menyadarkan bahwa perjanjian itu bohong dibacakan ayat ini:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. Ibrahim : 22)Sadarkan jin bahwa yg bisa menolong hanya Allah:
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang orang beriman" (Ar Rum 47)
Kalau jin merasa ngga bisa lepas perjanjian dengan iblis atau untuk melepaskan ikatannya baik dengan jimat atau orang yg dirasuki maka dibacakan ayat ini:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya : 30)

Banyak diulang bagian fafataqnahuma (kemudian kami pisahkan antara keduanya), bisa sampai belasan atau puluhan kali.

Selain itu untuk memutus perjanjian antara jin dengan dukun atau iblis dibacakan:

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). (QS. At-Taubah : 1)

Untuk menunjukkan cahaya islam


اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ
Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi (an nur 35)

Atau menunjukkan neraka

هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). (QS. Yasin : 63)

Jika diserang

رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا
Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (QS. Al-Ahzab : 68)

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS. An-Nisa : 76)


Karya Tere Liye

Setidaknya ada dua buah buku novel karya Tere Liye yang pernah saya baca. Keduanya dibaca bukan karena saya penikmat karya fiksi dan saya mencarinya, melainkan karena diendorse oleh kawan-kawan di FB.
Karya pertama yang saya baca adalah "Pulang". Bacanya di Gramedia, dari tumpukan buku yang sudah terbuka sampulnya.
Kalau boleh dibilang, saya cukup suka cerita dan alur ceritanya. Berkisah tentang perjalanan hidup orang yang terkait dengan organisasi rahasia. Dimulai dari saat anak-anak sampai tokoh utama dewasa. Buku ini bisa memaksa saya untuk membaca tgerus, sampai hampir habis dalam satu kali baca saja.
Sedangkan buku kedua "Anak Cahaya", saya baca sedikit saja. Dapat dari free preview google play store. Tapi menurut saya sih, ceritanya tidak semenarik novel "Pulang". Sepertinya ada sesuatu yang hilang, atau terlalu dilebih-lebihkan. Setelah baca fre preview, tidak membuat saya penasaran untuk meneruskan membaca.

Saturday, April 20, 2019

Beda Jenis Motor untuk Mobil Listrik

Hampir semua mobil listrik di saat ini menggunakan motor listrik sinkron magnet permanen. Motor listrik ini kecepatannya dikendalikan dengan menggunakan inverter (pengubah listrik dc batere menjadi teganga/arus ac).
Semakin tinggi kecepatan motor, semakin tinggi tegangan yang dibangkitkan motor. Agar tegangan motor tidak terlalu tinggi, inverter akan menyuntikkan arus yang memperlemah medan magnet yang dihasilkan motor (field weakening region). Semakin tinggi kecepatan motor yang diinginkan, semakin besar arus pelemah yang disuntikkan oleh inverter.
Di sinilah masalah terjadi. Saat motor berada pada kecepatan tinggi dan inverter mengalami kerusakan sistem kendali, maka inverter akan otomatis bekerja sebagai penyearah dioda yang tak terkendali. Karena arus pelemah magnetnya hilang, maka motor akan menghasilkan tegangan yang sangat tinggi. Tegangan yang sangat tinggi ini jika disearahkan akan menghasilkan tegangan dc yang sangat tinggi yang akhirnya bisa merusak batere, inverter, dan motornya.
Ini berbeda dengan jika menggunakan motor induksi atau motor reluctance. Saat kendali inverter rusak, motor induksi dan reluctance akan kehilangan sumber magnet dan tidak menghasilkan tegangan yang tinggi.