Entries RSS Comments RSS

Bayi Baru Lahir Ditelantarkan

December 22nd, 2011

Kasihan juga, baru juga bikin www.saranamediautama.com sudah ditelantarkan. Padahal lumayan juga modal yang sudah ditanamkan. Kapan balik modalnya ya?

Banyak gara-garanya, kalau sekedar cari alasan. Kuriyak memperbaiki kamar mandi, anak ujian, sampai tuntutan pekerjaan di tempat yang lain.

Mudah-mudahan bisa segera diaktifkan kembali dan menghasilkan yang terbaik. Aamiin.

Informasi Bahan Bangunan

December 17th, 2011

Membangun atau memperbaiki rumah, adalah kesenangan tersendiri bagi yang sudah memiliki rumah. Sekali-sekala, perlu juga memperbaiki rumah atau sekedar mempercantiknya. Dari hasil hunting kesana kemari, berikut ini adalah kesimpulannya.

Mencari batu bata, semen, dan pasir. Ini gampang sekali karena di sekitar rumah biasanya ada toko bahan bangunan yang menyediakan kebutuhan dasar ini. Harga bervariasi, tetapi untuk harga bahan seperti semen biasanya sudah standard. Saya tanya ke beberapa toko bahan bangunan harganya sama. Ga ada yang beda sedikitpun. Perbulan Desember 2011 harga semen Holcim di sekitar rumah Rp. 56000 per sak nya. Harga pasir tergantung dari kualitas pasirnya. Untuk yang satu ini ga bisa ngasih info harga karena bisa sangat jauh perbedaannya.

Cat, kalau di sekitar rumah banyak yang jual. Tapi tentu saja kelas harga murah. Ga ada yang jual merek terkenal seperti Catylac apalagi Dulux. Pergi ke Suniaraja juga sama, ternyata kebanyakan toko di sana cuma jualan katalog, sedangkan untuk catnya harus ambil dari gudang. Semua toko gudangnya sama, tapi harganya beda-beda tergantung nasib. Jadi kalau mau cat tertentu, harus pesan dulu nanti diambilkan dari gudang. He he he, kalau datangnya agak siang dan cuma beli satu kaleng semua toko jawabnya gampang, maaf gudangnya sudah tutup.

Beli keramik juga sama seperti itu. Tadinya ada harapan kalau pergi ke Suniaraja bisa langsung bawa pulang barang. Eh nanya ke semua toko jawabannya sama harus nanya gudang. Memang cuma modal katalog aja.

Solusinya memang pergi ke supermarket bahan bangunan. Kalau barangnya ada, tinggal bawa pulang. Mau beli satu kaleng atau satu kotak, semua dilayani. Harga pun dijamin lebih murah.

Kalau di Bandung, bisa pergi ke IBCC dan sekitarnya. Toko yang besar contohnya Bangunan Jaya. Tapi harga memang lebih tinggi sedikit dibandingkan depo bangunan. Depo bangunan memang paling murah, bahkan dibandingkan dengan suniaraja sekalipun.

Alhasil, sekarang sudah beres deh kuriyaknya.

Bisnis Web Hosting

October 27th, 2011

Saya adalah end user dari bisnis web hosting sejak tahun 2007, yaitu tepatnya sejak saya punya blog ini. Dulu, saya beli domain dan juga hosting dari 1 perusahaan yang sama yang asalnya di kota Yogya. Tidak ada masalah yang penting yang menyebabkan saya harus keluar dari penyedia jasa hosting tersebut sampai akhirnya saya merasa space yang diberikan dengan harga yang ditawarkan tidak sebanding.

Sambil mencoba-coba bikin domain baru khusus untuk istri saya berjualan, yaitu tokodiskon.com saya coba lagi sewa hosting dari perusahaan web di Bandung. Kali ini tawarannya cukup menjanjikan karena saya bisa menaruh 2 domain saya dalam 1 hosting saja. Harga menjadi lebih murah dengan kecepatan yang lumayan. Maklumlah, blog ini pengunjungnya tidak seberapa.

Cukup lama saya menggunakan perusahaan web itu. Bahkan 2 buah domain yang dibeli oleh teman-teman saya pun saya taruh juga di sana karena layanannya cukup bagus. Nyoba-nyoba beberapa hosting yang lain, kualitasnya tidak ada yang setara perusahaan web yang mengaku nomor 1 di Bandung itu.

Lama-lama, saya tertarik juga untuk lihat kemungkinan memakai jasa hosting yang lain. Seandainya dulu saya sudah lihat web site hosting review  ini, mungkin saya ada pertimbangan lain. Tapi dari hasil penyelidikan, jadilah saya mengambil hosting di perusahaan yang memakai lambang elang.

Ternyata banyak juga tawaran menarik dari bisnis hosting ini, terutama dari luar negeri sana. Apalagi kalau perlu space hosting yang besar. Kalau dihitung-hitung harganya jadi lebih murah kalau ambil hosting dari luar. Tapi sayangnya harus punya kartu kredit dulu euy untuk pembayarannya. Seandainya saja ada cara lain, tentu hosting luar jadi pilihan.

Terus gimana ya nasib hoster dari Indonesia? Selama pasarnya masih lebih suka pakai transfer duit, kayaknya hoster Indonesia akan bertahan hidup. lagi pula, ngga ribet kalau ada masalah tinggal tanya dan ngobrol dalam bahasa Indonesia. Bisa ditelepon lagi :)

Testing

October 27th, 2011

Testing testing, apakah blog ini masih hidup atau tidak?

1, 2, 3, test

Bersih dari Pengunjung

February 11th, 2011

Lama ditinggalkan akhirnya blog ini bersih juga dari pengunjung. Setelah biasanya nongkrong di google pagerank 2 dengan rata-rata pengunjung harian sampai 250 orang, sekarang sudah pagerank 0 dengan rata-rata 100 pengunjung saja tiap harinya.

Sedih? ya gimana lagi, wong sok sibuk sampai ngga diurusin. Pastilah jadi sedikit pengunjungnya. Apalagi ngga ada tulisan yang menyolok mata sehingga mengundang pengunjung datang, hehehe.

Barusan saja, mengurus pemindahan stiker visa multiple entry. Malas rasanya kalau harus ngurus sendiri ke imigrasi. Tempatnya jauh, dan susah dapat kendaraan umumnya. Tadinya niat mau sendiri kesana, akhirnya menyerahkan passportnya saja kepada yang berwenang di kampus.

Sewaktu datang ke Malaysia, sudah bawa dua passport. Satu yang baru, satu lagi yang sudah diguntingi oleh kantor imigrasi Indonesia. Tapi yang diguntingi ini memiliki stiker multiple entry yang sakti untuk keluar masuk Malaysia berkali-kali (padahal mah, cuma sekali doang dipakenya hehehe).

Sama petugas imigrasi Malaysia, saya diminta laporkan passport baru saya supaya bisa ditempel stiker baru. Ya sudah, saya kasihkan petugas di kampus. Cuma ketar-ketir saja, soalnya pulang ke Indonesianya dalam waktu seminggu lagi. Kalau ngga beres cepat, masa sih sampe ga bisa pulang. Langsung aja pesan sponsor, ngga pake lama gitu lho.

Pada hari yang dijanjikan, yaitu Jum’at ini saya datang sore-sore. Nunggu petugasnya datang dari imigrasi. Ternyata saya ngga cuma sendiri, ada lagi seorang mahasiswa yang nampaknya mahasiswa baru dari Sudan menunggu petugas itu juga.

Sekitar jam 6 sore petugasnya datang. Meskipun yang datang duluan saya, tapi mahasiswa dari Sudan ini yang pertama dilayani. Ya udah, yang gede ngalah.

Ternyata visa mahasiswa ini bermasalah. Dia datang ke Malaysia sebelum visa sekolahnya di approve. Passportnya sendiri mendapat special permit untuk tinggal sampai hari Minggu ini, atau dua hari lagi. Dia bingung juga harus bagaimana lagi.

Rumahnya jauh di Sudan sana. Dia ngga ada keluarga di Malaysia. Dia juga ngga ada duit buat pergi-pergi. Mau ke kedutaan juga susah karena akhir minggu. Satu-satunya jalan agar dia bisa tinggal di Malaysia lagi adalah dengan cara pergi ke Indonesia. Tapi mau pakai apa?

Kalau saya dalam posisi mahasiswa itu juga pasti bingung. Secara di luar negeri bawa diri sendirian. Mudah-mudahan saja teman-temannya menolong. Kalau mahasiswa Indonesia sih, di tempat saya sudah terbukti saling menolong kalau ada yang kesusahan. Ngga tau deh orang Sudan kayak gimana. Kalau dulu sih, pergi dan balik ke Sudan biasanya dibiayai oleh pemerintah Sudan. Sekarang sih, sedang gonjang-ganjing di Sudannya juga jadi ya bisa dimaklumi kalau keadaannya sudah berubah. Semoga dapat jalan yang terbaik. Aamiiin.

Tulisan Terakhir

December 30th, 2010

Bukan tulisan terakhir sebelum blog ini diberangus sih. Cuma tulisan terakhir di tahun 2010.  Ga terasa, sudah lebih dari 3 bulan ngga nulis. Sudah banyak karat dan sarang laba-laba dalam blog yang harus dibersihkan supaya bisa lancar nulisnya.

Untuk tulisan terakhir ini, kayaknya cukup informatif kalau saya menuliskan pengalaman memperpanjang passport di kantor imigrasi Bandung.

Sejak 20 Desember 2010, kantor imigrasi Bandung memberlakukan aturan baru untuk membuat passport. Dalam satu hari hanya 300 passport yang bisa diproses. Artinya dalam satu hari hanya 300 permohonan baru yang bisa diterima. Kalau lebih dari 300, ya disuruh pulang lagi.

Akibatnya, orang berlomba-lomba untuk datang lebih pagi supaya bisa dapat nomor antrian dibawah 301. Kata satpamnya bahkan ada yang datang jam 5 pagi untuk ambil nomor.

Hari pertama saya datang jam 11 lebih. Artinya sudah ngga dapat nomor antrian. Jadi saya cuma bisa datang untuk ambil formulir. Formulirnya sih gratis, tapi saya harus beli map dan sampul passport dari kantin sebagai pelengkapnya. Sayangnya kantin dan loket ambil formulir baru buka setelah jam 8. Kalau datangnya kepagian, bisa ambil nomer tapi belum bisa ambil formulir. Serba salah.

Formulir bisa diserahkan kalau persyaratan lainnya lengkap. Seperti biasa, persyaratan utama adalah fotokopi KTP, KK, passport lama, surat dari instansi (sesuai pekerjaan di KTP), akte kelahiran, buku nikah. Penting diperhatikan pekerjaan di KTP karena ipar saya terkatung-katung penyelesaian passportnya karena ngga ada surat dari instansi. Padahal, bisa jadi sudah pindah kerja atau nama pekerjaan salah.

Hari pertama cuma menyerahkan formulir saja. Ga ada pekerjaan lain. Ga bayar, ga foto, dan ga wawancara. Setelah menyerahkan formulir langsung pulang. Biasanya yang nomor antrian di bawah 200 bisa menyerahkan formulir sebelum istirahat makan siang. Nomor antrian di atas 200, baru dapat giliran setelah makan siang.

Setelah itu biasanya kita diminta datang lagi minggu depan. Seperti biasa, ambil nomor antrian lagi ya dari pagi buta. Penting lho, karena menentukan jam berapa kita dapat giliran. Pekerjaan pertama setelah mendapatkan nomor antrian adalah membayar biaya pembuatan passport.

Pengambilan nomor antrian, penyerahan formulir, dan pembayaran passport bisa dilakukan oleh orang lain. Di sini peran calo-calo dirasakan penting. Soale kalo males ngantri, ya mending diwakilkan orang lain aja. Untuk proses setelah bayar, mau ga mau harus datang.

Setelah bayar kita difoto.  Yang ini tentu ngga bisa diwakilkan oleh calo. Peran calo di sini cuma bisa mengaturkan waktu pengambilan foto aja. Tapi ngga bisa dipercepat, hanya bisa diperlambat. Misalnya calo berhasil mendapatkan nomor 200 yang sebelum makan siang tapi klien baru punya waktu setelah makan siang, calo bisa minta nomor kliennya ditunda pemanggilannya sampai setelah makan siang.

Setelah foto, kita tunggu pemanggilan selanjutnya untuk wawancara. Dokumen-dokumen asli yang kita serahkan fotokopinya harus dibawa. Tapi karena saya perpanjang passport, saat wawancara ngga diminta memperlihatkan dokumen asli meskipun saya bawa juga untuk jaga-jaga.

Ternyata passport ngga selesai hari itu juga selesai wawancara. Saya harus datang lagi minggu depan untuk ambil. Tapi kayaknya ngga perlu antri lagi, karena katanya bisa langsung datang setelah jam 1 siang untuk pengambilan passport baru.

Secara umum, prosesnya sudah lebih baik karena kepastian diproses sesuai urutan antrian cukup tinggi. Sebelum ini kan suka ada permainan nomor antrian. Misalnya saya dapat nomor antrian kecil, tapi suka disalip sama nomor antrian besar karena mereka pakai calo. Sekarang proses pemanggilan nomor memakai sistem komputerisasi, jadi ngga bisa nyelipin orang. Kalau ngedelay sih bisa karena memang nomornya sudah kelewat.

Kekurangannya adalah jumlah loket yang terlalu sedikit dibandingkan jumlah orang yang ingin bikin passport. Memang jauh lebih nyaman perpanjang passport di KBRI Malaysia yang memakan waktu lebih sedikit. Soalnya di KBRI Malaysia jumlah loketnya cukup banyak. Biasanya dalam 1 jam setelah penyerahan dokumen passport sudah jadi. So, menurut saya buat kawan-kawan yang mau perpanjang passport, lakukan di KBRI saja.

Mushaf Quran di HP

September 7th, 2010

Alhamdulillah, baru tahu saya kalau di HP yang berbasis Windows Mobile (Pocket PC) ada mushaf Quran Madinah. Mushaf ini resmi keluaran Quran Complex, yang dimiliki kerajaan Arab Saudi. Lebih hebatnya lagi, Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa yang secara default akan diinstall bersamaan dengan bahasa Arab dan Inggris.

Program ini tersedia free untuk download dan install. Letak link nya adalah http://pocketpc.qurancomplex.gov.sa . Di sana ada file-file yang dibutuhkan untuk instalasi mushaf quran, kecuali flashlite.

Buat yang ingin coba menginstall, jangan lupa install flashlite versi terbaru seperti di link berikut ini. silahkan download versi terbarunya dari website di atas. Sayangnya hanya bisa diinstall di windows mobile versi 6.5. Buat yang punya windows mobile 6.1 atau symbian, boleh coba link berikut ini.  Untuk tampilan QVGA symbian dan pocket PC boleh download link yang ini.  Sedangkan ukuran layar yang lebih besar bisa download file vertikal atau horizontal.

Setelah file di atas di install secara berurutan, maka selanjutnya bisa kita install terjemah dan tafsir. Terjemahan ada dalam banyak bahasa. Tentu saja salah satunya terjemahan Bahasa Indonesia yang sama persis dengan di Quran versi cetaknya.

Untuk tafsirnya, semua dalam versi bahasa Arab. Link bisa didapat dari qurancomplex yang saya sebutkan tadi. Terjemahan bisa ditampilkan sesuai ayat yang sedang dibacakan. Jadi kalau mau bolak balik baca quran sambil lihat terjemah, ngga susah. Begitu juga kalau nambah hafalan dan memberi tanda bacaan. Di Quran cetak, biasanya kita pakai pita atau kertas pembatas untuk menanda halaman terakhir yang dibaca. Di sini cukup tandai dengan fasilitas yang diberikan oleh program.

Kalau mau ditambahkan audio, boleh juga. Cari di link berikut ini (kalau masih belum mati ya link nya).

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF5_By_AHMED/Shatry_By_AHMED.exe

http://www.archive.org/download/quran_381/gamidi.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF7_By_AHMED/Menshawi_By_AHMED.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF2_By_AHMED/mishary.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF3_By_AHMED/Abdalbaset_By_AHMED.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF_By_AHMED/sodais_shareem.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF6_By_AHMED/Hozaifi_By_AHMED.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF4_By_AHMED/Ayoub_By_AHMED.exe

http://www.archive.org/download/quran_698/akhdar_2.exe

http://www.archive.org/download/quran_913/basfar.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF_By_AHMED/ajami.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF2_By_AHMED/moaiqili2.exe

http://www.archive.org/download/NoorEltawbaDotCom_Msa7eF3_By_AHMED/Hosari_By_AHMED.exe

Nyobain GPS

June 18th, 2010

Ga mau kalah dengan kawan-kawan dari Teknik Sipil yang biasa menggunakan GPS, saya juga iseng-iseng nyoba. Dalam perangkatnya, sudah diinstall 3 software navigasi sekaligus yaitu: Google Maps, Ovi Maps, dan tentu saja Garmin XT Mobile. Berikut ini hasil nyoba-nyobanya.

Google Maps adalah software nagivasi gratisan. Untuk menginstallnya cukup download saja dari http://www.google.com/maps . Tentu saja download lewat perangkatnya ya. Kalau download lewat komputer, tentu yang dia kasih adalah versi komputer, tapi kalau download lewat HP dia akan kasih versi HP.

Dulu sempat coba download lewat almarhum Soner Z310i. Ini HP ga ada GPS nya, tapi bisa aja sih dipasangin google maps. Intinya sih, cuma buat peta aja ga bisa buat nunjukin jalan. Tapi agak kaget juga karena dia bisa mendownload peta di sekitar tempat kita berada. Contohnya saat itu saya iseng sedang berada di sebuah mall. Eh ternyata peta yang dia tunjukkan adalah peta daerah di mana mall itu berada. Di tengah-tengahnya ada titik warna merah menyala yang menandakan tempat kita berada. Kayaknya sih dia memakai informasi lokasi BTS untuk menunjukkan posisi kita.

Di HP yang ada GPS nya, tentu saja Google Maps menentukan posisi dari informasi GPS. Seperti biasa, dia hanya akan mendownload peta di sekitar lokasi kita berada saja. Kalau mau dapat peta lokasi lainnya, dia akan download lagi. Tentu saja model kayak gini menghabiskan pulsa telepon. Penggunaannya juga tidak user friendly karena mendapatkan posisinya aja susah, apalagi menghitung rutenya. So, ngga sempat nyoba buat navigasi perjalanan.

Pakai ovi Maps, mungkin lebih murah. Dia bisa download aplikasi dan maps melalui komputer. Jadi kalau yang punya internet unlimited di kantor atau sekolah, bisa deh download peta yang diperlukan. Setelah itu bisa dipakai tanpa perlu terhubung lagi dengan internet.

Bahasa yang digunakan untuk navigasi juga ada versi bahasa Indonesianya. Maps dan bahasa tersedia gratis. Lumayan lah. Tapi tetap aja ada sayangnya. Untuk mendapatkan posisi kita berada mungkin cepat. Untuk menentukan posisi tujuan, juga bisa cepat kalau sudah ada maps nya. Tapi, si software ovi maps ini agak lambat deh menghitung rute.

Saya iseng saja, nyoba rute ke Bank paling dekat dari rumah. Mencari sinyal GPS dan menentukan lokasi kita berada sekarang, cukup cepat. Mungkin ga sampai 20 detik. Tapi ketika sudah menentukan titik tujuan, lama banget nih software menghitungnya. Ga selesai-selesai. Di kasus yang saya pakai, entah berapa puluh menit yang dia gunakan. Setelah dapat rute sih, ya lumayan lah cukup presisi. Dia bahkan sudah punya sampai nama-nama jalan kampung.

Bahasa pengantar yang saya pakai adalah Bahasa Indonesia dengan suara laki-laki. Cukup jelas instruksi yang dia berikan. Tapi ya itu deh, dia agak susah nyari rute. Kalau sudah ada di rute yang benar sih ga masalah karena pas saya sampai di depan bank dia langsung bilang sudah sampai di tujuan. Berarti jago juga.

Yang terakhir, nyoba pakai Garmin. Dari segi mendapatkan sinyal GPS dan lokasi, dia yang paling cepat. Selain itu dia juga punya data terinstall yang lebih banyak. Bahkan kabarnya untuk peta Indonesia ada yang lumayan lengkap dari navigasi.net. Filenya besar juga. Cuma yang defaultnya ga terlalu detail. Dia belum tau nama jalan di depan rumah saya, beda dengan Ovi Maps.

Untuk urusan hitung-menghitung rute, Garmin ini lah yang paling cepat. Mungkin cuma dalam hitungan belasan sampai 30 detikan sudah bisa kasih tau, rute mana yang harus di tempuh ke tempat yang kita tuju. Saya iseng masukkan tempat pengisian bensin untuk pengujiannya.

Bahasa yang digunakan untuk navigasi adalah bahasa Inggris, ngga ribet, cukup jelas seperti yang Indonesia. Belokan-belokan kecil ga terlalu bisa sedetail Ovi Maps. Kayaknya harus sambil mantengin layar petanya deh kalau sedang navigasi. Kalo yang ovi, bisa konsentrasi ke jalan sambil cukup dengarkan petunjuk saja. Mungkin kalo untuk daerah yang banyak gang, lebih presisi si Ovi dibandingkan Garmin. Ga tau deh kalau sudah install maps yang lebih lengkap, mungkin bisa sama. Cuma kan, Garmin ga gratis. Maps nya ada sih yang bisa didapatkan gratis seperti mapm Asean atau Indonesia, cuma saya belum sempat coba.

Nah, gitu deh hasil perbandingannya. Kesimpulannya, kalau mau cepat pilihlah Garmin. Kalau mau detail, pilihlah Ovi. Kalau mau gratis, pilihlah Ovi. Kalau mau murah, pilih tanya aja sama orang di pinggir jalan.