Salam sejahtera semuanya, semoga keselamatan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu Tuhan curahkan kepada sahabat semua. Jumpa lagi di cerita saya yang lain, mudah-mudahan ngga bosen. Kali ini ceritanya tentang pengalaman saya mencari donor darah di Bandung.
Ini sedikit intro dari website http://www.5segons.com/
Dulu mertua saya sakit keras, yang mengharuskan transfusi darah dengan frekuensi cukup tinggi. Kadangkala harus transfusi setelah 14 hari, 7 hari, atau bahkan baru 5 hari sudah harus ditransfusi lagi. Kalau stok darah di hospital atau bank darah mencukupi tentu tidak masalah. Tetapi ada saat-saat tertentu dimana sepertinya seluruh dunia memerlukan darah sehingga kita sulit sekali mencari persediaan darah.Kapan saja tuh waktu-waktu yang kemungkinan besar sulit mencari darah? Menurut pengamatan saya adalah waktu liburan, bulan puasa, dan wabah demam berdarah. Sulit mencari darah karena sedikit sekali yang berdonor dan banyak sekali yang memerlukan.
Kalau persediaan darah di bank darah sudah habis, maka keluarga pasien yang memerlukan darah harus mencari sendiri donornya. Donor yang diperlukan disesuaikan dengan kondisi pasien. Ada pasien yang memerlukan donor 450ml ada juga yang 250ml.
Persyaratan pendonor yang umum adalah tidak sedang sakit atau baru menerima rawatan dalam beberapa hari atau bulan terakhir. Sakit termasuk pusing juga tidak boleh. Tidur juga harus cukup, yaitu minimal 5 jam berterusan. Kalau di bulan puasa, orang yang tidur 4 jam lalu bangun dan makan sahur kemudian tidur lagi 3 jam, tetap tidak diperbolehkan. Donor kelas berat, yang harus donor 450 ml, berberat badan tidak kurang dari 50 kg. Oh iya, yang punya alergi atau penyakit turunan seperti asma biasanya harus tidak kambuh dalam 6 bulan terakhir. Nah persyaratan terakhir ini yang biasanya membuat saya tidak boleh donor karena sering kambuh dalam satu atau tiga bulan.
Karena persyaratan di atas, maka tidak setiap orang yang mau mendonor bisa mendonorkan darahnya. Contohnya sewaktu saya memerlukan 4 labu darah saya berhasil menghubungi 12 orang calon donor dan hanya 1 orang yang boleh donor. Bayangkan setelah bekerja menghubungi orang, menjemputnya dari rumah dan dibawa ke PMI, setelah diperiksa ternyata tidak eligible.
Untungnya saya masih banyak saudara dan teman-teman yang mau membantu. Mereka bantunya ngga tanggung-tanggung ada yang sampai muter-muter cari pendonor diantara kenalan mereka. Selain kenalan, tempat yang biasanya jadi andalan untuk mencari donor adalah asrama mahasiswa, barak tentara, dan pasar. Anyway it is preferable to find donor from someone you know. Soalnya kalo orang yang ngga dikenal suka minta bayaran untuk darah mereka. Maka beruntunglah orang yang selalu menjaga silaturahmi.
Dan tidak semua orang beruntung memiliki kawan yang banyak. Ketika saya mencari darah sampai jam 12 malam, saat itu juga ada seorang ibu yang bayinya harus dioperasi segera dan tidak mendapatkan darah. Dia berasal dari kampung yang letaknya jauh dari Bandung. Kebayang dong, bingungnya si ibu mencari darah. Aku juga ngga bisa membantu karena donor yang aku bawa semuanya hanya sesuai untuk mertuaku, beda golongan darah.
Makanya aku mengajak sahabat semua mencoba mendonorkan darah. Setetes darah bisa berarti kehidupan bagi orang lain. Ini bentuk amal yang mungkin lebih dekat pada keikhlasan. Memberikan darah kepada orang yang tidak kita kenal sama sekali. Dan itu sangat membantu, terutama di saat-saat kesulitan mencari darah.
Seharusnya sekolah-sekolah juga menggalakkan program donor darah. Ngga cuma menjualkan kupon PMI saja. Kalau perlu ganti dong study tournya yang cuma ke tempat rekreasi jadi ke rumah sakit atau PMI. Wah disitu kita bisa lihat betapa berharganya kesehatan dan bantuan orang lain.
Ceritanya diakhiri dulu, semoga ada hikmah yang bisa kita ambil. Dan aku do’akan mudah-mudahan teman-teman sehat, sejahtera, dan bahagia selalu. Aamiin
[...] yang mau mendonor boleh jadi donor darah. Terus gimana dong kalo perlu darah. Baca selengkapnya di sini. Posted in [...]