Entries RSS Comments RSS

Hubungan Antara Cerita Rakyat dan Kepribadian Bangsa

Hai, salam sejahtera. Semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan Allah atas sahabat-sahabat semua. Semoga sahabat juga dalam keadaan sehat dan bahagia.

Kali ini saya mau bahas hubungan antara cerita rakyat dan kepribadian bangsa. Benar ga ya kalau cerita rakyat, seperti cerita legenda itu mencerminkan kepribadian bangsa? Misalnya benarkah bangsa Indonesia senang mengharapkan sesuatu datang dengan cepat dan marah besar kalau keinginannya tidak terpenuhi?

Mari kita lihat dua cerita rakyat dari pulau Jawa. Satu dari Jawa Barat dan satu lagi dari Jawa Tengah/Yogyakarta. Cerita pertama adalah Sangkuriang dari Jawa Barat. Cerita ini mengisahkan seorang sakti bernama Sangkuriang yang jatuh cinta pada ibu kandungnya. Tentu ibu kandungnya ini berusaha mencegah agar Sangkuriang tidak bisa menikahinya dengan memberi berbagai macam syarat yang dipikirnya tidak akan bisa dipenuhi oleh Sangkuriang.

Ternyata, Sangkuriang yang sakti bisa memerintahkan atau meminta bantuan kepada makhluk gaib untuk membuatkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah membuat danau dan perahu yang besar yang harus diselesaikan dalam satu malam. Dengan bantuan makhluk gaib itu, Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan semua syarat. Untungnya Dayang Sumbi, ibu kandung Sangkuriang, berhasil menjalankan siasat supaya pagi dikira sudah datang sehingga makhluk gaib yang membantu Sangkuriang pergi karena sudah siang.

Sangkuriang dianggap tidak bisa menyelesaikan syarat yang diminta dalam waktu yang ditentukan. Akhirnya Sangkuriang marah besar. Dia menendang perahu yang sedang dibuatnya sehingga terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu yang ada di dekat kota Bandung sekarang. Cerita lengkap dapat dilihat di sini.

Cerita kedua adalah tentang Candi Roro Jonggrang. Dikisahkan jaman dulu ada seorang sakti yang kejam bernama Bandung Bondowoso yang memerintah di daerah Prambanan. Suatu hari Bondowoso melihat seorang wanita cantik dan memaksanya menjadi istri. Wanita itu, bernama Roro Jonggrang, memberikan syarat agar Bondowoso membangun 1000 buah candi dalam waktu satu malam.

Seperti halnya Sangkuriang, Bondowoso juga meminta bantuan makhluk gaib untuk membangun candi. Dengan akhir cerita yang hampir mirip, ketika hampir selesai Roro Jonggrang membuat muslihat agar semua makhluk gaib pergi ketika pekerjaan hampir selesai. Hanya ada 999 candi yang berhasil dibangun dan membatalkan keinginan Bondowoso mempersunting Roro Jonggrang. Bondowoso sangat marah dan dia akhirnya mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke 1000 sebagai pelengkap candi yang sedang dibuatnya. Cerita lengkap bisa dilihat di sini.

Dari kedua cerita di atas ada beberapa kesamaan alur cerita dan nilai yang coba disampaikan oleh penuturnya. Beberapa nilai itu, menurut temanku dan aku sendiri adalah:

  • Lelaki Indonesia suka wanita cantik (siapa yang ngga suka ya hehehe :) ).
  • (Sebagian) Orang Indonesia suka berharap mendapatkan sesuatu yang besar dalam waktu yang singkat. Kalau perlu pakai bantuan makhluk gaib.
  • (Sebagian) Orang Indonesia marah besar kalau keinginannya tidak kesampaian dan akan merusak, mengutuk, menendang, dan kekerasan lainnya pada sesuatu yang tidak berhasil dia capai.

Bayangkan bahwa cerita ini sudah diceritakan turun temurun di sebagian bangsa Indonesia. Beberapa orang percaya bahwa cerita yang disampaikan bisa mempengaruhi kepribadian bangsa. Jadinya ya seperti nilai-nilai yang tadi disampaikan. Benar ga?

Lalu bagaimana cara merubahnya? Mari kita siapkan cerita yang lebih baik. Apakah itu berarti kita meninggalkan ketinggian budaya kita? Tidak, kita hanya meninggalkan budaya yang mengajarkan nilai-nilai yang kita anggap bisa merusak masyarakat. Siapkan generasi penerus kita dengan cerita yang mengandung nilai kerja keras, mandiri, kerja sama, suka menolong sesama, moral yang tinggi, dan kebaikan lainnya.

Siap ga? Ayo deh kita siapkan bersama. Kalau ada informasi link cerita yang seperti itu, kasih tahu ya ke info@schoolofuniverse.com . Misalnya cerita seperti ini. Sekian dulu ya, wassalam. Have a great day.

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Hubungan Antara Cerita Rakyat dan Kepribadian Bangsa”

  1. [...] yang sudah disampaikan sejak jaman nenek moyang kita? Mau tahu cerita lengkapnya silahkan lihat di sini. Posted in [...]

  2. indra bodout says:

    wah yang saya tau kepribadian masyarakat dahulu sangat sopan santun dan taat akan sang pencipta…..
    tapi entah kenapa moral bangsa kita sekarang sangat bobrok….
    mungkin karena dizaman sekarang tunas bangsa tidak mengikuti ajaran agamanya yang dimana masyarakat sekarang mengalami dekadensi moral yang amat mengerikan pada saat ini…
    yang dimana2 banyak kabar yang sangat ironis sekali mendengarnya….
    kekacauan dimana2,kriminalitas yang sangat meningkat dll.
    mungkin kerena mereka mengalami krisis spiritual………
    ya saran saya ajarkan agama saat anak usia dini mungkin.
    itulah peran orang tua dalam menjaga anaknya.
    ketika sudah besar awasilah anak dalam pergaulan di khawatirkan salah pergaulan…
    agar dapat mencetak manusia yang berbudi pekerti halus…

Leave a Reply