Sore ini dalam sebuah e-mail aku baca tentang orang Jepang yang merasa tidak punya harapan banyak dari apa yang bisa diberikan oleh alamnya. Karena itu mereka tidak berdiam diri saja untuk menghasilkan apa yang mereka inginkan. Kalau dilihat-lihat kayaknya negara-negara maju banyak yang berasal dari negara yang secara posisi geografis lebih banyak tantangannya atau tidak banyak memiliki sumber daya alam.
Coba kita lihat, negara-negara di Eropa terletak di posisi yang memiliki 4 musim. Dengan 4 musim ini tantangannya lebih banyak. Misalnya kalau mau menanam tumbuhan yang bisa dimakan hanya bisa dilakukan musim tertentu saja. Bisa leluasa bepergian juga hanya musim panas, semi, atau gugur saja. Musim dingin tentu harus bisa bertahan dari simpanan di musim lainnya.
Penduduk di negara-negara itu juga mendapat tantangan yang lebih besar dari alam. Misalnya topan badai, gempa, tsunami, dan lainnya yang ternyata sering sekali mereka dapatkan. Kalau di Indonesia, mungkin terjadi sekali dalam berpuluh tahun, di negara-negara itu mungkin sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun.
Negara yang hidup di dekat garis khatulistiwa cenderung hidupnya lebih mudah. Hanya ada dua musim, sedikit bencana alam dan tanahnya yang subur. Malah ada juga salah satu grup musik di Indonesia yang menulis, tinggal tanam pasti tumbuh, lautnya pun seperti kolam susu.
Mungkin karena terbiasa hidup dengan tantangan yang lebih rendah orang-orang yang tinggal di negara subur ini, termasuk saya, kurang fight untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Gimana mau fight? Dengan kerja sedikit keras saja hasilnya sudah berlimpah ruah.
Dan memang sejarah membuktikan, orang-orang yang lebih sukses hidupnya adalah orang-orang yang memiliki jiwa juang yang tinggi untuk memperbaiki hidup. Entah kapan ya saya bisa jadi seperti mereka itu.