Entries RSS Comments RSS

Memilih Tempat Melahirkan

Assalamu ‘alaikum, salam sejahtera sahabatku semua. Mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah, diberi kesehatan, kesejahteraan, kelapangan, dan kemudahan segala urusan.

Kali ini aku mau cerita tentang seluk beluk mencari dan memilih tempat untuk melahirkan. Lho apa susahnya sih cari tempat melahirkan? Tinggal pilih yang paling dekat dan yang paling murah? Gitu, kan? Ngga juga sih.

Melahirkan adalah saat-saat yang paling kritis dalam hidup beberapa orang. Hidup si ibu dan juga hidup anak(-anak) yang akan dilahirkan. Seperti halnya kematian, melahirkan adalah saat yang paling menyakitkan, terutama bagi yang melahirkan dengan cara normal. Sering juga disebut ngajuru dalam bahasa Sunda. Kenapa? Karena pada saat itulah hidup si ibu dan anak paling dekat pada kematian.

Bagi sebagian orang, melahirkan itu gampang seperti halnya kematian itu gampang untuk yang mati syahid. Orang yang mati syahid, pingin hidup lagi dan mati syahid lagi saking enaknya mati secara syahid. Buat yang melahirkan dengan enak, ya ngga masalah dong melahirkan lagi dan lagi dan lagi …….

Tapi tidak begitu halnya bagi orang yang mengalami kesulitan saat melahirkan. Beberapa orang takut untuk melahirkan lagi. Bahkan ada yang tidak mau, seperti seorang pelatih senam aerobik terkemuka di Indonesia. Sampai sekarang hanya punya satu anak gara-gara mengalami kesakitan yang amat sangat saat melahirkan.

Bagi orang yang memiliki pilihan untuk mencari tempat melahirkan yang sesuai, maka ada beberapa hal yang menurutku harus diperhatikan. Apa saja? Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain adalah:

  • Boleh ditunggui saat melahirkan atau tidak
  • Boleh ditunggui di ruangan atau tidak
  • Anak langsung disusui oleh ibu atau tidak
  • Persiapan untuk yang paling buruk ada atau tidak

Kita bahas yang pertama. Saat istri akan melahirkan, ada beberapa orang yang ingin ditemani. Paling umum sih, ingin ditemani oleh ibu kandungnya dan suaminya. Kebijakan beberapa tempat melahirkan memang berbeda. Ada yang memperbolehkan satu orang penunggu atau boleh dua orang. Ada juga yang melarang satu orangpun ikut masuk ke ruang melahirkan. Sewaktu istri saya melahirkan anak pertama dan kedua, tempat melahirkan kami memperbolehkan sampai dua orang menunggu. Buat yang melahirkan, kehadiran orang-orang yang dekat bisa membantu menenangkan perjalanan melahirkannya.

Setelah melahirkan, biasanya si ibu sudah berada dalam kondisi yang exhausted, capek berat. Banyak hal yang mungkin diperlukan oleh dia, tapi tidak bisa dilakukan sendiri. Tenaga, air, darah, dan psikologis sudah banyak terkuras mengakibatkan, kadang, ketidakmampuan untuk mengurus hal-hal kecil. Misalnya mau pergi ke kamar mandi ya harus dipapah. Mau minum harus diambilkan. Kalau ruangan tempat dirawat tidak memperbolehkan ada penunggu, tentu akan menyulitkan si ibu.

Setelah dilahirkan, ada kebijakan berbeda di tempat melahirkan. Ada yang mengharuskan si anak langsung dekat pada ibunya ada juga yang hanya membawa anak saat-saat tertentu saja kepada ibunya. Masing-masing punya argumen, tapi keluarga kami lebih memilih tempat yang mengharuskan anak dekat pada ibunya.

Yang terakhir, yang mudah-mudahan tidak terjadi pada kami adalah hal-hal diluar dugaan. Saat akan melahirkan anak yang pertama, kami sudah bersiap-siap untuk dibantu oleh bidan. Tetapi ketika sudah lebih dari 12 jam tidak keluar juga, bidan akhirnya menyerah dan mengharuskan kami mendatangkan dokter. Bahkan saat itu sudah ditandatangani surat untuk operasi caesar. Untuk hal-hal seperti ini memang lebih baik di hospital karena semua sudah tersedia. Jangan sampai sudah berjuang mati-matian di klinik eh harus dibawa juga ke hospital.

Yah, mudah-mudahan anak ketiga kami lahir dengan mudah. Ibunya dan anaknya sehat sempurna. Rizki untuk melahirkan juga mudah-mudahan tersedia. Anak-anak jadi anak yang shaleh, pintar, sehat, bermanfaat, baik budinya, baik rizkinya, baik nasibnya, juga baik jodohnya.

Aamiiin.

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Memilih Tempat Melahirkan”

  1. [...] tempat melahirkan? Tinggal pilih yang paling dekat dan yang paling murah? Gitu, kan? Ngga juga sih. Read the rest of this entry » Posted in [...]

  2. trimakasih infonya.Maju terus schoolofuniverse.com

Leave a Reply