Entries RSS Comments RSS

Merdeka atau Mati

Hari ini, 17 Agustus adalah hari kemerdekaan ke 62 negaraku, Republik Indonesia tercinta. Kalau melihat umurnya, hmmm sudah cukup tua ya. Dilihat dari rata-rata usia harapan hidup Indonesia yang cuma 65 tahun, ya sudah hampir dekat lah. Lho lho lho, apa nih maksudnya? Masa kita mau teriak Indonesia mau merdeka atau mau mati? He he hehe.

Ngga gitu, aku cuma pingin napak tilas pada perasaanku sebagai rakyat Indonesia. Semakin lama makin berubah nih. Dulu, waktu masih kecil acara 17 belasan adalah acara yang dinantikan. Soalnya saat-saat seperti ini banyak kegiatan menarik yang bisa diikuti oleh anak-anak seperti aku. Lomba balap karung, panjat pisang, gigit koin, dan lain-lain yang kelihatannya sih seru di mata anak-anak.

Aku pernah ikut lomba balap karung waktu masih SD. Lumayan lah, saat itu aku jadi juara dua. Hadiahnya? Standar aja, cuma buku dua keping (juara satu dapat satu keping kali ya, jadi mendingan juara 3). Meskipun hadiahnya sedikit, aku bangga bisa menang perlombaan. Sayangnya kegembiraan memperingati HUT RI hilang ketika aku mulai masuk SMP. Soalnya mulai saat itu HUT RI selalu erat kaitannya dengan upacara dan hilangnya acara favorit di TV. Sebel aja, ketika harus datang ke sekolah untuk upacara saat orang lain liburan dan asyik bersenang-senang ikut lomba. Pas pulang di rumah, acara TV-nya cuma liputan perayaan HUT RI di berbagai tempat. Ngga rame.

Semakin lama semakin kelihatan kalau hidup di Indonesia tuh ruwet. Koq bisa-bisanya ya negara sekaya ini rakyatnya hidup sengsara. Bayangkan, perusahaan minyak seperti Caltex yang katanya cuma dapat bagian beberapa belas persen bisa menyediakan fasilitas yang sangat wah untuk karyawannya. Lah kemana bagian Pertamina yang puluhan persen itu?

Setiap hari berita diisi dengan bencana alam dan kesialan hidup di Indonesia. Wah jadinya dulu pingin pindah warga negara aja deh. Masa depan koq kelihatannya suram ya di Indonesia. Sampai akhirnya aku menetap sementara di Malaysia sini, pandangan negatif tentang menjadi warga negara Indonesia mulai berubah.

Ternyata sama saja, di mana-mana yang namanya hidup adalah perjuangan. Kalau kita melihat hidup di negara orang lain itu enak, ngga juga tuh. Sama. Kita harus memperjuangkan hidup kita sendiri. Jadinya malah aku pingin cepat-cepat kembali ke Indonesia dan mulai membangun kesejahteraan keluargaku dan orang-orang disekitarku. Walau bagaimana, keluarga dan orang-orang disekitarkulah yang lebih penting daripada hidup senang di negara orang lain. Apa tega, meninggalkan keluarga kita hidup seadanya sedangkan kita senang-senang di negara lain? Tentu lebih enak kalo kita hidup senang di Indonesia dan bisa membantu keluarga kita dan orang-orang yang dekat dengan kita supaya mereka juga hidup sejahtera seperti kita. Iya ngga?

Hehehe, iya deh, doain ya mudah-mudahan risetku cepat selesai. Udah mulai bosen nih hidup di Malaysia. Enakan hidup di Indonesia, percaya deh.

Semoga Tuhan memberkati kita dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan yang berlimpah di dunia dan akhirat. Aamiiin. :)

  • Share/Bookmark

One Response to “Merdeka atau Mati”

Leave a Reply