Entries RSS Comments RSS

Gampang Belajar

Ini cerita dari pengalaman pribadi. Dulu sebelum tahun 1999 bisa dibilang saya hampir tidak pernah shalat qashar dan jama’. Setiap dalam perjalanan selalu saya berhenti dan shalat dengan jumlah rakaat yang lengkap. Tahun 1999, saya berniat menikah dan membeli satu set buku fikih sunnah karya sayid sabiq, rencananya buat mas kawin, eh malah ga jadi ngasih buku buat mas kawinnya. Dalam buku ke empat, bagian shalat dalam perjalanan saya baru menemukan penjelasan yang lumayan lengkap mengenai shalat jama’ dan qashar.

Dalam buku ini juga dibandingkan pendapat beberapa aliran besar seperti hanafi, maliki, hambali, dan syafii. Ada yang mewajibkan shalat qashar dan yang paling rendah adalah sunnah (madzhab syafiie). Yang agak gimana ya, bukan aneh sih, cuma sedikit gimana gitu, adalah tentang batas jarak orang melakukan shalat qashar. Kalau dalam buku itu, beberapa ulama dibilang mengambil jarak 82 km yang diambil dari hadits haramnya wanita berjalan sendirian tanpa muhrim selama sehari. Kalo kata sayid sabiq, itu ngga sah dipakai dasar qashar. Apa hubungannya qashar dengan wanita berjalan. Lalu disebutkan ada beberapa hadits yang menyebutkan tentang jarak minimal seseorang bisa qashar, yaitu sekitar 3 mil (ngga sampe 6 km) ketika rasul menguburkan seseorang. Nah, deket banget kan.

Selain jarak, hal penting lainnya adalah lamanya perjalanan yang bisa qashar. Langsung pada kesimpulan akhir, ngga ada batas hari. Karena ada sahabat yang pergi ke uzbekistan, selama 3 tahun shalatnya di qashar.

Shalat jama’ juga jadi indah, karena disebabkan hujan lebat saja rasul pernah menjama’ shalatnya. Jadi selama ada sesuatu yang urgent, katanya sih bisa shalat di jama’. Ngga harus dalam perjalanan lho.

Bayangkan bagaimana mudahnya hidup kita di sini, yang sedang dalam perjalanan. Bisa shalat di jama’ dan di qashar terus-terusan. Tapi saya punya feeling, cuma saya doang deh mahasiswa UTP dari Indonesia yang shalatnya sering jama’ dan qashar. Ngga jama’ dan qashar kalo sedang ada request atau pingin berjamaah.

Nah yang di atas itu adalah amma ba’du, atau by the way. Inti yang mau saya bincangkan di sini adalah mudahnya orang untuk mengerjakan Islam di jaman Rasul. Kayaknya sih, dulu Rasul cuma nyuruh yang wajib-wajib aja. Sedangkan yang sunnah adalah hasil dari orang-orang yang merasa perlu ibadah tambahan lain dan bertanya kepada Rasul atau orang-orang terdekatnya tentang ibadah tambahan lainnya. Kalo ngga nanya, ya sudah hidup berjalan seperti apa adanya. Kayaknya lho ya, soalnya biasanya di hadits disebutkan orang bertanya kepada aisyah atau orang lain tentang ibadah Rasul. Setidaknya saya belum menemukan Rasul bersabda, hai orang-orang beriman shalat tarawihlah kamu sebagai ibadah sunnah atau yang setipe dengan itu.

Dan sepertinya orang dulu pun belajar seperti itu. Kalau memang mau ikut pengajian, ya datanglah ke pengajian. Ngga ada yang mau ikut pengajian imam hambali ditanya dulu sudah shalat tahajud berapa kali dalam seminggu atau puasa sunnahnya pakai yang mana. Jaman belakangan ini aja mungkin yang pakai metoda seperti itu. Misalnya, orang yang mau masuk universitas di timteng dan dapat beasiswa, ditanya dulu sudah hapal berapa juz. Ada lagi tempat belajar agama yang mewajibkan santrinya supaya shalat tahajud tiap malam.

Ibadah-ibadah yang tadinya sunnah, atau dilakukan oleh orang yang merasa perlu ditambah ibadahnya sehingga bisa lebih dekat dengan Allah akhirnya jadi diwajibkan. Sebenarnya boleh ngga ya mewajibkan sesuatu yang sunnah? Soalnya sudah banyak gejalanya yang sunnah itu dijadikan wajib. Ada yang mewajibkan setoran infaq minimal sekian persen dari penghasilan, ada yang mewajibkan hapalan sekian ayat dalam satu bulan (kalo lagi belajar hafidz sih ngga papa ya), ada yang mewajibkan baca doa-doa tertentu setiap hari. Dan jangan main-main dengan kewajiban dalam satu kelompok ini. Soalnya kalo tidak melaksanakan ada sangsinya. Ibadah sunnah, kan jelas. Kalo melaksanakan dapat pahala, kalo tidak melaksanakan tidak apa-apa. Nah ini harus dilakukan dan kalo tidak dilakukan ada yang dihukum, ada yang didenda, ada juga yang sampai dikeluarkan dari jamaah, jadi wajib kan?. Susahnya belajar Islam di jaman sekarang.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply