Entries RSS Comments RSS

A Journey to Find God (Part I)

Home

Sebagai seorang manusia yang dilahirkan dalam keluarga Islam, dulu aku ngga pernah berusaha untuk mencari Tuhan. Semua doktrin tentang Tuhan dan agama aku terima begitu saja sebagai sesuatu yang pasti benar dan harus dipegang teguh-teguh tanpa pertanyaan. Kalaupun ada usaha untuk belajar kebenaran agama, ya hanya untuk justifikasi terhadap apa yang sudah ada. Bukan membanding-bandingkannya untuk mengetahui kebenarannya dan bahkan kadarnya.

Tapi dunia terus berputar dan banyak hal-hal yang membuat aku harus belajar memahami agama ini. Terutama sekali sewaktu aku sering sakit hati gara-gara agama. Lho koq bisa sakit hati? Iya lah sakit hati karena terlalu banyak peristiwa yang menyedihkan buat aku sebagai seseorang yang merasa beragama dengan baik.

Mau contoh? Banyak lho contohnya. Misalnya saja kalo denger berita tentang palestina. Wah dulu aku yang merasa sebagai muslim sejati selalu sakit hati karena merasa orang palestina itu adalah saudara saya dan saya harus sakit hati karena saudara adalah seperti satu tubuh, yang bila salah satu bagian tubuh itu sakit maka bagian lainnya pun akan sakit. Peristiwa lainnya masih banyak lagi, seperti kerusuhan ambon, perang afghanistan, irak, bom bali, bom wtc, dlsb.

Semua itu lama-lama membuatku muak. Koq beragama malah membawa sakit hati. Bukankah beragama seharusnya membawa ketenangan dan kedamaian? Lalu dimulailah perjalananku mencari Tuhan.

Buku pertama yang aku baca adalah struggling to surrender dari Jefrey Lang, dilanjutkan kemudian dengan even angel ask by the same author.  Ada sih beberapa konsep yang nambah buat aku, tapi rasanya ada yang belum ketemu. Alhasil ikutlah aku di chatting IRC jaman baheula. Tambah semangat lagi untuk belajar dan membaca.

Tapi lama-lama aku bosan juga, koq ngga nemu-nemu ya yang membuat aku tenang. Apa yang salah ya dengan pendekatanku? Pikir-pikir sampailah pada kesimpulan bahwa aku harus belajar tentang Tuhan dulu, baru belajar yang lain. Bacalah buku tentang tauhid dan sekitarnya. Tapi teteup, ga mudeng juga otakku ini. Malah tambah puyeng dengan konsep yang kalo dipikir-pikir pake logisisasi ngga mau masuk juga ke otak.

Buku terakhir, ditemukan juga fikih sunnah karangan sayid sabiq. Ada 14 buku, yang kubeli dulunya sih diniatkan buat mas kawin. Dibuku pertamax dibilangin beragama itu yang mudah-mudah saja. Ngga usah mikir susah-susah.

Eh bener juga. Akhirnya aku ngga mikir susah-susah. Ngga usah mikir agama mana yang benar dan yang salah. Konsep Tuhan mana yang valid dan yang ngga valid. Just except it apa adanya. Jalanin hidup sebagaimana yang aku mau, tapi tetap terkendali tidak merugikan orang lain dan melanggar norma-norma. Kalau perlu tahu dalil ya tinggal baca di buku dan googling. Kalo ngga perlu, ya tinggal jalanin aja.

As simple as that, dan sekarang hatiku lebih tenang. Mudah-mudahan makin dekat pada Tuhan. Terima kasih Tuhan.

  • Share/Bookmark

One Response to “A Journey to Find God (Part I)”

Leave a Reply