Entries RSS Comments RSS

A Journey to Find God (Part II)

“I have a meaningful life and gives meaning to other’s life”

“Aku punya hidup yang berarti dan memberi arti pada hidup orang lain”

Cerita sebelumnya adalah tentang sikap hidup pertamaku dalam beragama. Selanjutnya adalah tentang memaknai peranku sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan. Cerita dimulai yah.

Jadi begini, kan sudah jelas aku maunya yang gampang-gampang aja dalam beragama. Ngga usah repot deh, yang penting tenang dan damai. Lalu bagaimana memposisikan diri aku sebagai warga dunia? Kan ada lagi tuh agama-agama yang lain, yang menurut klaim penganutnya semua agama itu benar.

Aku baca-baca lagi dalam buku agama. Ternyata dalam agama Islam pun diakui bahwa orang yang tidak beragama Islam (maksudnya dalam KTP atau ID Cardnya mencantumkan Islam sebagai agama atau religion) bisa selamat di akhirat sana. Lho lho lho, bagaimana caranya?

Begini, dalam al quran disebutkan bahwa seseorang itu tidak akan diazab berdasarkan keimanan kepada Tuhan YME kalau belum datang pada dia seorang rasul. Ayatnya? Udah gede koq masih mau disuapin, lagian ayat al quran juga ngga sebanyak hadits, cari sendiri ya dek. Terus di ayat yang lain juga disebutkan beberapa penganut agama yang beramal shaleh tidak ada kekhawatiran atas diri mereka. Mereka juga bisa masuk surga.

So, menurut aku yang bukan ber KTP agama Islam juga bisa masuk surga bo. Yang protes silahkan kasih komentar atau kirim surat. Ayat quran itu ada yang mahkamat dan mutasyabihat. Yang jelas-jelas, ya udah terima aja apa adanya. Yang perlu pemikiran mendalam untuk memahaminya, ya silahkan saja buat yang berminat. Kalo aku sih orang awam, dilihat pake kacamata awam aja deh. Memangnya ngga boleh ya orang awam masuk surga.

Lagi pula,  bukan surga atau neraka yang aku cari. Aku mencari ketenangan dan kedamaian hidup dalam cinta Tuhan. Kalo ada yang ngiri, ya cari sendiri lah ketenangan dan kedamaianmu sendiri. Rahmat Tuhan itu luas koq, masa sih aku ngga boleh mencicipinya dari sudut pandangku sendiri.

  • Share/Bookmark

One Response to “A Journey to Find God (Part II)”

  1. Fachri says:

    Wah…, seneng banget bacanya. Apa yang kamu alamain kurang lebih sama dengan apa yang aku alamin. Sampai saat ini aku lebih setuju dengan Einstein : aku percaya pada Tuhan yang menampakkan diriNya dalam harmoni keteraturan atas semua yang ada. Bukan Tuhan yang sibuk mengurusi nasib dan tindakan-tindakan manusia….Semoga kita semua mendapatkan kedamaian dn cinta Tuhan….

Leave a Reply