Archive for November, 2007

Have you ever read the word “Jongos”? Or have you ever read the word “usherer”? Usher is the word, and suddenly they add er after the word. That’s what I’ve become from 25 to 28 of November 2007.

I was assigned as the jongos man to help the ICIAS 2007 committee. The job was simple, only help people to go to the right direction. The event was held in KLCC, maybe the most prestigious Convention Center, here, in Malaysia. The location is below the famous Petronas Twin Tower. There are so many different events held at the same time with ICIAS 2007 at KLCC.

Click to continue reading “Jongos Everybody?”

Tags:

ini cerita tentang pemuda yang biasa-biasa saja
dari bangun pagi sampai tidur kembali dia sama saja dengan yang lainnya
dia beribadah dan beraktivitas sama saja dengan yang lainnya
dia tersenyum dan marah juga sama saja dengan yang lainnya
tapi ada sesuatu darinya yang lebih sibuk dari yang lainnya..

Click to continue reading “Seorang Pemuda dalam Kehidupan 24 Jam (Lebih Sedikit)”

Tags:

Pas awal datang ke Malaysia, kami sekeluarga BT sekali. Maklumlah, tinggal di negeri orang dan ngga punya apa-apa. Bayangkan belum punya TV, belum punya kendaraan, dan belum punya kawan. Sehari-hari untuk mengisi kegiatan ya paling main di rumah. Tapi kasian kan istri nungguin anak doang seharian di rumah.

Pasar di sini yang ramai hanya ada setiap hari Rabu sore. jaraknya dari rumah sekitar 1 km. Kalo jalan kaki, ya lumayan lama lah, bisa 15 - 30 menit. Belum lagi udaranya yang panas menyengat. Makanya kami sangat bersyukur kalo ada orang yang naik mobil mau ngajak kami pergi atau pulang bareng. Bayangkan lagi, kalo aku harus pergi ke kampus dari rumah naik sepeda. Gosong, bertambah hitamlah kulit yang memang sudah coklat dari sananya.  Untung pas bulan puasa ada kawan yang rela ditumpangi mobilnya untuk pergi ke kampus.

Akhirnya dengan semangat membara, kami paksakan juga membeli sebuah mobil tua. Mungkin mobil kami adalah mobil paling tua diantara pelajar Indonesia eh Internasional yang ada di sini. Honda Accord, 1600 cc, tahun 1981. Tapi dengan mobil ini kami berhasil mengusir kerinduan kami pada suasana di Bandung, at least kalo mau jalan-jalan sekeluarga jadi lebih mudah. Dan akhirnya, kebeli juga sebuah televisi untuk hiburan di rumah.

Sayangnya, pertimbangan kami untuk membeli TV dulu sederhana aja, ngapain beli jauh-jauh kalo ada yang dekat. Dan ngapain beli mahal-mahal kalo ada yang murah. Tapi ternyata untuk urusan barang elektronik, memang harga, merek, dan tempat jual memang sangat menentukan. Kawan kami beli di hypermarket (yang jaraknya 40 km dari rumah) boleh menukar dengan yang baru selama ada dalam masa garansi. Pas baru sebulan beli, memang tuh TV merek ga jelas ngadat. Tapi berhubung masih garansi, dia dapat TV yang baru. TV aku, setelah 8 bulan mengabdi akhirnya tewas juga. Tapi beda nasib, dasar belinya di tempat ga bonafide jadilah mengesalkan hati, ga puas dengan pelayanan si penjual. Masa ngebenerin TV sampe sebulan, baru selesai. Udah gitu satu dibenerin yang lain jadi ngaco. Beda banget deh sama yang dapat replacement baru.

Untungnya mobil yang kami beli ngga mengecewakan. Irit banget, dengan satu liter kami bisa pergi sampe 12 km. Ngga ngerepotin juga merawatnya, cukup ganti oli secara teratur udah bisa jalan dengan lancar. Kalo menurut penumpang yang pernah kami bawa, mobil ini lumayan stabil dan nyaman. Selain itu bodinya juga memang seperti mobil beneran, ngga seperti mobil buatan lokal yang kayak kaleng dipasang di bodi mobil.

So lessons learned. Beli barang sebaiknya yang bermerek jelas. Mahal sedikit tapi puas. Jaminannya juga lebih bagus. Apalagi kalo belinya di tempat yang bonafide, wah lebih aman deh.

Tags:

Okeh, sekarang aku mau cerita pengalaman memilih rumah sakit di Bandung dan di Malaysia sini.

Sewaktu kehamilan anak pertama istriku masih bingung memilih tempat melahirkan. Maklumlah, anak pertama. Pinginnya sih melahirkan di tempat di mana orang yang membantu melahirkan adalah orang yang baik buat istriku. Soalnya kadang kata orang, dokter atau bidan anu baik, tapi ada juga orang yang trauma ditangani oleh dokter atau bidan yang sama. Yah, mungkin sama seperti mencari jodoh kali ya.

Akhirnya berkelanalah kami mencari dokter yang tepat. Pertama kali, kami pergi ke seorang dokter laki-laki di poliklinik Islam. Ternyata, perutnya itu dibuka dan dipegang-pegang ya. Istriku merasa ngga nyaman. Terus kami cari dokter wanita, akhirnya dapat deh dokter Anita di Jalan Merdeka, Bandung.

Click to continue reading “Melahirkan di Rumah Sakit”

Tags:

Live in a very remote area, makes me miss my hometown, Bandung. I’ve been living in Bandung for 12 years since 1994 before I went to Seri Iskandar, Malaysia. What do I miss a large from Bandung? Fiuh, there are so many things to miss from Bandung.

First, I love the weather. It is not hot or cold, just a nice weather. The temperature will be around 18 to 23 degree Celcius, almost every day. Here in Seri Iskandar, you can have 28 to 35, which is a very hot environment event in the night.

Click to continue reading “Favourite Travel Destination”

Tags: