Puisi ini dibuat oleh salah seorang kawan, untuk menghibur hatiku yang sedang sedih karena makin lama aku makin “jauh”. Tahun 2000.
a landscape for brother “A”
ketika sebutir tasbih jatuh di haurmekar
wiridku berkurang satu;
dan manakala rehalku tergantikan honor proyek,
maka kitabku makin terpuruk di sudut kamar
ganesha – salman – haurmekar
adalah dermaga tempatku berlabuh
pikir-dzikir-dan berahi,
sedang di kamarku
aku menjadi manusia yang masih mencari makna
Gusti Allah ! Gusti Allah !
ijinkan kupungut kembali butiran tasbih
yang tercecer di perjalanan hari kemarin;
ijinkan kutaruh kembali kitab
yang tersingkir buku-buku otomasi.
Dan ijinkan aku, menggelar sajadah di kesejukan duapertiga malam-Mu
menyambut ampunan-Mu
menyongsong barokah-Mu.
Aku rindu untuk itu, Ya Allah….
