Salam,

Tuhan telah menciptakan seluruh alam semesta ini dalam keteraturan yang sangat detail. Rasanya segala hal ada tempat yang sesuai, waktu yang sesuai, dan jodoh yang sesuai. Ada yang berkawan dengan kebaikan dan ada juga yang berkawan dengan keburukan.

Tentu saja, kalau buat aku, mengetahui bahwa segala sesuatu sudah pada tempatnya maka tidak ada kekhawatiran lagi terhadap masalah yang ada dalam kehidupan ini. Tenang saja, semua sudah pada tempatnya.

Ada orang yang lahir dalam keluarga kaya, dan lebih banyak lagi yang lahir dari keluarga miskin. Ada yang Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Baha’i, Atheis, dan lain-lain kepercayaan. Bahkan dalam satu agama pun ada yang salafy, jama’ah tabligh, hizbut tahrir, PKS, dll. Semuanya adalah pada tempatnya dan yang ada di dalamnya adalah orang-orang yang berjodoh dengan tempat itu.

Bagi sebagian orang, adalah logis segala macam penjelasan yang berasal dari tempatnya. Mudah diterima, masuk akal, dan sesuai dengan syarat-syarat ilmiah. Tapi begitu berhadapan dengan tempat lain, rasanya koq seperti berhadapan dengan kumpulan orang bodoh, bebal, dan tidak mau berfikir dengan baik.

Padahal sih, mungkin lebih baik dibiarkan saja setiap orang berada dengan jodohnya masing-masing. Selama tidak merugikan orang lain atau malah menguntungkan, ya biar sajalah. Apalagi kalo kita sendiri ngga bisa melakukan apa-apa.

Misalnya gini, ada sebagian orang dari kelompok agama tertentu melakukan kegiatan sosial. Tapi ternyata mereka melakukan dakwah tersembunyi dalam kegiatan sosial itu. Kalo misalnya orang yang menjadi target kegiatan itu diuntungkan dan memang kita ngga bisa melakukan sesuatu untuk menguntungkan orang-orang itu, ya biar saja toh. Memangnya siapa yang rugi? Yang kerja sosial orang lain, koq situ ngamuk.

Tidak etis? Silahkan saja namakan demikian, apa sih namanya orang yang melakukan sesuatu yang tersembunyi? Apa sih balasannya dari Tuhan untuk orang seperti itu? Ngga usah terlalu lama difikirkan lah. Biarkan saja itu berlalu, dan kalau bisa buatlah kegiatan sosial yang lebih baik dari orang yang kamu sebali itu.

Begitu juga dalam belajar, setiap orang punya jodoh dalam hal pelajaran apa yang sesuai, bagaimana cara disampaikannya, siapa yang menyampaikannya. Misalnya saja ada orang yang lebih sesuai belajar Matematika daripada ilmu Sosial. Atau ada yang lebih jago belajar agama daripada bisnis. Ada yang belajar dengan cepat, dan ada juga yang belajar lambat. Setiap orang, punya jodoh dalam belajarnya.

Dan rasanya ngga perlu jadi ejekan kalau seseorang tidaklah bagus dalam suatu hal, karena dia pasti memiliki kelebihan di tempat yang lain. Sebagai orang yang terbiasa terpinggirkan, aku juga pernah merasakan sakitnya hati saat kelemahanku jadi bahan ejekan.

Mudah-mudahan saja, semua orang bisa memaksimalkan kelebihannya dan meminimalkan kekurangannya. Mudah-mudahan juga semua orang bisa mencari jodohnya dalam segala hal. Soalnya, kalo berada di tempat yang salah, di jodoh yang salah, maka kita akan menjadi pusing beribu keliling.