======
mau yang lebih ekstrim?
ini parodi tentang mereka yang dijuluki para ‘pasak bumi’
seorang pemuda berkata sendiri..
- tahan, tahan, tahan..
tubuhnya seolah menahan beban yang luar biasa berat..
wajahnya pucat, keringatnya bercucuran..
pemudi di sampingnya berpikit nyeleneh..
- kamu tergoda olehku?
- tahan, tahan, tahan..
- apa sih yang kamu tahan? nafsumu?
- bukan.. nafasnya terengah-engah..
- lantas apa? kenapa kamu suka begitu?
pemuda itu tak menjawab, hanya tersenyum..
- ga papa.. aku tidak akan menganggumu..
- tahan, tahan, tahan..
kali ini di sebuah rumah ibadah tua..
- sudahlah nak, ikhlaskan..
seorang sholeh duduk disampingnya
- tahan, tahan.. tuhan tolong tahan..
- nak, kenapa kamu menahan sesuatu yang mesti terjadi?
- pak, saya ga tega, kasihan.. jangan biarkan langit runtuh, bumi begitu lemah.. tuhan tolong beri kesempatan..
- nak, nabimu saja tidak bisa menghindari takdir.. apalah dirimu?
- tidak bisakah pak?
- tidak!
- pak, saya tidak tega.. saya melihatnya..
- ya sudah, tidak apa-apa..
- kenapa saya diperlihatkan kalau tidak bisa mencegahnya?
- kamu sudah melakukannya, nak.. sudahlah..
- saya sudah melakukannya?
- setidaknya hingga saat ini semua baik-baik saja kan?
- tapi besok, bagaimana pak?
- nak, dengar.. kamu tidak akan bisa mengubah garis hidupmu. sekalipun kamu rela mati untuk itu.
- pak.. saya.. saya hanya tidak tega.. biar saya yang ganti smua..
- nabimu pernah menangis sepertimu dan memohon lebih darimu..
orang sholeh itu meninggalkan pemuda dalam keletihannya..
sebelum benar-benar pergi, katanya..
- ikhlaskan, nak.. demi nama tuhanmu, yang dititipkannya dalam batinmu..
Dia yang maha Pengasih lagi maha Penyayang..
anis