Dulunya (belum lama-lama banget sih), weblog ini jarang ada yang mengunjungi. Maklum, aku kan bukan selebriti dan juga bukan penebar pesona. Ngga ada maksud juga supaya banyak dikunjungi, soale kadang isinya rada private gitu lah. Toh memang sampe sekarang pun ngga banyak pengunjungnya. Lha, ngapain juga ente datang, hehehe. Iseng ngga ada kerjaan ya.
Tapi, menulis aja, membuat bosan. Kadang pengen juga lihat-lihat, baca-baca, mikir-mikir, apa sih yang orang lain lakukan. Jadilah aku belog walking kesana kemari dengan bantuan om google. Pertama-tama, kata kuncinya adalah “perjalanan mencari tuhan”. Wah ternyata kata kunci ini malah membawaku ke lingkungan orang-orang ajaib. Dari mulai omaigat, kosongempatsembilan (almarhum?), antosalafy, dll.
Tadinya juga, ngga ada niat buat ngasih komentar apa-apa. Tapi kadang tangan gatel juga ngeliat tulisan orang. Jadilah pikiran iseng tertumpah ke website milik orang lain. Ternyata, ada efek samping yang ngga disangka-sangka. Apa hayo.
Efek sampingnya adalah makin banyaknya pengunjung ke belog ini. He he he, mungkin mereka akan kecewa karena isi blognya ya biasa-biasa aja. Ngga ada yang istimewa, karena aku nya memang orang (luar) biasa aja dan cuma bisa mencurahkan hati dengan cara yang biasa. Apalagi yang bahasa Inggrisnya, plain text banget deh.
Cuma, yang tadinya pengunjung utama hanya aku sendiri, sekarang bertambah dengan puluhan orang yang ngga pernah aku kenal dan ketemu. Apa ini bisa dinamakan silaturahmi? Ah kayaknya ngga deh. Silaturahmi, ngga cuma dalam tatanan ngobrol doang. Kalo kata Tukul sih, seharusnya silaturahmi menyebarkan aura positif. Aura apakah yang disebarkan oleh blog?
Kayaknya blog suatu saat akan menjadi seperti chatting. Hangat di depan, membosankan dibelakang. Jadi ingat dulu waktu masih muda (belum nikah maksudnya). Menghabiskan berjam-jam di depan komputer untuk ngobrol (sama dong dengan ngasih komentar di belog) dengan tujuan ngga jelas. Kadang “perang” pemikiran, baik dengan yang beda agama atau dengan yang cuma beda keyakinan (sama agama). Setelah berbulan-bulan dilakukan, lama-lama bosan juga.
Terus juga aku perhatikan, para aktifis chatting itu hampir seharian ngendon di depan komputer. Lalu apa yang dia lakukan untuk orang-orang sekitarnya? Kayaknya ngga ada deh kalo pun ada, ya minim banget (including me). Pesan-pesan baik, cuma ada ditulisan saja, bukan dikarya nyata.
Belog walking, bikin kaki jadi belog belepotan. Sibuk baca dan ngomentari tulisan orang. Atau bikin tulisan dan ngebales komentar orang lain. Jadi, apa yang dilakukan benar-benar untuk orang lain? Hampir ngga ada ya? Yah, mudah-mudahan aja perasaanku ini salah. Mudah-mudahan para aktivis belog, memang orang-orang yang membawa manfaat untuk orang sekitarnya. Yang waktunya ngga cuma habis untuk nulis dan komentar, tapi juga habis untuk melakukan perbuatan nyata yang bermanfaat buat orang lain.
Aku sendiri gimana? Ha hahaha, sama aja. Kesibukan paling cuma ke kampus, baca e-mail, lihat blog, nulis, ngomentari, dan gitu-gitu aja deh. Kegiatan fisik paling cuma ngurusin anak istri. Mau berbuat sesuatu buat masyarakat? Ah, ngga ada yang menonjol. Maklum, mahasiswa. Orang sekitar kayaknya terlihat lebih makmur daripada aku.
Yah, mungkin nanti kalo udah balik ke Indonesia, ada hal baik yang bisa aku lakukan buat masyarakat. Ngga kayak sekarang nih, cuma sibuk dengan urusan sendiri. Mencari kenikmatan dengan memanfaatkan internet, hehehe. Indonesia, tunggu aku pulang yah.

Kebimbangan yang bapak hadapi sama seperti beberapa minggu lalu saya hadapi, sampai saya menulis
” DUNIAKU ADALAH DUNIA NYATA ” dan ” SEBUAH TULISAN ”
makanya sekarang saya sedanga sik menikmati dunia nyata , kembali memberikan aura positif di dunia nyata he..he..he.
iya nih, sebenernya sih udah dari dulu waktu kost lihat banyak mahasiswa aktif di kampus dan ikut kegiatan sosial luar kampus. Tapi di tempat kostnya sendiri, dia ngga dikenal sama masyarakat. Lah aneh toh, kenapa sampe ngga dikenal padahal aktif dikegiatan sosial