Tahun 2004 ketika SBY terpilih menjadi presiden, Indonesia sudah mulai dirundung bencana. Bahkan dimulai dengan bencana yang sangat dahsyat, dimana ratusan ribu orang meninggal dunia dan kerugian yang mungkin mencapai trilyunan rupiah. Beberapa orang yang percaya mistis bilang, ini gara-gara naiknya SBY meminta korban.
Setelah itu, bahkan sampai sekarang bencana masih menimpa Indonesia. Tapi menurutku bukan karena naiknya SBY minta kurban. Ya memang sedang terjadi bencana di mana-mana di seluruh dunia. Masa naiknya SBY menimbulkan korban di seluruh dunia? Ngga mungkin kan?
Yang kena tsunami, ngga cuma Indonesia. Ada lagi korban Topan badai Katrina di negara yang malah katanya Adidaya super duper kelas dunia, Amerika. Di Cina ada banjir. Bahkan di Malaysia sini pun, ternyata banjir juga jadi bencana. Yang mengungsi itu sampe puluhan ribu lho.
Kalo penanganannya, ya tergantung kemampuan dong. Ngga mungkin mengharapkan Indonesia mampu menangani korban bencana seperti Amerika atau bahkan Malaysia menangani bencana. Beda kemampuan, juga beda sumber daya keuangan.
Kalo dari segi keterampilan para pekerja sosial yang memberi bantuan, ya mungkin sama atau malah di Indonesia lebih baik. Tapi dengan dukungan peralatan dan keuangan yang lebih baik, tentu terjadi peningkatan efek yang cukup besar terhadap hasilnya.
Kalo dari segi kemampuan melihat peluang gimana? Ya sama aja deh, ngga di Indonesia doang yang terjadi perebutan harta ghonimah (emangnya perang ). Ada aja deh yang ngambilin alias menjarah barang orang lain yang sedang kesusahan, bahkan di Amerika sana.
Oh iya, tadi pagi baru saja lihat berita tentang meninggalnya Benazir Butho di Pakistan akibat terbunuh. Wah, dulu ya waktu jaman Pak Harto paling kita lihat berita kayak gini terjadi di luar negeri. Perang antar Irak-Iran, perang saudara di Irlandia, dll. Dulu sih cuma jadi tontonan aja, ngga terlalu terasa miris melihatnya.
Eh, ternyata kejadian juga di Indonesia. Perang Ambon, perang Madura-Dayak, ternyata ada juga di Indonesia. Korbannya juga ngga tanggung-tanggung, sampai ribuan. Nah mungkin satu saat, yang kayak Benazir itu ada di Indonesia. Entah karena persaingan politik atau alat agama.
Sekarang sih, kalo perang elit politik di Indonesia ngga kelihatan. Maklum deh, perangnya pake dukun santet hehehe. Pakuat-kuat dukun deh. Satu saat nanti, mungkin sudah pake senjata. Naudzubillah.
ada yang bilang pak iwan, kenapa bencana dan kekerasan itu terjadi beruntun di negeri kita? konon dari nama presiden dan wakilnya, hehehehe
sby, ada nama yudo yang berarti perang. kemudian pak yusuf kalla, yang konon kalla itu nama salah satu dewa yang suka memangsa manusia, bethara kalla. walah, bener apa ndak, saya juga ndak tahu. yang jelas, bencana dan kekerasan yang melanda berbagai belahan dunia perlu dimaknsai sebagai “warning” *halah sok tahu* dari Sang Pencipta agar kita segera eling dan kembali ke jalan yang lurus. *halah*