iwan – anak usia 12 tahun itu – berlari pulang kerumahnya..
sebuah gubuk dari kardus di pinggiran rel kereta..
dibantingnya amplop putih yang diterimanya dari keluarga
yang baru saja mengadakan perhelatan walimatul shafar..
tuk memohon restu tuk berangkat haji
dan memohon doa tuk kemabruran hajinya..
iwan berteriak di telinga ibunya..
karena rumah kardusnya hanya seputaran badannya saja..
tuhan tidak adil!!
haji untuk yang mampu, untuk mereka yang kaya!!
tidak untuk kita, yang uang sekolah saja ga punya!!
hush..
ibunya menghentikan teriakan itu..
ada apa?
sudahlah, bu.. percuma dengarkan ustad di masjid..
agama ini punya orang kaya saja..
iwan, tuhan itu tidak seperti dugaanmu..
tuhan itu maha adil..
adil??
ibu kesiangan bicara keadilan..
iwan membanting tubuhnya di lantai kaurdus itu,
hatinya sakit sakit sakit..nyeri tak terperih..
ibunya menghampiri.. membelai kepalanya dan berkata..
wan, tuhan itu tahu kalau agama ini untuk semua orang..
maka Dia bilang haji untuk yang mampu..
karena yang beragama ini ga akan hanya mereka yang dijazirah tanah suci itu saja..
bukan berarti hanya untuk si kaya,
asal mampu menempuh jaraknya, itu sudah cukup..
ibu.. hari gini?? menempuh jarak itu pakai duit..
ibunya terdiam membisu..
bu, katanya haji itu termasuk rukun islam..
kesempurnaan bagi yang melaksanakannya..
tapi tau ga bu??
itu bagai mimpi untuk orang susah kayak kita..
iwan beranjak ganti kemeja koko satu-satunya itu
dengan kaos oblongnya yang lusuh tuk lanjutkan acara memulung..
iwan tidak tahu sejak kapan ia menjadi pemulung,
rasanya sejak hidup di dunia ini, dia seorang pemulung..
mengais dan mengais..
mengorek dan mengorek tumpukan sampah..
yang sebagian melihatnya bak anjing kudis..
bau dan hina..
sesaat, didengarnya keluh sang ibu..
ya Allah, maafkan aku yang telah melahirkannya..
tanpa bisa membawanya keluar dari takdir kemiskinanku..
kalau Kau buat aku tak mampu membawanya ke tanah suciMu..
kumohon, bawalah tanah suciMu ke sini..
ke tanah ku yang reot dan tak pantas ini..
sontak, Iwan memeluk ibunya..
bu, maaf..
iwan hanya kesal.. bukan marah pada ibu..
kata ustad dimasjid,
haji yang mabrur itu manakala pulangnya lebih baik dari perginya..
doakan saja iwan, bu..
agar bisa buat hari kita memperoleh lebih banyak kebaikan dari hari kemarin..
agar iwan menjadi anak yang lebih baik dari kemarin..
agar iwan tidak pernah letih berjuang tuk lebih baik..
agar iwan jadi mambur..
biarlah haji kita di sini, bu..
tangannya memegang dadanya..
matanya menatap mata ibunya..
mengalirkan airmata penuh asa..
ibu membelai punggung iwan..
dalam hatinya.. tumpah ruah basah
ya Allah…
betapa dekatNya Engkau..
begitu kuminta..
begitu kau bawa tanah suciMu ke dalam hati anakku..
sejak itu wajah iwan lebih bercahaya dimata ibunya..
seolah terdengar di telinganya..
seruan suci dari dalam hati anaknya.
labbaika allaahumma labbaika..
labbaika laa syariika laka labbaika..
innal hamda wa ni’mata laka..
wa mulka..
laa syaariika laka..
aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah
aku datang memenuhi panggilanMu..
tidak ada sekutu bagiMu ya Allah..
aku penuhi panggilanMu..
sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu semata-mata..
segenap kekuasaan milikMu..
tidak ada sekutu bagi Mu..
====
ini hanya mencoba mengeksplorasi rasanya..
ternyata sedih ya..
terutama di bagian talbiyah..
seandainya itu bisa selalu mengalun dalam hati kita ya??
tanpa mesti semahal itu tuk orang macam iwan
yang kian hari kian banyak di negeri ini..
hiks.. netes nih..
ya Allah, maaf..
Dari Anis

alhamdulilah saya ni macam nak nangis tapi tak pe saya ni baru usiaa 11 tahun bila saya dah besar saya akan derma duit kepada orang miskin bila saya ada banyak reziki
sebenarnya sangat sulit sekali seseorang menuju kesempurnaan.
dari tulisan yang saudari yeti tulis saya mendapatkan pemahaman bahwa sesungguhnya sebelum kita menunaikan ibadah haji hendaknya lihat dahulu sekeliling kita.
apakah masih ada saudara kita yang masih kelaparan….
pahala yang besar bukan ketika kita pergi haji sedangkan masih ada tetangga kita yang masih kelaparan meratap nasipnya…
sebenarnya agama kita mengharuskan umatnya untuk kaya…
dan banyak sekali orang kaya yang akan lupa pada zakatnya yang dimana sebagiana hartanya adalah milik mereka dan tuhan menitipkannya melalui orang2 kaya.