Aku senang mendengarkan musik. Apalagi setelah aku tinggal di negeri orang ternyata aku kangen sekali dengan musik-musik Indonesia. Selain karena memang kata-katanya mudah aku mengerti, iramanya juga lumayan menenangkan hati. Setidaknya bisa mengobati kerinduan akan tanah airku.
Biasanya, musik-musik itu aku bawa dari Indonesia berupa file mp3. Ya, ini adalah musik bajakan yang tentu saja menguras rejeki para pemusik, produsen kaset/CD, dan juga penjualnya. Gimana ngga menguras rejeki, tanpa modal apapun aku dengan mudahnya mengkopi musik yang aku inginkan. Ngga pake cape tinggal klik kanan dan klik send to my external harddisk. Beres.
Selain membawa kopian dari Indonesia, beberapa file mp3 juga aku temukan di server yang file sharing di kampus. Ternyata orang Malaysia juga senang musik Indonesia. Kalau kata artis Malaysia, kita ini dijajah oleh pemusik Indonesia. Lagu Indonesia sangat ngetop di sini. Masih ingat dulu waktu pertama kali datang, lagu pecinta wanita disetel di setiap bis yang aku tumpangi, dinyanyikan oleh anak-anak, bahkan disetel disetiap acara kawinan atau sunatan.
Biasanya, kalo ngga ada dikoleksi pribadiku atau di server kampus, aku tinggal akses multiply. Search music, lalu dapatkan file mp3nya. Pokoknya lagu-lagu aneh yang ngga pernah ada di penjual mp3, sering ketemunya malah di sini.
Tapi, hari ini ketika aku mau cari mp3 nya Benyamin Sueb, koq udah ngga ada ya fitur pencarian musik di multiply? Wah, kayaknya udah ketauan deh kalo multiply itu sering dijadikan tempat bertukar file mp3.
Anyway, meskipun saya masih melakukan pembajakan dengan mengkopi file mp3 saya sarankan belilah kaset atau CD asli (jangan yang bajakan ya). Terutama yang sudah punya uang, masa sih masih mengkopi seperti kami yang belum banyak uang. Malu dong. Maunya musik gratis aja.

wah, ternyata orang2 malaysia senang juga lagu2 indonesia, ya, pak. mudah2an nggak diklaim sebagai miliknya, ya, pak? hehehehehe
BTW, tampilan theme-nya jadi cerah dan sumringah, pak, huruf2 juga jadi jelas kebaca. mudah2an sudah mantap yang ini, ya, pak?
Sekarang, mantap. Nanti, ya ngga tau deh hehehe. Iwan juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati