Entries RSS Comments RSS

Archive for December, 2007

Syahadat

Friday, December 21st, 2007

Syahadat

Karya Gus Mus 

Inilah kesaksianku inilah pernyataan ku inilah ikrarku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh memperhambaku kecuali Allah. Tapi nafsu terus memperhambaku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh menguasaiku tapi kekuasaaan terus menguasaiku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh menjajahku kecuali Allah. Tapi materi terus menjajahku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah. Tapi benda mati terus mengaturku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah. Tapi syahwat terus memaksaku
laa ilaaha illallaah
Tak ada y ang boleh mengancamku kecuali Allah. Tapi rasa takut terus mengancamku
laa ilaaha illallaah
Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah. Tapi kepentingan terus merekayasaku
laa ilaaha illallaah
Hanya kepada Allah aku mengharap. Tapi kepada siapapun, masya Allah, aku mengharap
laa ilaaha illallaah
Hanya kepada Allah aku memohon. Tapi kepada siapapun, masya Allah, aku terus memohon
laa ilaaha illallaah
Hanya kepada Allah aku bersimpuh. Tapi kepada apapun, masya Allah, aku terus bersimpuh
laa ilaaha illallaah
Hanya kepada Allah aku bersujud. Tapi kepada apapun aku terus bersujud
laa ilaaha illallaah
Masya Allah

  • Share/Bookmark

Kaum Beragama Negeri Ini

Friday, December 21st, 2007

Ini bukan karyaku, tapi karya Gus Mus yang aku ketik sambil mendengarkannya. Buatku sih, sangat menyindir diriku. Makanya aku mau susah payah mengetiknya dengan kecepatan super :)

Kaum Beragama Negeri Ini

Tuhan lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini
Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain di negeri negeri lain
Demi mendapatkan ridha Mu mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka
Untuk merebut tempat terdekat di sisi Mu
mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba hamba Mu sendiri
Demi memperoleh rahmat Mu
Mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran bahkan mendukung kelaliman
Untuk membuktikan keluhuran budi mereka
Terhadap setan pun mereka tak pernah berburuk sangka
Tuhan lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini
Mereka terus membuatkan Mu rumah rumah mewah
Di antara gedung gedung kota hingga di tengah tengah sawah
Dengan kubah kubah megah dan menara menara menjulang untuk meneriakkan nama Mu
Menambah segan dan keder hamba hamba kecil Mu yang ingin sowan kepada Mu
Nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga pesta agung kenegaraan
Mereka merasa begitu dekat dengan Mu hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu
Yang memiliki kelebihan harta membuktikan kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan
Yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan
Yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan kedekatannya dengan ilmu yang Engkau kurniakan
Mereka yang engkau anugerahi kekuatan seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri
Mereka bukan saja ikut menentukan ibadah tapi juga menetapkan siapa ke surga siapa ke neraka
Mereka sakralkan pendapat mereka dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan
Hingga takbir dan ikrar mereka yang kosong bagai mulut bedug
Allahu akbar wa lillahi -l hamd

  • Share/Bookmark

islamisasi vs kristenisasi

Friday, December 21st, 2007

Di bawah ini, kiriman dari teman saya sehubungan heboh pelem my hope di RCTI tea:

hehe tapi maaf, sangat subyektif dari kacamata saya loh..
ini juga karena melihat begitu “gereng”nya umat islam menghadapi misionaris kristen..

saya gini-gini kan tergolong “korban” islamisasi, ya ga sih??
walau saya tuh memilih islam karena diri sendiri, tanpa intervensi siapapun..
tetap saja dimata keluarga, saya tuh korban islamisasi..
dulu gereja saya di lampung -eka kristi- tuh seberangnya masjid apa gitu..
ga nyangka kalau suara adzan lebih merasuki saya daripada lonceng gereja..
maklum adzan kan 5 kali sehari.. ari lonceng gereja cuma malam natal aja..
misa minggu juga ga pake onceng natal..
emang mau dibom bunyiin lonceng sering-sering?? :-)

nah, kalau saya boleh menyimpulkan sedikit.. kurleb:
- kalau kristenisasi sering diidentikkan dengan kasih makan atau indomie..
ga salah juga deh, dan emang iya sih..
masuk islam tuh kelaparan..
sementara masuk kristen tuh malah jadi ga kelaparan..
hampir banyak cerita mualaf, awalnya mereka kelaparan..
dan maaf.. tidak ada tuh zakat tuk mualaf, minimal dari pengalaman saya jadi mualaf..
konon syafi’i antonio itu juga awal islam tidur di emperan toko..
boikot ekonomi itu masalah mualaf dan jarang muslim mau tahu ini..
(mungkin karena muslim sendiri juga susah kali ya?? :-) )

- kalau dibilang kristenisasi itu didanai dunia..
ah, banyak dakwah islam yang juga didanai para raja minyak arab itu..
bahkan islam transnasional itu juga didanai banyak dari timur tengah.. tempat asal gerakan itu sendiri..
konon katanya begitu.. ga tahu deh.. gelap

- kalau kristenisasi dituding lewat pernikahan..
islamisasi juga sama saja..
tetangga sebelah saya mualaf karena nikah..
dan duh, masalah adaptasi dengan komunitas muslim juga jadi kendala loh..
saya merasakannya dan tetangga saya itu juga merasakan..
realitas islam itu benturan keras tuk mualaf..
maka sekarang banyak organisasi mualaf..
baik yang digawangin Irena Handono juga dari kelompok islam thiong hoa..

saya pernah diminta karisma, menolong seorang mahasiswi TL yang akan masuk kristen..
harapannya saya bisa menggugah kembali iman islam nya..
saya ya bicara tauhid saja, wong karena itu saya masuk islam..
giliran dia bilang orang kristen itu hangat, baik, bersahabat, sementara islam kudu gini kudu gitu..
hehe.. saya ga bisa komentar.. karena realitas itu juga punya saya..
salah deh karisma meminta tolong pada saya..

belum lagi, kalau lihat dewi hughes, tamara blesinki, unique pricilla..
mereka tuh kan kandas berumah tangga dengan muslim..
malah terindikasi KDRT..

kurleb begitu..

sementara yang lucu tante temen saya..
dia meninggalkan iman islam demi menikah dengan kristiani..
e, sekarang suaminya yang nashoro itu malah selingkuh dengan mantan pacarnya yang muslim dan mau masuk islam..
aneh bin ajaib..

di keluarga mama saya juga ada dua paman yang nikah dengan wanita orang jawa..
orang jogja dan orang jepara.. pakai ijab kabul ala islam..
hehe, paman saya tetap saja tuh ga sholat dsbnya.. baginya itu hanya tuk nikah saja..
sementara ada suami tante saya dari papa, masuk islam karena jadi kontraktor di jatim..
serius sampai mondok dan belajar kitab kuning..
tapi kembali lagi tuh ke kristen..
kata tante saya sih, ya karena pusing sendiri dengan orang islam..
juga karena masalah ekonomi.. hehe..
saya aja nih yang tergolong “sangat nekad dan taat” berislam di mata keluarga..
berjilbab, berkomunitas di kalangan muslim, juga menikah dengan muslim..
walau mereka ga tahu persis, kalau saya sampai ‘ambruk’ juga berhadapan dengan realitas muslim.. :-)

ya begitulah problem pindah agama..

dari melihat semua itu..
kesimpulan saya cuma satu.. “MANDIRI-lah dalam beragama..”
ga sekedar mandiri dalam arti bisa membiayai diri sendiri..
tapi lebih pada mandiri dengan keyakinannya..

maka dakwah itu jangan diarahkan tuk hanya ‘mencari pengikut’..
apalagi cari suara (oops..!)
dakwah harus diarahkan menjadikan umat mandiri dalam keimanan juga mandiri dalam realitas keberagamaannya..
kalau sekedar diarahkan menjadi pengikut..
resikonya ya jelas..
gilliran ada yang lebih menjanjikan -baik secara ekonomi maupun pemikiran-
maka sangat mudah bagi umat tuk pindah dan mengikuti yang menjanjikan itu..
termasuk mengikuti nabi baru tea..

mbok ya o… islam jangan begitu..
maunya, anti kristenisasi.. tapi mualaf aja, ga bisa digarap baik..
padahal mualaf itu kan sedang sangat ingin-inginnya mengenal islam..
apalagi tuk mengurus umatnya yang begitu besar dan beragam ini..
cobalah sedikit bercermin,
dan mau tahu bagaimana dipandang dari kacamata luar..
agar kita obyektif melangkah ke depan..
jangan sampai kesannya umat islam memang ga siap menghadapi globalisasi, liberalisasi, individualisasi dan si-si-si-si lainnya saat ini..
jangan masih bak katak dalam tempurung masa lalunya..

dan satu hal lagi..
hidup itukan pasti ada yang suka dan ada yang ga suka..
jadi ya.. belajar obyektif aja kali ya..
dan terus mengevaluasi diri..

gitu ga sih??

  • Share/Bookmark

Surga di Telapak Kaki Ibu

Monday, December 17th, 2007

Hari ini aku menangis. Setelah selesai download mp3 dengan judul jadul “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Isi lagunya kira-kira seperti ini:

Bercucuran air mata bila ku mengenang
Betapa kah besar budi ibunda berikan
Siang malam, menderita hingga tak dirasa
Sungguh besar kasih sayang ibunda seorang
Duhai apakah gerangan budi balasan
Bagi insan melahirkan membesarkan
Tiada bahagia jika tiada doa puja restu
Surga itu di telapak kaki ibu (more…)

  • Share/Bookmark

Kenapa Indonesia Bisa Hebat Suatu Saat Nanti?

Monday, December 17th, 2007

Seorang kawanku mengirimkan sebuah e-mail tentang perbincangan dia dengan seorang Sin-se. Itu lho, ahli pengobatan alternatif ala Cina. Ada suatu hal penting yang, mudah-mudahan, menurutku bisa membawa Indonesia menjadi negara yang hebat satu saat nanti. Ini isi sebagian perbincangannya:

begini..
ketika assisten sinse itu menyiapkan aneka rempah-rempah herbal tuk saya
yang kebetulan sakitnya kompleks sehingga banyaknya herbal itu ga ketulungan..
saya pun terlibat diskusi dengan sinse- nya.. sambil melihat-lihat aneka herbal itu.
saya bertanya..
- semua ini impor?
- iya..
- semua jenis ini ga ada di indonesia?
- kebanyakan ga ada..
tapi kalaupun ada beda..
- apa bedanya..?
- tanah di cina itu ga subur.. sementara di indonesia subur sekali..
sebut saja daun ini, (dia menunjukkan sebuah daun kering kecil)
ini di cina sekecil ini, dua senti saja.. di indonesia, daun ini 10 senti lebarnya..
dan kualitas kandungan manfaatnya lebih banyak yang dari cina..
yang dari indonesia lebih banyak airnya..
tuk proses pengeringan sebagai pengawetannya, ya lebih efisien yang dari cina..
tanah di cina yang ga subur,
membuat tanamannya juga berjuang lebih keras tuk tumbuh..
dengan kualitas yang memang jadi berbeda..
iklim indonesia enak sekali,
tanamannya mudah tumbuh dan subur.. tapi jadi beda juga kualitasnya..
(dalam hati saya, duh.. manusianya juga beda kualitas ga nih ya??)

- apa ga ada yang istimewa dari herbal indonesia..?
- banyak.. banyak banget..
temu lawak indonesia beda dengan dari negara lain..
sebetulnya kan setiap wilayah indonesia itu punya herbal dengan khasiat yang beda-beda juga..
dan setiap negara juga gitu..
ada kok pengobatan cina cari bahan dari indonesia, hanya indonesia saja yang ga tertarik dengan hal ini..
saya juga ga bisa asal jual produk herbal indonesia ke cina, saya kan suka ke sana..
bukan apa-apa.. penelitian di indonesia yang mengungkap khasiat herbalnya susah didapat.
kalaupun ada, sepertinya juga belum populer di pakai orang indonesia sendiri..
obat-obatan herbal cina ini kan diakui karena khasiatnya sudah dibuktikan oleh pemakai domestik penduduk cina itu sendiri, bahkan dari ratusan tahun lalu..
jadi sudah populer di kalangan orang cina sendiri..
- iya juga ya.. kita bisa ga seperti cina gitu, obat-obatan tradisionalnya kepake..?
- banyak kok.. sido muncul, jamu jago dsbnya juga usahain itu..
dan di sajikan modern juga karena orang indonesia pengennya yang praktis dan modern..
tapi ga didukung penuh oleh masyarakatnya.. payah indonesia nih..
di cina, masyarakat modernnya tetap menggunakan obat tradisi mereka..
ga ditinggalin begitu saja..
kepercayaan mereka pada obat herbalnya lebih tinggi dari obat kimia yang dari barat itu..
bahkan mereka masih setia dengan yang repot di godok dari yang diproses praktis..
- ehmm,
- e, anis.. saya kasih tahu you ya..
cina tuh devisa dari herbalnya ini tinggi banget.. (dia menyebut angka, saya lupa)
seluruh dunia cari obat herbalnya cina..
makanya ketika cina buka pintu negaranya tuh jadi cepet maju.. potensinya banyak.
jangan remehkan dunia pengobatan tradisional deh.. itu devisa..dan ga bisa ditiru..
karena tanah tiap negara itu beda.. masing-masing punya pasarnya..
ada ginseng yang emang harus dan hanya dari korea..
tapi ada ginseng jenis tertentu yang emang ringan dan bagus dari cina.. tang kwi namanya..
semua punya kekhasannya.. tinggal pinter ga nya dimanfaatkan..

Nah, apa kira-kira yang bisa membuat Indonesia menjadi negara hebat? Kekayaan alamnya? Bukan dong, yang ini mah suatu saat nanti habis dijualin oleh, ….oleh siapa ya? Ngga tau deh, pokoknya habis aja dijualin hehehe :) .  Indonesia meskipun sekarang masih kaya (yah walaupun sudah tinggal sedikit lagi, tapi masih ada lah sisa-sisa kekayaannya) tapi rakyatnya hidup miskin.

Nah, justru karena rakyatnya hidup miskin itulah, seharusnya kualitas orangnya menjadi lebih tangguh. Terpaan segala macam kesusahan sudah banyak diterima, masa sih orangnya tidak jadi lebih tegar, dan teguh pendirian untuk mengejar keinginannya? Tetapi memang tidak bisa asal jadi tegar dan teguh saja. Perlu juga polesan.

Kalau di negeri Cina tadi, polesan dilakukan oleh alam. Si tumbuhan menjadi lebih bagus kualitasnya diterpa alam. Kalo untuk manusia, polesan seperti apa ya yang bisa membuat manusia lebih baik? Agama? Perasaan dari dulu udah ngomongin ini tapi hasilnya belum keliatan juga. Padahal di kitab suci, sudah diterangkan kalau dengan agamalah semua persoalan mendapatkan solusi.

Pasti ada sesuatu didalam ajaran agama, yang belum ketangkap. Apakah dengan akhlak? Kalo bahasa kerennya sih karakter yang baik gitu lho. Orang-orang non agamis juga bilang seperti ini, segala macam fasilitas boleh sama tapi yang membedakan adalah karakter.

Mungkin, ini jadi PR juga deh buatku. Udah dulu ah, koq jadi pusing ya kalo udah ngobrolin masalah agama hehehe :) .

  • Share/Bookmark

Indonesia Negara yang Aman

Saturday, December 15th, 2007

Sebenarnya kalo dipikir-pikir, Indonesia itu negara yang cukup aman. Bahkan lebih aman dibandingkan Jepang dan Amerika. Kenapa ayo coba.
Pertama, orang asing mungkin ngga terlalu tertarik untuk datang ke Indonesia, karena Indonesia tidak menjanjikan hidup yang lebih baik bagi mereka. Miskinnya mungkin sama, kesempatan untuk suksesnya juga sama. Jadi buat apa pergi ke Indonesia.
Tentu bagi mereka lebih menarik pergi ke Malaysia misalnya, karena di sana cukup menjanjikan penghidupan yang lebih baik. Tetangga saya yang orang Indonesia pernah bilang, kalo di Indonesia kerja seminggu di laut ngga cukup untuk makan keluarga tiga hari. Kalo di Malaysia, kerja dua hari bisa cukup untuk makan dua minggu. Bayangkan, betapa hidup yang lebih menjanjikan bukan?
Di Amerika juga banyak janji yang diberikan. Katanya, siapapun bebas untuk menjadi apa yang dia inginkan. Ingin menjadi orang kaya, juga sangat mungkin. Asalkan punya kemauan dan kemampuan untuk mencapainya. Saat ini, sedang diputar reality show nya Donald Trump yang pesertanya dari berbagai belahan dunia. Itulah janji yang diberikan, semua orang bisa sukses.
Nah, Indonesia juga aman dari serangan asing. Coba lihat di Jepang dan Amerika, mereka tuh sibuk punya banyak pahlawan untuk menyelamatkan negaranya dari serangan asing. Mulai dari Ultraman, Megaloman, Lion Man, Power Ranger, dan masih banyak lagi. Semuanya untuk mempertahankan negara mereka dari serangan makhluk asing. Di Indonesia ngga ada kan, ya jadi Indonesia jauh lebih aman dibandingkan Jepang dan Amerika.
Hehehe, ini tulisan iseng.

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark

Yang Kuat Menguasai yang Lemah

Thursday, December 13th, 2007

Ini biasa kan? Ini adalah hukum alam, yang kuat ya pasti akan menguasai yang lemah. Harimau yang kuat akan menjadi pemangsa hewan-hewan macam kuda zebra, kancil, yang memang lebih lemah.

Jadi, mungkin adalah lumrah kalo negara yang lebih kuat pasti bertindak seenaknya kepada negara yang lemah. Indonesia negara lemah, bukan, ya? Dari dulu, kayaknya Indonesia itu gampang ditindas ya. Ngga cuma rakyatnya, negaranya juga. Dan kalo sudah berhadapan dengan hukum, biasanya Indonesia juga kalah. Misalnya kalah dalam perebutan pulau dengan Malaysia. Suaranya juga tidak didengar, meskipun sudah bergerombol dengan negara lain, misalnya dalam OKI teuteup ngga ngaruh sama keputusan Amerika sana.

Tapi kalo cerita ini, bukan pingin bercerita tentang Indonesia, tapi tentang rakyat Indonesia yang sedang merantau di negara tetangganya, Malaysia. Pasti sering denger bagaimana para pekerja Indonesia mendapat perlakuan semena-mena oleh pihak berwenang Malaysia. Ngga cuma pekerja kasar, bahkan pelajar, wasit, dan diplomat pun kena juga dengan perlakuan kasar ini.

Tapi, ada apa dibalik kekasaran itu? Siapakah yang melakukan kekasaran itu? Seperti biasa, kekasaran dilakukan oleh orang-orang yang terdesak, orang-orang yang merasa terancam. Gimana ngga terancam, bayangkan penduduk Malaysia itu cuma 25 juta orang (10% nya Indonesia ya). Nah penduduk asingnya, kalau kata koran sih, bisa sampai 5 juta orang. Banyak tuh, udah 25%.

Dengan banyaknya penduduk asing di Malaysia, tentu saja menimbulkan ancaman, yang mungkin tersembunyi. Katanya sih, penduduk asing itu kadang dipakai oleh partai-partai saat ada pemilihan umum supaya bisa menang (katanya orang Malaysia lho, tapi ini perlu verifikasi). Katanya, pendatang asing itu membawa jenayah (kriminalitas) dan penyakit ke Malaysia (meskipun dalam berita di sebuah koran nasional Malaysia, lebih dari 90% pelaku kejahatan di Malaysia ya penduduk asli, tapi 10% itu banyak juga lho).

Ancaman yang lain lagi, tentu berdasarkan pendapatan para pekerja asing yang dinilai lebih besar daripada pendapatan warga asli. Coba bayangkan, para pekerja asing bisa menabung 1,5 juta rupiah sebulan (bisa dibelikan sawah dan rumah di kampung halaman) sedangkan buat orang Malaysia, uang 5 juta itu ngga cukup buat hidup sekeluarga (ini kata penjaga toko sayuran langganan saya).

Jadi aja, para pencari kerja penghasilan rendah merasa terancam dengan kehadiran pendatang asing ini. Coba saja lihat beritanya, yang melakukan kekasaran itu biasanya pasukan rela, polisi bohongan (maksudnya bukan polisi tapi diperbantukan untuk pekerjaan polisi, di Indonesia juga ada kan ya). Yah, yang jadi pasukan rela siapa sih? Biasanya ya yang kurang pendidikan dan kurang kemauan bekerja keras. Kalo mau kerja keras, tentu mau dong ditawarkan gaji yang sama dengan pekerja asing, hidup di asrama belasan orang, dan bisa nabung 1,5 juta sebulan.

Selain pasukan rela, yang suka kasar itu adalah satpam. Kawan saya masuk rumah sakit, ya yang galak tu satpamnya. Padahal kawan saya itu Ph.D. Student lho. Gaya lah, satpam yang pendidikannya rendah bisa marahin Ph.D. Student.

Ada juga beberapa e-mail yang dikirimkan ke milis-milis selepas peristiwa pemukulan wasit di Malaysia. Isinya pengalaman dia tidak dipercayai polisi karena ngga membawa dokumen perjalanan. Ya jelas dong salah. Di mana-mana peraturannya adalah bawa dokumen perjalanan kalo di tempat asing. Di Jakarta aja, ngga bawa KTP bisa masuk bui, lah ini di negara asing ngga bawa passport, ya cari mati namanya.

Jadi, kalo berhadapan dengan orang kasar, keep in mind that the person is not well educated. Kalo berhadapan dengan orang yang kurang terdidik dan ngga punya kemampuan lain selain fisik, ya harap maklum deh. Mudah-mudahan aja kita ngga ketemu dengan yang kayak gitu. Aamiin.

  • Share/Bookmark

haji kita ada di sini – hanya dongeng

Thursday, December 13th, 2007

iwan – anak usia 12 tahun itu – berlari pulang kerumahnya..
sebuah gubuk dari kardus di pinggiran rel kereta..
dibantingnya amplop putih yang diterimanya dari keluarga
yang baru saja mengadakan perhelatan walimatul shafar..
tuk memohon restu tuk berangkat haji
dan memohon doa tuk kemabruran hajinya..

iwan berteriak di telinga ibunya..
karena rumah kardusnya hanya seputaran badannya saja..
tuhan tidak adil!!
haji untuk yang mampu, untuk mereka yang kaya!!
tidak untuk kita, yang uang sekolah saja ga punya!!
hush..
ibunya menghentikan teriakan itu..
ada apa?
sudahlah, bu.. percuma dengarkan ustad di masjid..
agama ini punya orang kaya saja..
iwan, tuhan itu tidak seperti dugaanmu..
tuhan itu maha adil..
adil??
ibu kesiangan bicara keadilan..

iwan membanting tubuhnya di lantai kaurdus itu,
hatinya sakit sakit sakit..nyeri tak terperih..
ibunya menghampiri.. membelai kepalanya dan berkata..
wan, tuhan itu tahu kalau agama ini untuk semua orang..
maka Dia bilang haji untuk yang mampu..
karena yang beragama ini ga akan hanya mereka yang dijazirah tanah suci itu saja..
bukan berarti hanya untuk si kaya,
asal mampu menempuh jaraknya, itu sudah cukup..
ibu.. hari gini?? menempuh jarak itu pakai duit..
ibunya terdiam membisu..
bu, katanya haji itu termasuk rukun islam..
kesempurnaan bagi yang melaksanakannya..
tapi tau ga bu??
itu bagai mimpi untuk orang susah kayak kita..

iwan beranjak ganti kemeja koko satu-satunya itu
dengan kaos oblongnya yang lusuh tuk lanjutkan acara memulung..
iwan tidak tahu sejak kapan ia menjadi pemulung,
rasanya sejak hidup di dunia ini, dia seorang pemulung..
mengais dan mengais..
mengorek dan mengorek tumpukan sampah..
yang sebagian melihatnya bak anjing kudis..
bau dan hina..

sesaat, didengarnya keluh sang ibu..
ya Allah, maafkan aku yang telah melahirkannya..
tanpa bisa membawanya keluar dari takdir kemiskinanku..
kalau Kau buat aku tak mampu membawanya ke tanah suciMu..
kumohon, bawalah tanah suciMu ke sini..
ke tanah ku yang reot dan tak pantas ini..

sontak, Iwan memeluk ibunya..
bu, maaf..
iwan hanya kesal.. bukan marah pada ibu..
kata ustad dimasjid,
haji yang mabrur itu manakala pulangnya lebih baik dari perginya..
doakan saja iwan, bu..
agar bisa buat hari kita memperoleh lebih banyak kebaikan dari hari kemarin..
agar iwan menjadi anak yang lebih baik dari kemarin..
agar iwan tidak pernah letih berjuang tuk lebih baik..
agar iwan jadi mambur..
biarlah haji kita di sini, bu..
tangannya memegang dadanya..
matanya menatap mata ibunya..
mengalirkan airmata penuh asa..

ibu membelai punggung iwan..
dalam hatinya.. tumpah ruah basah
ya Allah…
betapa dekatNya Engkau..
begitu kuminta..
begitu kau bawa tanah suciMu ke dalam hati anakku..

sejak itu wajah iwan lebih bercahaya dimata ibunya..
seolah terdengar di telinganya..
seruan suci dari dalam hati anaknya.

labbaika allaahumma labbaika..
labbaika laa syariika laka labbaika..
innal hamda wa ni’mata laka..
wa mulka..
laa syaariika laka..

aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah
aku datang memenuhi panggilanMu..
tidak ada sekutu bagiMu ya Allah..
aku penuhi panggilanMu..
sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu semata-mata..
segenap kekuasaan milikMu..
tidak ada sekutu bagi Mu..

====

ini hanya mencoba mengeksplorasi rasanya..
ternyata sedih ya..
terutama di bagian talbiyah..
seandainya itu bisa selalu mengalun dalam hati kita ya??
tanpa mesti semahal itu tuk orang macam iwan
yang kian hari kian banyak di negeri ini..
hiks.. netes nih..
ya Allah, maaf..

Dari Anis

  • Share/Bookmark