Sori penonton, tulisan ini ngga dibuat sekali jadi. Sekarang baru dimulai, mungkin akan diedit dan diperbarui lagi tergantung mood penulis. Semoga tetap bersemangat untuk sekedar sharing pendapat. I know you know better, maybe you can share your opinion here too. I would like to hear your expertize and your solution. So, this is mine:
Kalo lihat berita sehari-hari di moncong berita baik di Indonesia maupun dunia, biasanya selalu ngga lepas dari berita kemiskinan. Ngga di desa, ngga di kota, di seluruh pelosok Indonesia selalu ada orang yang bergulat dengan kemiskinan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, mungkin adalah salah satu ciri dari orang-orang miskin. Misalnya, kesulitan beli makan, menyediakan pakaian dan tempat tinggal, menjaga kesehatan, dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Kata orang sih, ini gara-gara Indonesia kelamaan dijajah sama Belanda. Katanya jajahan Belanda ngga ada yang makmur, semuanya melarat. Beda dengan jajahan Inggris, macam Amerika Serikat, Hongkong, Malaysia, Australia, dan Singapuran yang biasanya kehidupan rakyat di sana jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan Indonesia. Apa benar nih karena jajahan Belanda?
Jajahan Inggris, bukan berarti jaminan hidup lebih layak juga. Contohnya adalah India. Mungkin ini negara jajahan Inggris terbesar. Penduduknya sekarang kata sumber yang kurang dapat dipercaya Mr. Wikipedia, sudah lebih dari samilier. Dilihat dari pendapatan perkapita mereka juga ada di bawah Indonesia. Meskipun demikian kayaknya mereka masih mewarisi sistem arsip yang lebih baik dari Indonesia deh, at least as I saw on their film.
Dari segi sumber daya manusia pun, pasti mereka lebih banyak orang yang pintarnya ya. Soale penduduknya juga udah lima kali Indonesia seh. Lho terus kenapa koq mereka masih banyak yang miskin kayak di Indonesia ya? Saya baca di koran, jumlah rakyat miskin di sana sekitar 275 juta, lebih banyak dari seluruh penduduk Indonesia. Padahal, kan katanya bekas jajahan Inggris?
Apa ada sesuatu yang sama, antara orang India dan Indonesia, sehingga meskipun penjajahnya beda, nasibnya ngga jauh-jauh beda hehehe. Padahal ya, baik Indonesia maupun India sudah memiliki kebudayaan yang tinggi sejak dulu kala. Bahkan beberapa agama dunia ada yang diyakini berasal dari India. Siapa yang ngga kenal kisah Mahabharata, Ramayana, pasti ngga belajar di skolahan kata Project Pop.
Posisinya juga hampir mirip, di Asia, dekat dengan katulistiwa, dan alamnya kaya raya. Kalo dilihat sih, kebanyakan negara yang maju dan penduduknya makmur berada di daerah yang secara geografi memiliki empat musim. Tantangan hidup di negara yang memiliki empat musim tentu lebih besar. Mungkin karena itulah orang yang tinggal di sana daya juangnya lebih tinggi. Anda mau bilang, Malaysia dan Singapura juga dekat dengan katulistiwa koq mereka bisa hidup makmur?. Tapi mereka ngga punya kebudayaan asli sejak jaman dulu kala, at least ngga setua kebudayaan India dan Indonesia (hehehe, marah ga ya). Coba aja kalo dilihat sejarahnya, Raja-raja di Malaysia adalah keturunan Raja dari Kerajaan yang ada di Indonesia. Secara tradisi, Melayu ya asalnya dari Indonesia juga. Tetangga saya di Malaysia sinih juga bilang, kakek mereka dari Sulawesi, ada dari Jawa, dari Sumatera. Ya, dari Indonesia juga.
Terus apa dong yang bikin Indonesia rakyatnya miskin? (India, katanya sudah makin kaya kalo dilihat secara negara, tapi rakyatnya masih banyak yang miskin). Apa karena Indonesia terlalu besar dan terlalu banyak penduduknya? Mungkin juga ya. Contohnya ya India itu juga, besar dan banyak penduduknya. Bagaimana dengan Australia? Dia besar, tapi ngga banyak penduduknya. Secara geografi, katanya sih mayoritas tanah di Australia susah untuk ditinggali, jadi orangnya terpusat di tempat-tempat tertentu aja. Secara administrasi, jadi lebih mudah.
Solusi untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, gimana ya jadinya? Pernah juga sih kepikiran, negara Indonesia tuh dibubarkan saja jadi negara-negara yang lebih kecil. Setiap negara yang kecil, berusaha sendiri untuk mensejahterakan rakyat masing-masing. Buktinya negara kayak Hongkong dan Singapura dan juga Malaysia bisa tuh. Dengan jumlah rakyat yang sedikit, administrasi mudah, dan pembagirataan pendapatan juga lebih mudah. Tapi option ini, kayaknya ngga akan diterima deh.
Pendidikan untuk rakyat, supaya mereka bisa berjuang hidup dengan lebih baik? Elo kira dari dulu orang Indonesia ngga berjuang hidup. Kalo baca cerita sejarah, atau cerita-cerita yang dibuat orang yang hidup di jaman baheula, kayaknya emang orang Indonesia udah hidup miskin dari dulu deh, pasti udah berjuang hidup dari dulu.
Atau kita terima saja apa adanya, sejalan dengan waktu Indonesia akan membaik sendiri. Seperti halnya negara-negara di Eropa dan Amerika, mereka juga melalui perjalanan sejarah kelam, dimana rakyatnya hidup melarat. Toh lama-kelamaan mereka bisa membuat rakyatnya makmur. Kayaknya ini deh yang lebih tepat hehehe.
Lihat Cina, dibiarin aja tuh pada hidup susah. Yang mau hidup senang, pada pindah ke tempat lain. Malah di tempat lain, orang yang berasal dari Cina hidup lebih baik. Ngga percaya? Ekonomi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, memangnya siapa yang megang. Setelah beratus tahun hidup senang di negeri orang, baru mereka mengembalikan aset atau memindahkan asetnya ke Cina. Sekarang ya makin makmur aja orang Cina, meskipun masih banyak juga yang miskin.
Jadi ya biarin aja, orang Jawa pada pergi ke Malaysia menjadi pekerja kasar, Buruh migran pada ke Hongkong dan Taiwan, atau pergi ke Timur Tengah (eh jangan ke Timur Tengah deh). Biar mereka mencari kehidupan yang lebih baik di sana, nanti beratus tahun kemudian biar keturunan mereka yang mengembalikan atau memindahkan kemakmuran tanah orang ke Indonesia lagi. Pan senang tuh, meskipun ente dan ane ngga ikut merasakannya, sing penting Indonesia makmurrrrr, hue hehehehehe.
Disambung edit lagi ga ya? Meureun ntar kapan-kapan saya edit atau sambung lagi ceritanya.