Dulu, aku suka sengaja cari-cari video motivasi di youtube. Sebenarnya sih banyak, tapi kebanyakan ngga aku mengerti. Soalnya terlalu banyak ngomong dalam bahasa Inggris, hehehe. Jadi aja deh, udah males duluan ngelihatnya. Tapi ada juga sih yang menarik, terutama kalo dikit ngomongnya dan banyak tulisannya.
Salah satu yang bagus adalah video motivasi tentang Michael Jordan. Video ini dibuka oleh orang yang nanya sama Jordan, apa yang membuat Jordan pemain terbaik NBA. Segala macam ditebak sama orang itu, si Jordan sih cuma bilang No no no ajah. Bahkan sampe berkali-kali orang itu keukeuh, kalo yang bikin Jordan pemain basket yang handal adalah sepatunya.
Jawabannya ternyata ngga sederhana, kira-kira ginilah jawaban si Michael Jordan kalo di Bahasa Indonesia kan:
“Aku gagal nge-shoot lebih dari 9000 kali dalam karirku. Aku juga telah kalah dalam hampir 300 pertandingan. Bahkan 26 kali aku dipercaya untuk mengambil tembakan kemenangan dan gagal. Aku gagal lagi, lagi, dan lagi dalam hidupku. Itulah sebabnya aku berhasil.”
“Sukses bukanlah sesuatu yang harus kau kejar. Dia adalah sesuatu yang harus berikan usaha keras yang konsisten, lalu mungkin dia akan datang di saat kamu tidak banyak mengharapkannya lagi”.
“Pertandingan adalah hidupku. Dia membutuhkan kesetiaan dan tanggung jawab. Lalu dia akan memberikan balasan setimpal dan kedamaian”.
“Bakat bisa saja memenangkan pertandingan, tapi kerja tim dan kecerdasan dapat memenangkan kejuaraan.”
“Kita memiliki bakat, tapi hatilah yang akan membawa kita kepadanya”.
Aku kirain jadi sukses itu gampang. Tinggal mimpi, maka sukses itu akan datang dengan sendirinya. Kayaknya salah deh. Mimpi aja ternyata ngga cukup. Perlu kerja keras, dan keteguhan hati untuk mencapainya. Mungkin kesuksesan itu akan datang, mungkin juga tidak. Bahkan kalaupun datang kadang di saat kita tidak lagi berharap banyak untuk mendapatkannya.Cape banget ya untuk sukses itu.
Coba lagi lihat cerita di papih Kolonel Sanders. Sebagai pensiunan si papih merasa uang pensiunnya ngga akan cukup untuk senang-senang dihari tua. Makanya dia nawarin resepnya ke restoran-restoran supaya dia dapat uang royalti. Uang pensiunan cuma dipake buat makanan contoh, dan transportasi. Dia tidur di mobil dan makan dari makanan contoh yang sudah ngga terpake lagi. Dan ternyata, ngga cuma satu dua toko yang dia datangi lalu menolak make resepnya. Bukan juga cuma puluhan atau ratusan. Malah jumlahnya sudah lebih dari seribu. Setelah lebih dari seribu kali ditolak, barulah ada restoran yang mau make resepnya dan ternyata si papih jadi orang berkecukupan juga.
Weleh-weleh, aku punya ngga ya daya tahan seperti Michael Jordan dan Kolonel Sanders ini. Kalo ngeliat-liat sih, umur si Michael Jordan waktu terkenal dulu, sama deh dengan umur aku sekarang. Si papih malah lebih tua lagi, udah pensiun. Tapi dua-duanya punya daya tahan usaha yang super. Bravo-bravo. Mudah-mudahan aku juga bisa seperti mereka.