Entries RSS Comments RSS

Archive for January, 2008

Catatan Nikmat Ke-10: Diskon

Wednesday, January 30th, 2008

Semenjak aku duduk di bangku kuliah kebiasaan belanjaku berubah. Dulu waktu belum kuliah kan tenang-tenang saja. Mau makan tinggal ambil di rumah, perlu pakaian tinggal bilang ke ortu, mau jalan-jalan tinggal minta ongkosnya.

Setelah kuliah, makan jadi urusan sendiri. Mau makan apa, tinggal cari sendiri atau bikin sendiri. Beli pakaian juga ya beli sendiri. Saking ngga pernahnya beli pakaian sendiri, aku ditegur sewaktu beli baju salah warna. Lho koq bisa salah warna? Iya, saat milih bajunya sih aku mikir wah keren nih warna baju gelap. Ada yang hitam dan ada yang coklat. Kesannya macho gitulah. Tapi pas aku perlihatkan ke mamah, dibilang gimana sih ngga ngaca. Kamu itu warna kulitnya gelap, masa beli baju warna gelap lagi. Tambah suram dong kelihatannya.

Memang aku kadang beli barang, yang menurutku kelihatan bagus di orang lain. Pernah juga beli sepatu warna coklat. Itu diprotes, karena ngga cocok dengan warna baju dan celanaku. Wah, padahal udah bangga milih sepatu yang keren dan warnanya coklat. Sebel.

Tapi satu hal yang membuatku senang melakukan aktivitas belanja (meskipun diprotes salah terus) adalah hunting diskon. Bayangkan, bisa mendapatkan barang yang berharga mahal dengan harga yang jauh lebih murah. Sampai bela-belain ikut kartu diskon, karena kalo dihitung-hitung belanja dengan diskon itu sudah menutupi 3 tahun biaya pendaftaran.

Contohnya ya, dengan kartu diskon bisa dapat potongan harga 10%. Beli sepatu seharga Rp. 200000, diskonnya sudah dua puluh ribu. Itu sudah dua kali biaya pendaftaran tahunan. Lumayan kan, kalo di jumlah jamleh dengan diskon yang lain.

Sering juga, kami cari baju muslim harga diskon besar-besaran. Buat yang tinggal di Bandung, pasti kenal merek Shafira. Harga baju normal, atas bawah biasanya di atas 600 ribu. Tapi ada kalanya Shafira kasih diskon sampai 80 %. Bisa dapatkan baju 600 ribu dengan 120 ribu, siapa yang ngga mau. Baju muslim di Pasar Baru saja sudah lebih mahal dari itu. Padahal biasanya baju Shafira itu cuma ada noda minyak sedikit, jadi aja di diskon gede-gedean.

Nah, urusan transport juga sama. Kawan-kawan di sini biasanya selalu pasang internet kalau ada promosi diskon besar-besaran dari air asia. Seperti misalnya saat ini ada promosi tiket 0 rupiah (tiketnya gratis tapi pajaknya mahal hehehe). Lumayan jadi seperti diskon 50% terhadap keseluruhan harga.

Barang diskon juga bisa jadi komoditi penghasil uang. Dulu waktu di Indonesia pas ada diskon yang lebih dari 70% iseng beli beberapa buah baju. Kemudian baju ini dititipkan lagi ke teman yang jualan di pasar Ramadhan, diskon 50%. Wah laku ternyata. He he he, dasar OD (otak dagang).

Yang paling nikmat itu, adalah ketika butuh suatu barang eh pas diskon. Misalnya seperti tiket pesawat tadi, pas ada keluarga mau datang eh pas promosi. Lalu pas perlu kereta dorong bayi, eh ada diskon hampir 50%. Itu namanya nikmat.

Terima kasih ya Allah, atas segala nikmat diskon yang telah Engkau berikan kepada kami.

  • Share/Bookmark

Macet Gara Gara Suharto

Tuesday, January 29th, 2008

Seorang teman menyatakan kekesalannya kepada Pak Harto melalui e-mail. Katanya Pak Harto ini ngga hidup ngga mati nyusahin orang saja. Jakarta jadi macet gara-gara iringan pengantar Pak Harto.

Aku sendiri sebagai orang yang masih hidup menganggap pernyataan itu tidak pada tempatnya. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa menyusahkan orang lain? Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, bahkan sekedar untuk menyelamatkan dirinya dari semua pertanggungjawaban perbuatan selama di dunia.

Bukankah kita semua tahu, kalau sudah mati amal kita tidak akan bertambah kecuali dari yang tiga. Amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan. Dan tidak ada yang bisa menghapus dosa kecuali doa. Siapa yang mendoakan? Tentu saja orang-orang yang mengiringi dan mendoakan sampai kita dikubur.

Betapa senangnya menjadi orang meninggal yang banyak mengantar dan mendoakan di kubur. Karena setelah kita dikubur, empat puluh langkah orang keluar dari kubur kita sudah habislah kesempatan mendapatkan pengampunan.

Kalau aku meninggal, aku pingin banyak orang yang mengiringi dan mendoakan aku sampai ke kubur. Ngga peduli dengan macet yang diakibatkan oleh pengiringku. Karena, macet akan berlalu sedangkan apa yang berlangsung di kubur akan berlangsung terus sampai hari akhir nanti. Doa dari pengiring ke kubur itulah mungkin saat terakhir orang-orang yang kenal dengan kita akan mendoakan. Setelah dikubur, paling hanya keluarga saja yang mendoakan.

Karena itulah, kalau ada kemacetan karena ada yang mengiringi ke kubur saya mengucapkan selamat kepada yang meninggal. Karena ternyata banyak orang yang cinta dan ingin mendoakan dia.

So, Pak Harto ternyata hidup dan kematianmu banyak sekali kenikmatannya. Setidaknya, sampai engkau dikuburkan. Mudah-mudahan engkau juga mendapat nikmat sesuai dengan amal-amalmu. Mudah-mudahan lebih banyak amal baikmu dibandingkan amal tidak baikmu. Aamiin.

  • Share/Bookmark

Selamat Jalan Pak Harto

Sunday, January 27th, 2008

Akhirnya, engkau pergi juga.

Selamat jalan Pak Harto. Aku ngga pernah tahu bagaimana sebenarnya dirimu. Baik kah, jahat kah. Banyak orang yang mencintai dirimu, tapi juga tidak sedikit yang membencimu. Yang pasti engkau telah mengisi hari-hariku, di saat aku kecil dulu.

Untungnya pada saat engkau menjadi presiden, aku tidak perlu banyak menghafal nama presiden. Cukup Soekarno dan engkau saja. Berganti-ganti nama wakil presiden dan juga nama menteri. Aku juga sudah tidak hapal lagi.

Wajahmu selalu tersenyum kepadaku dari depan kelas sana. Aku senang karena dapat nilai bagus ataupun sedih dimarahi guru, engkau tetap melemparkan senyum padaku. Mungkin karena engkau sebenarnya orang baik.

Apapun yang telah engkau lakukan, tentu salah satunya karena engkau cinta akan bangsa Indonesia ini. Untuk itu aku ucapkan banyak-banyak terima kasih.

Ketika dalam perjalanan membawa bangsa ini, engkau berbuat salah itu wajar. Setiap orang berbuat salah. Aku ngga tahu apakah engkau sempat memperbaiki kesalahanmu atau tidak. Mudah-mudahan sempat. Karena mungkin kesalahanmu itu bisa menjadi penghalang jasa-jasamu sampai kepada Nya.

Bagi orang yang pernah terdzolimi, aku ngga tau bagaimana perasaanmu. Mungkin engkau senang seandainya beliau belum sempat memperbaiki kesalahannya. Di akhirat nanti, itu akan jadi kartu truf yang bisa menyelamatkan kamu dari neraka (mungkin). Tapi Allah telah berfirman, jika engkau memaafkan maka itu lebih baik.

Kerusakan di Indonesia, bukan hanya tanggung jawab Soeharto saja. Banyak yang lainnya juga ikut bertanggung jawab. Yang sudah mati, maupun yang masih hidup. Tapi kalau kita hanya berharap dari kesadaran orang lain akan kesalahannya atau akan usahanya memperbaiki kesalahan bangsa ini, itu sama saja mimpi. Bukankah lebih baik kalau kita sekarang sama-sama bekerja sekuat tenaga untuk memperbaiki bangsa ini?

Memang bukan pekerjaan mudah. Tapi kita tetap harus hidup dan mengusahakannya. Baik untuk kita sendiri maupun untuk penerus kita. Kalau kita belum berhasil, wariskan semangat memperbaiki pada keturunan kita sehingga mereka bisa meneruskan perjuangan kita.

Mudah-mudahan satu saat nanti, bangsa Indonesia akan bangkit menjadi bangsa kuat. Rakyatnya makmur sejahtera.

Untuk keluarga Pak Harto, mudah-mudahan diberi kesabaran. Allohummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihi wa’fuanhum. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Selamat jalan, Pak Harto. Sampai jumpa lagi di akhirat sana.

  • Share/Bookmark

Selamat Ulang Tahun Sayang

Friday, January 25th, 2008

Iya, sekali lagi selamat ulang tahun sayang. Ini adalah ulang tahunmu yang ke 7 setelah kau resmi menjadi istriku. Tak terasa ya, waktu berlalu begitu cepat. Hidup apa adanya yang kita jalani berdua ternyata sudah melebihi 5 tahun pertama pernikahan yang katanya tahun-tahun yang perlu diwaspadai.  Kita bisa juga ya melaluinya.

Maaf, kalau ulang tahun yang sekarang masih seperti ulang tahun sebelumnya. Tanpa ada pesta dan tanpa ada hadiah. Seandainya saja, kita sudah pulang ke Indonesia tentu ceritanya berbeda. Anak-anak bisa kita titipkan dan kita bisa menghabiskan waktu berdua saja.

Hidup bersamaku sekarang ini mungkin belum bisa memberikan apa-apa untukmu. Baru bisa menyusahkanmu dengan pekerjaan rumah yang itu-itu saja dan juga mengurus, menanti anak kita yang ketiga. Aku tahu, aku sering sok sibuk dengan urusanku. Karena itu aku berterima kasih kepadamu karena bersabar menerima keadaan keluarga kita ini apa adanya.

Hadiah untuk tahun ini, masih sama saja. Cuma do’a. Mudah-mudahan do’a ini ikhlas dari hati yang terdalam sehingga didengar oleh Allah dan dikabulkan.

Semoga engkau istriku, diberikan kesehatan, kecukupan rejeki, kesempatan berkembang, kemudahan menghadapi masalah, dan juga kebahagiaan dunia akhirat. Mudah-mudahan nanti saat melahirkan engkau diberi kekuatan dan kemudahan. Do’anya pendek, karena aku ngga pandai mendo’akan orang lain. Mudah-mudahan do’a yang pendek ini sudah cukup untukmu, bidadariku.

Aamiin.

  • Share/Bookmark

Blog dengan Space 3 GB, Gratis

Tuesday, January 22nd, 2008

Weleh-weleh. Hari ini buka dashboardnya wordpress. Baca berita mengejutkan kalo space wordpress.com tiap account akan menjadi 3 GB. Banyak banget tuh.

Aduh, space weblog ngga gratisku ini lumayan mahal dan kecil juga spacenya. Cuma 10 MB. Jadi ngiri nih dengan wordpress.

Harus balik lagi ke yang gratis kah?

  • Share/Bookmark

Children of Heaven

Tuesday, January 22nd, 2008

Pernah nonton film Children of Heaven? Film ini memenangkan beberapa penghargaan internasional karena memang, menurut saya juga, bagus. Aku nonton film ini sebelum nikah. Cerita di bawah ini adalah versi sakainget dan sakahayang dari film tersebut.

Alkisah, di Iran hidup sebuah keluarga miskin dengan dua orang anak. Kakaknya laki-laki sangat sayang kepada adiknya yang perempuan. Mereka tetap sekolah meskipun fasilitas yang mereka miliki terbatas. Kakaknya sekolah pagi hari sedangkan adiknya sekolah siang hari.

Suatu hari, sepatu sang adik dijemur karena basah. Tapi ketika akan dipakai sepatu itu telah hilang dari tempat jemurnya. Wah tentu saja si adik sangat sedih. Kakaknya pun tidak ingin melihat adiknya sedih. Kalau mau beli yang baru tentu tidak mungkin karena orang tua mereka miskin.

Akhirnya kakak beradik ini pergi mencari sepatu yang hilang tersebut. Setelah dicari-cari sepatu itu ternyata ditemukan! Tapi sayang sepatu itu ditemukan telah dipakai oleh anak yang jauh lebih miskin lagi daripada keluarga mereka. Mereka merasa tidak tega untuk mengambil kembali sepatu itu.

Setelah kejadian itu, maka kakak dan adik ini bergantian memakai sepatu ke sekolah. Karena si kakak sekolah pagi, maka dia akan pulang cepat-cepat ke rumah agar adiknya bisa memakai sepatunya dan tidak terlambat ke sekolah. Segera setelah lonceng sekolah usai berbunyi, si kakak akan berlari sekencang-kencangnya ke rumah.

Suatu hari, di sekolah diumumkan akan diadakan perlombaan lari antar sekolah. Si kakak melihat salah satu hadiahnya adalah sepatu. Wah ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk memberikan adiknya sepatu yang baru. Kemudian dia mendaftar ke guru olahraga agar menjadi perwakilan sekolah.

Tapi dia terlambat, pendaftaran sudah ditutup dan kawan-kawannya sudah diuji kecepatan berlarinya. Dia memohon kepada gurunya agar diikutsertakan karena ini adalah satu-satunya kesempatan untuk bisa mendapatkan sepatu tanpa keluar uang. Si guru akhirnya mengalah dan memberikan kesempatan si kakak untuk berlari. Ternyata setelah diuji, lari si kakak adalah yang paling cepat diantara murid-murid sekolah itu. Akhirnya dia dijadikan utusan untuk mengikuti lomba.

Ketika lomba dimulai, si kakak tidak mau menjadi nomor satu. Dia hanya ingin menjadi juara dua yang akan mendapatkan hadiah sepatu. Juara satu, tidak mendapatkan sepatu tapi hadiah yang lain. Setiap kali dia menjadi yang pertama, dia akan melambatkan larinya dan membiarkan satu orang lawan di depannya.

Menjelang garis akhir, si kakak sudah senang karena dia akan menjadi juara dua. Tapi tiba-tiba dia terjatuh! Dia terlewati oleh beberapa orang lain. Wah si kakak ngga mau kalah. Dia bangkit dan berlari sekencang-kencangnya. Karena sudah terlatih berlari kencang setiap hari, maka dia pun berhasil melewati lawan-lawannya.

Tapi ternyata dia menjadi juara satu. Padahal yang dia incar adalah juara dua. Meskipun kawan-kawan dan gurunya senang dia menang, dia tetap sedih karena tidak bisa memberikan hadiah sepatu baru untuk adiknya.

Menurutku film ini sangat bagus karena mengajarkan beberapa nilai luhur kepadaku. Yang pertama adalah empathy. Ketika melihat sepatunya dipakai oleh keluarga yang lebih miskin mereka tidak memaksa mengambil sepatunya itu kembali. Koq ya anak kecil bisa seperti itu? Kalau aku mungkin ngga mau barangku diambil oleh siapapun. Apalagi barang yang masih aku pakai. Biasanya yang aku kasihkan ke orang lain ya barang bekas yang sudah tidak aku pakai lagi.

Yang kedua adalah tahu tujuan hidup dan mau memperjuangkannya. Si kakak tahu dia ingin mendapatkan sepatu baru untuk adiknya. Tetapi ketika ada halangan yang bisa membuat dia tidak bisa berjuang untuk mendapatkan sepatu itu dia memperjuangkannya sekuat tenaga.

Yang ketiga, konsisten. Meskipun dia menjadi juara satu tidak merasa bahagia karena bukan juara satu yang menjadi tujuannya. Kalo aku pingin sesuatu dan ternyata dapat yang lebih besar atau lebih baik, tentu aku sangat bahagia. Mungkin tujuanku hanya sekedar menjadi juara tanpa pernah memikirkan apa yang ada dibalik juaranya. Tidak ada niatan lain seperti misalnya ingin melalui proses mendapatkan yang kecil dulu sebelum mendapatkan yang besar sehingga bisa memanage nya dengan baik.

Aah, memang masih banyak yang harus ku pelajari, bahkan dari anak kecil sekalipun.

Aah akhirnya nulis lagi setelah hampir dua minggu vakum.

Alhamdulillah.

  • Share/Bookmark

Catatan Nikmat Ke-8: Mandi

Saturday, January 12th, 2008

Baru saja membaca novel “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburrahman. Ada satu paragraf yang membuatku teringat kepada nikmat yang telah Allah berikan kepadaku: MANDI. Dalam novel itu diceritakan betapa si peran utama mendapatkan kenikmatan luar biasa dari mandi setelah seharian berpanas-panasan di Mesir. Wah jelas nikmat dong bisa mandi setelah panas-panasan.

Jadi ingat waktu aku masih kecil. Dulu aku masih tinggal di kampung, Dusun Cibunian Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, Ciamis Selatan. Daerah yang terkenal dengan dukun santetnya ini jadi tempat persinggahan sementara karena orangtuaku belum mapan berkarir di Jakarta. Aku dititipkan di rumah kakek dari pihak ayah dan ibuku. Cara mandinya ya disesuaikan dengan keadaan masing-masing.

Di rumah kakek dari ayahku kalau mau mandi aku harus jalan kaki dulu sejauh kira-kira dua ratus meter. Jalannya ngga tanggung-tanggung melewati semak belukar dan pepohonan. Di antara semak belukar yang rimbun itu ada sebuah saluran air yang mengalirkan air dari sungai ke sawah. Kalau kata orang kota saluran itu diberi nama selokan. Nah dibagian semak yang paling rimbun selokan itu diberi batu-batu penahan yang membentuk bak air. Dari bak air inilah aku mandi.

Airnya disesuaikan dengan keadaan sungai. Kalau sungai sedang jernih maka aku menikmati air jernih untuk mandi. Kalau sungai sedang “butek” ya terima aja deh air yang kotor itu. Lagipula aku masih sangat kecil, jadi belum terlalu ngeh lah dengan air bersih dan air kotor. Ketika agak besar barulah di rumah kakekku itu dibuatkan sebuah bak mandi. Bak ini dialiri air dari sungai dengan memakai pipa. Meskipun sudah dibuatkan filter sebelum masuk ke pipa kejernihan air tetap mengikuti keadaan di sungai.

Kalau di tempat kakek dari ibuku sudah agak lumayan. Di sana ada sumur timba. Untungnya aku masih kecil jadi ngga perlu susah-susah kalau mau mandi. Tinggal tunggu bak air sudah dipenuhi oleh air yang ditimba oleh entah siapa. Airnya selalu jernih karena sudah disaring oleh dinding-dinding tanah sumur. Airnya juga segar, berbeda dengan air sungai yang kadang adem dan kadang hangat. Air sumur mungkin terkena efek seperti air kendi yang menjadi cukup dingin seperti yang sudah masuk kulkas.

Aku paling senang kalau di ajak mandi ke mata air atau sungai yang besar. Air yang melimpah membuatku senang bukan kepayang. Cuma sayang jarak mata air atau sungai besar dari rumah kakekku cukup jauh. Untuk bisa sampai ke sana aku harus berjalan berkilo-kilo meter melalui jalan batu yang licin dan juga terjal. Samping kiri dan kanan jalan ini adalah jurang yang membuat orang yang menjagaku malas mengantar. Malasnya bukan apa-apa, aku ini anak yang agak aktif sehingga agak sulit untuk dijaga.

Setelah pindah ke Jakarta kebutuhan air dipenuhi oleh sebuah pompa dragon. Segala keperluan air mengharuskan aku yang sudah agak besar ikut memompa. Masak, mencuci, dan juga mandi pasti aku jadi andalan. Kadang pompa ini ngadat tidak mau mengeluarkan air. Kalo sudah seperti ini aku harus memasukkan segayung air dulu ke dalam pompa untuk memancing airnya keluar.

Aku senang mandi air pancuran. Kalau mau mandi pancuran aku meminta orang lain memompa untukku. Sebelnya kalau sudah ngga ada lagi orang yang mau memompakan air aku harus “self service”. Cara melayani diri sendiri ini cukup melelahkan karena aku harus memompa airnya dan terburu-buru berlari ke bawah pompa supaya bisa menikmati air pancuran sebelum aliran air dari pompa itu berhenti.

Setelah keluargaku cukup berada, cie ilee, berada, orangtuaku memasang pompa listrik di rumah. Wah dengan ini aku ngga perlu cape mompa lagi. Pancuran air juga tidak menjadi halangan. Pokoknya senang deh punya pompa listrik. Cuma kalau pulang ke kampung balik lagi deh ke jaman batu menimba dan menikmati air sungai. Listrik di kampungku baru ada ketika aku sudah kuliah. Jadi ya, urusan mandi tetap harus manual untuk menyediakan airnya.

Air dalam bathtub dan shower baru aku nikmati setelah lulus sarjana. Ketika aku mulai ikut proyek-proyek dan sering menginap di hotel barulah aku kenal dua benda ini. Kalau sebelumnya sabun, shampoo, dan handuk harus disediakan sendiri sekarang semua sudah tersedia ketika baru masuk kamar.

Air mandi panas di hotel baru aku kenal ketika menjadi panitia seminar internasional di Bali. Sebagai salah satu panitia inti aku diberi fasilitas kamar di hotel Grand Bali Beach yang berbintang lima. Wah pertama kali merasakan mandi di bathtub dengan air panas aku senyam senyum sendiri. He he he, cuma gini aja toh rasanya. Kayak gini aja mah ngga usah bayar berjuta-juta rupiah. Di rumah juga bisa pakai jolang dan masak air sendiri.

Mandi dimanapun sama. Suatu kegiatan yang menyegarkan setelah penat berkegiatan. Dia membuat badan rileks dan fresh. Bisa mandi dengan air bersih tanpa perlu keluar banyak tenaga memang suatu nikmat yang sangat besar. Istriku pernah cerita dulu pergi ke daerah gunung kidul untuk program sosial. Selama satu bulan di sana tidak bisa mandi dengan benar. Soalnya ngga tega memakai air untuk mandi. Air untuk minum saja di jatah satu hari satu gelas, bagaimana mungkin menyediakan banyak air untuk kegiatan membasuh badan yang dinamakan mandi?

Aku bersyukur atas nikmat mandi yang telah Dia berikan kepadaku. Terima kasih ya Allah untuk kesempatan mandi yang telah Engkau berikan.

  • Share/Bookmark

Empowering Technology Untuk Acer Aspire 4520

Friday, January 11th, 2008

Updated 27/09/09. Baru dapat link driver sound audio buat 4520 untuk download drivernya. Setelah itu, disable Microsoft UAA Bus Driver for High Definition Audio dari device manager, sekalian uninstall. Baru install driver yang tadi saya berikan linknya. Penting untuk yang belum juga bisa membuat sound 4520nya bekerja.

Updated 13/08/08. Baca juga tulisan lain tentang “Bosan dengan Acer Empowering Technology“.

English Version is available just after the Google Search Button below”.

Ternyata, banyak juga yang berkunjung ke weblog ku ini karena mencari driver dan software untuk laptop acer, terutama Acer Aspire 4520. Karena itu aku mau berbagi sedikit tentang software Empowering Technology yang biasa dipakai di komputer Acer. Cerita di bawah ini tentu saja memakai Acer Aspire 4520 sebagai studi kasusnya.

Oke, setelah anda selesai menginstall semua driver (eh perlu driver juga kah? Harusnya kan sudah disertakan dalam CD saat beli) maka kita bisa menginstall launch manager dari CD. Launch Manager ini berfungsi untuk memperkenalkan tombol-tombol proprietary dari Acer yang ada di keyboardnya. Ada beberapa tombol yang penting, yaitu tombol dengan logo e (empowering technology), logo web, dan logo e-mail.

Logo web dan e-mail ada di bagian kiri atas, bersama-sama dengan tombol aktifasi wireless. Kalau kita tekan tombol ini dia akan menjalankan program yang sesuai untuk web dan e-mail. Misalnya saat ditekan tombol web akan menjalankan Firefox dan tombol e-mail menjalankan Thunderbird.

Kalo di Acer 4520, tombol e itu ada di bagian kanan atas. Software empowering technology nya harus di install dulu supaya saat tombol ini ditekan aplikasi empowering technology otomatis aktif. Instalasi empowering technology akan diberikan sebagai berikut.

Pertama, install dulu dotnetfx versi 1 yang bisa didownload gratis dari situsnya microsoft. Ingat ya, versi satu. Kayaknya sih ngga akan tabrakan meskipun anda sudah punya versi 2, 3, dan 3.5. Di laptop ku juga terpasang semua dotnetfx ini. Install dotnetfx dan selanjutnya install empowering technology framework.

Setelah empowering technology framework terinstall, boleh install bagian yang lain (link terbaru di bawah). Setidaknya ada 7 bagian softare yang terpisah, yaitu :

  1. e Power, digunakan terutama untuk mengatur penggunaan batere laptop.
  2. e Setting Management, untuk akses bios dan informasi hardware.
  3. e Performance, untuk mengatur penggunaan prosesor, memori, dan harddisk.
  4. e Data security, untuk mengenkripsi file, folder, atau drive
  5. e Lock, untuk mengunci drive removable
  6. e Presentation, untuk meng adjust output ke proyektor digital
  7. e NM, untuk Network Management

Yang penting untuk dimiliki mungkin hanya nomor 1 sampai 3, yang lain ngga diinstall juga ngga apa-apa. Apalagi yang nomor 7, kayaknya harus punya wireless chip keluaran intel baru bisa diinstall.

Yang sangat membantu buatku sih, ya e Power. Soalnya dia bisa mengatur layar memiliki tingkat pencahayaan tertentu, prosesor kecepatan berapa, hardware yang jalan apa saja. Misalnya kita tidak memiliki sambungan power, lalu sedang terkoneksi melalui wired network maka kita bisa disable hardware seperti wireless, firewire, bluetooth sehingga pemakaian energi bisa lebih efisien.

E performance juga oke. Dia bisa dipakai untuk membebaskan memori dari isi-isi yang tidak perlu sehingga bisa mempercepat program yang sedang berjalan. Sedangkan e-setting dapat dipakai untuk membuat password bios dari dalam windows.

Gitu dulu deh sharingnya. Mudah-mudahan yang driver ngga perlu dibahas. Kalo ada yang merasa perlu di bahas, kasih komentar aja di sini.


Google

Acer Empowering Technology is a software that can be used to help you administer hardware and software in your Acer laptops or desktop. It can be accessed by simply pressing special buttons nearby your keyboard. To get these buttons work for you, you need to install launch manager software provided inside CD accompanying your computer.

These special buttons are for empowering technology software, internet access, e-mail access, and so on. Empowering technology button is the one that has “e” letter on it. When you have launch manager installed and push this button, empowering technology framework software will be activated. This framework is the container for other software which will be desbribed later. Other buttons such as internet and e-mail buttons are located on top of the keyboard along with the wireless enable/disable button. When you press the button lauch pad will launch selected software for internet or e-mail. For example if you set firefox as the program for internet access, lauch manager will launch firefox whenever you push the button.

To get your empowering technology (from the above link) installed, you need to have Microsoft Dotnet framework version 1.1. Newer empowering technology might require other version such as 2, 3, or 3.5. You can have all version of Microsoft dotnetfx installed in you computer. This software can be downloaded from Microsoft’s site. To check the appropriate dotnetfx version you can try to install the empowering technology framework first. When it failed to install, it will inform you which version of dotnetfx should be available.

After the dotnetfx software is installed you can install Empowering Technology Framework. This must be done before you can install other empowering technology software. Listed below are the main empowering software. I use only some of them, actually I already uninstall most of them for some reason. I will tell you the reason in the end of this writing.

  1. e Power, to manage your laptop battery.
  2. e Setting Management, access BIOS and hardware information.
  3. e Performance, manage processor, memory, and harddisk usage.
  4. e Data security, encrypt files, folders, or drives.
  5. e Lock, lock removable drive.
  6. e Presentation, adjust video output to digital projector.
  7. e NM, Network Management

I rarely use the software. I think you don’t need those software at all. I uninstalled most of the software since they make my computer slow. It took more than 5 minutes for a fresh boot. Now, after I uninstalled the software, the booting process only takes less than 2 minutes. Whenever the battery is critical, you need to switch to power plug. Switching from battery to power plug on the reverse will make your internet connection disconnected if you use empowering technology. After the uninstallation I don’t have to reconnect my wireless.

I don’t know about new version of Empowering Technology, but for now I am happy without it. New Links on Empowering Technology Softwares:

  1. eNet Management
  2. ePower Management
  3. eLock Management
  4. eData Security Management
  5. ePresentation Management
  6. eRecovery
  7. eSettings Management
  8. Acer empowering framework

  • Share/Bookmark