Entries RSS Comments RSS

Catatan Nikmat Ke-7: Mata

Mata itu jendela hati. Istriku pernah bilang dia bisa menilai hati seseorang dari matanya. Dia bisa tahu siapa orang yang berpura-pura bahkan bisa tahu seorang playboy cap kampung dari tatapan matanya. Orang yang penuh keikhlasan dan jujur juga bisa dilihat dari mata. Aku ternyata beruntung memiliki mata yang bisa memikat hati dia. Jendela hatiku memikat hatinya. Katanya, mataku memberi informasi seorang lelaki yang baik dan bisa menjadi pendamping setia hidupnya.

Sejak aku masih di SD sebenarnya mataku ini bermasalah. Sering aku lihat benda-benda transparan macam ulat yang ikut bergerak mengikuti pandangan mataku. Pernah juga diperiksa. Ternyata itu adalah lapisan minyak di bola mata. Lapisan minyak bisa nangkring di sana karena aku terlalu banyak makan-makanan berminyak. Memang sih, aku ngga bisa jauh dari yang namanya Mie Baso, Mie Ayam, dan goreng-gorengan. Itu sih makanan favoritku. Setelah divonis seperti itu, aku mulai mengurangi makan favorit itu, untuk sementara saja, soalnya setelah beberapa lama ya balik lagi makan baso, mie ayam, dan bakwan.

Sempat juga berfikiran, wah keren juga orang-orang yang memakai kacamata. Seolah-olah kacamata itu menjadi penghias yang menambah indah si pemakainya. Aku kepengen pakai. Tapi mataku normal-normal saja jadi ngga perlu tuh pakai kacamata.

Sampai akhirnya aku mengeluh agak sulit melihat ketika naik ke kelas 3 SMA. Mataku diperiksa dan ternyata sudah minus tambah sinus. Horee, pakai kacamata. Hari pertama dilalui dengan hati gembira, karena akhirnya aku pakai kacamata. Tapi lama-lama koq ngga enak ya pakai kacamata. Sakit di hidung, di telinga, dan malah bikin pusing. Wah, ngga bisa lama-lama nih pakai kacamata.

So, mulailah diterapi supaya bisa balik normal lagi. Aku sering melihat benda-benda yang jauh dan berwarna warni seperti hutan, langit, dan lautan. Selain itu juga ditambah dengan minum jus wortel buatan ibuku. Setelah beberapa lama, akhirnya aku bisa melepaskan kacamata. Kali ini, ngga mau lagi ah pakai kacamata.

Memang, nikmat yang langsung diberikan oleh Allah itu adalah yang terbaik bagi manusia. Ngga bisa digantikan deh oleh yang artifisial. Nikmat itu tidak terasa nikmatnya sampai akhirnya harus digantikan oleh buatan manusia atau bahkan hilang sama sekali.

Makanya, kali ini aku ingin memanjatkan segala puji bagi Tuhan, yang telah memberiku jendela untuk mengenal dunia ini. Mata yang mudah-mudahan tidak menipu istriku sampai akhirnya dia memilihku hehehe. Wah aku nih mau punya dua anak perempuan, kayaknya mereka nanti harus ditraining juga nih sama ibunya, biar bisa terhindar dari jeratan pria penipu mata.

Alhamdulillah.

  • Share/Bookmark

3 Responses to “Catatan Nikmat Ke-7: Mata”


  1. Wah aku nih mau punya dua anak perempuan, kayaknya mereka nanti harus ditraining juga nih sama ibunya, biar bisa terhindar dari jeratan pria penipu mata.

    kayaknya emang perlu siaga 1 pak kalok dah punya anak gadis. tapi kalo pak iwan dan ibu pasti bisa menjaga deh anak2 gadisnya yang cantik dari tipuan para lelaki.

  2. anis says:

    waduh..
    dulu, waktu saya kecil malah selalu mencari-cari lelaki bermata elang.. maklum, katanya kerennya begitu. hehe..
    sampai dipelototin, tetep bingung.. yang kaya mata elang itu yang gimana ya??? ;-)
    buat saya, mata itu cahaya kehidupan seseorang.. bahkan energi hidupnya bisa dibaca dimatanya.
    dan emang bener kata istri pak iwan kalau mata cermin hati seseorang..

Leave a Reply