Luar biasa, nikmat yang datang bertubi-tubi ini memang selalu membuatku mabuk kepayang sampai lupa ingatan, bahwa Dia lah satu-satunya pemberi kenikmatan tiada tara. Lupa bahwa harus bersyukur atas segala karunia Nya, agar selalu ditambah dan ditambah dan ditambah lagi. Bahkan kali ini, aku masih mendapatkan kesempatan merayakan tahun baru Islam hari ini.
Tadi malam tangki air rusak yang menyebabkanku tidak bisa mandi shower selama dua bulan ini terpaksa diistirahatkan. Sekarang airnya langsung mengalir dari pipa utama ke shower tanpa perlu tangki itu lagi. Terima kasih buat tangki yang telah menemani aku dan keluargaku selama setahun lebih ini.
Akhirnya bisa shower-an lagi. Alhamdulillah.
Eh iya, bisa sekolah ke luar negeri juga suatu nikmat lho. Meskipun setelah menjalaninya, waaaah kayak pengen pulang aja. Ngga enak. Lho bagaimana sih nih, nikmat koq ngga enak. Memang lebih enak nge blog daripada sekolah. Bagaimana nanti ya, setelah dikenalkan blog oleh Pak Sawali, guru-guru dan siswa jadi pada malas sekolah, kayak aku ini.
Seandainya saja, ngeblog di Indonesia bisa menjadi sumber penghasilan. Tapi sayangnya kualitas tulisanku belum layak untuk jadi bahan bacaan bermutu. Mosok tulisannya cuma tentang kehidupan sehari-hari di Malaysia yang sebenarnya adalah karunia tapi koq rasanya ngga enak.
Yo wis, balik lagi ke sekolah. Tapi sebelum itu mau nonton film denias dulu. Dibawain oleh teman dari Indonesia, hehehe. Tukang ngopi tapi ngga kena caffein.
Habis manis sepah dibuang…
Setelah air mengalir langsung dari pipa utama ke shower, tangki diistirahatkan….
Hmmm, mengingatkan saya betapa banyak hal yang bukan hanya tidak disyukuri, tapi juga tidak dinikmati sebagai karunia-Nya.
Salam dari endonesa
Yah, habis manis ngga dibuang sih, dibiarkan di tempatnya saja. Sudah dicari bocornya dimana ga ketemu juga
Salam juga dari Toronto, eh tronoh ding.