Entries RSS Comments RSS

Catatan Nikmat Ketiga

Tak henti-hentinya Dia melimpahkan nikmat yang teramat sangat untukku. Segala puji memang hanya untuk Dia.

Kalau boleh dibilang, aku ini orang biasa-biasa saja. Lahir bukan dari keluarga kaya raya. Dalam pendidikan pun, ya sedang-sedang saja. Tidak jenius dan tidak juga idiot. Tapi kenapa aku selalu beruntung?

Kata orang sih, ini karena usaha orangtua. Apa yang aku nikmati sekarang ini sebenarnya adalah hasil dari kesolehan dan ketekunan orangtua. Aku bisa sekolah yang baik, ya karena orangtua yang mendukung dalam hal biaya, semangat, dan juga menyiapkan semua keperluannya.

Aku hidup senang, karena mungkin orangtuaku juga hanya mengambil rejeki yang halal saja. Tidak sedikit lho, orang kaya yang anaknya amburadul karena sering nilep duit tidak halal. Aku dihormati dilingkungan tetangga, karena mereka mengenal orangtuaku sebagai orang baik-baik dan berjasa. Akunya sendiri sih, ngga melakukan apa-apa.

Beruntungnya aku punya orangtua seperti mereka.

Dan ternyata, akupun beruntung mendapatkan seorang pendamping hidup seperti istriku. Orang baik yang punya pandangan hidup baik juga. Bukan sekali dua aku mengakui kalo cara pandang hidup istriku jauh lebih baik daripada cara pandang hidupku.

Beruntung karena meskipun aku orang biasa-biasa saja, dia masih mau memilih aku menjadi suaminya. Padahal, banyak ketua-ketua organisasi yang memilih dia. Banyak orang-orang hebat yang mengagumi dirinya. Entah kenapa, koq dia malah milih aku. Apa kesambet pelet? Ngga tau deh, yang penting aku beruntung memiliki dia.

Terima kasih untuk hari ini Tuhan, aku bisa mengingati nikmat-nikmat yang telah Engkau berikan.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply