Hari ini, kedua anakku masuk hari pertama sekolah. Seperti biasa, hari pertama sekolah sangat bersemangat. Malamnya disuruh tidur cepatpun ngga protes. Bahkan bangunnya pas beberapa saat setelah adzan subuh.
Ngga seperti di Indonesia, tahun ajaran baru di Malaysia dimulai bulan Januari. Apa karena ngikutin gaya Inggris ya? Terutamanya sekolah setingkat TK sampai setingkat SMU. Ada juga sih yang mulainya bulan Juli, tapi biasanya sekolah internasional.
Sekolah di sini berdasarkan umur atau tahun lahir. Misalnya anak kedua saya lahir tahun 2003, maka tahun ini sudah harus masuk TK tingkatan 5 tahun meskipun lahirnya bulan Desember. Kebayang kan, anak umur 4 tahun lebih sebulan sudah disamakan dengan yang umur 5 tahun. Dan syarat umur ini sangat ketat, pokoknya meskipun cuma beda sehari ngga boleh ikutan yang kelas atasnya. Misalnya, kawan saya anaknya lahir bulan Januari 2003. Maunya sih, sudah ikutan yang kelas 6 tahun. Tapi ngga boleh tuh sama gurunya.
Sekolah anakku sekarang lebih dekat ke rumah. Tahun kemarin anak yang pertama masuk sekolah TK negeri. Tempatnya agak jauh dari rumah, tapi bisa sekalian aku pergi ke kampus. Yang ini sih harus diantar, karena melewati jalan besar dan penuh mobil berkecepatan tinggi.
Sekarang masuk sekolah swasta, dekat rumah. Mungkin 500 meter. Tadi pagi pun aku antar dengan istri jalan kaki. Pulangnya baru dijemput pakai mobil, soalnya di sini panas banget. Kemarin saja, aku ajak anak-anak main ayunan di taman pulangnya aku langsung pusing.
Dulu waktu aku kecil, aku masuk TK cuma setahun saja. TK yang paling dekat dari rumah, berjarak sekitar 1 kilometer. Pergi berangkat dianter ortu karena sekalian berangkat kerja. Pulangnya sendiri aja. Maklum deh, jaman dulu belum seperti sekarang. Dulu masih aman membiarkan anak pulang sendiri dari sekolah di Jakarta. Sekarang? Ngga tau deh.
Seingatku, dulu waktu TK ngga belajar menulis atau membaca apalagi berhitung. Aku ingat, baru bisa membaca ketika kelas 1 SD dan menghitung setelah beberapa bulan sekolah. TK di sini sudah belajar membaca dan menghitung. Anak pertamaku sekarang sudah bisa membaca dengan dieja dan menghitung sederhana. Yang anehnya, ejaan di sini ikut ejaan English. Contoh A dibaca e, b dibaca bi, dst.
Kawanku yang anaknya sekolah di swasta, tidak diajar mengeja tapi langsung membaca perkata. Ya jelas ngga langsung bisa. Di rumah anaknya diajar lagi membaca dengan ejaan Indonesia. Lha wong kata-katanya sama dengan Indonesia koq. Misalnya BACA, disini ejaannya bi e ba, si e ca. Apa ngga bingung tuh anak? Di rumah anak kawanku itu diajari be a ba, ce a ca. Kalo anak pertamaku udah biasa aja tuh dengan ejaan English tapi bacaan Indonesia.
Nah, yang bingung nanti kalo balik ke Indonesia. Namanya juga beda tahun ajaran, apa nanti harus menunggu 6 bulan baru bisa sekolah atau …. uang yang bicara? Kita lihat saja nanti
Awal tahun ajaran baru itu juga sering jadi persoalan sebenarnya pak iwan. biasanya tahun anggaran itu kan dimulai januari. sekolah di negeri kita dimulai tahun ajaran barunya bulan juli. wah, seringkali anggaran pendidikan nggak bisa klop dengan tahun anggaran. repot juga. lalu mengenai pendidikan di TK, menurut para ahli, *halah* sebenarnya anak2 TK mah belum saatnya diajari membaca, menulis, dan berhitung, tetapi lebih diajak untuk bermain dan bersosialisasi dg lingkungan. konon itu berdampak nanti setelah mereka dewasa. kalau sejak TK sudah dibebani mata pelajaran macem2, lama kelamaan mereka jadi jenuh belajar. entah benar ontah tidak, hehehehe
wallahu alam.
Nah, mungkin itu kali ya, ngikutin tahun anggaran. Bukan ngikutin gaya inggris.
Eh iya, Pak Sawali, kawan seruangan saya anaknya di TK sudah diajari menulis surat. Panjang suratnya sampai satu halaman buku tulis biasa. Anak saya, nulis saja masih belepotan Pak.
Tapi di Indonesia dan Malaysia sama, standarnya sih TK ngga harus bisa baca tulis, tapi karena SD pada ngetest anak baca tulis, akhirnya ya diajari juga.
Pak Iwan,
Selamat sore…saya membaca beberapa postingan anda dan sangat membantu buat saya yang baru saja datang ke msia untuk mengadu nasib (ceeeiillee…).Begini Pak Iwan..kebetulan anak saya di Indonesia belum tamat TK (baru 1.5 tahun saja TKA (1thn) dan TKB (6bulan)) Karena harus segera berangkat segera akhirnya saya korbankan sekolah anak saya. Yang saya butuh informasi dari Pak Iwan apakah anak saya dapat memulai sekolah di bulan Juli? Terima kasih.
Salam,
Teddy
Di sini sekolah berdasarkan umur (tahun kelahiran). Jadi kalau tahun kelahiran 2003 ke atas, pasti masuk TK. Dan biasanya sih, mereka sudah ada perencanaan dari awal jumlah murid berapa sehingga harus kasih subsidi berapa. Beberapa tempat membolehkan untuk daftar, beberapa lagi tidak. Tergantung kebijakan kepala sekolah masing-masing.
Kecuali kalau disekolahkan di swasta, ya umur berapapun dan kapanpun selama masih tersedia kursi kosong akan diterima. Tapi kalau tempat kerjanya di Kuala Lumpur, mungkin lebih baik ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, karena mulai tahun pelajarannya sama dengan di Indonesia.
Btw, selamat datang di Malaysia.
Ass
Dear friend ada yang tau sekolah swasta yag bagus dekat daera wangsa maju sek 6,….pusing nih cari sekolah swasta yg murah and bagus