Entries RSS Comments RSS

Orang-orang aneh

Sebenarnya, tidak begitu banyak orang-orang aneh disekitarku. Justru, lebih banyak orang aneh disekitar istriku (termasuk aku kali ye). Anehnya kenapa? Karena ngga mikir kayak aku inilah maka mereka itu jadi aneh (nah, berarti aku ngga termasuk aneh).

Contoh satu, kawan-kawan istriku (ada juga sih yang jadi kawanku langsung) yang berada di Garut sana (silahkan kunjungi http://www.sancang.net untuk keterangan lebih lanjut) yang padahal, mereka itu banyak lulusan ITB lho. Katanya lulusan ITB itu, calon orang kaya dan kerja di perusahaan besar. Atau paling ngga punya perusahaan sendiri lah. Nah mereka itu malah ngungsi ke desa.

Apa gerangan yang ada dalam pikiran mereka, koq ngga sama ya dengan pikiranku? Hidup itu sudah susah, ngapain juga cari susah hidup di kawasan termiskin se Garut? Alasannya apa ya? Kata temanku yang lain, yang tentu saja lebih dekat dengan orang-orang aneh itu, mereka punya prinsip:

Hidup itu harus berarti dan harus memberi arti. Maksudnya setiap hari diri kita itu harus menjadi lebih baik dan membuat orang lain juga lebih baik.

Nah, sebenarnya ngga cuma mereka sih yang aneh, banyak juga kawan-kawan istriku yang dari Yogya sana, atau Surabaya sana memiliki prinsip hidup yang sama. Entah di mana mereka sekarang, tapi mereka semua bekerja untuk membuat diri mereka berarti dan memberi arti.

Ada lagi kawan istriku, yang dulu kuliah di planologi ITB. Orangnya urakan, tapi kalo masalah agama ngga usah ditanya deh. Kalo aku aja sering shalat di akhir waktu, orang ini selalu ke Masjid begitu terdengar adzan. Dia akhirnya mengundurkan diri dari ITB, gara-gara apa coba? Gara-gara ngga sesuai dengan hati, Jurusan Planologi itu kerjaannya menggusur orang-orang kecil katanya. Makanya dia keluar.

Pernah suatu saat, dia diminta mengirimkan barang oleh pengurus beasiswa. Bukan sesuatu yang berhubungan dengan beasiswa sih, ini murni barang bisnis. Tapi di tengah jalan barang itu malah diberikan kepada orang lain, yang menurut dia lebih membutuhkannya. Walah, jelas marah besarlah pengurus ini. Akhirnya dia dikeluarkan dari lembaga pemberi beasiswa ini. Aneh kan?

Selain itu istriku juga punya banyak kawan yang berasal dari golongan kurang mampu, tapi kemudian memiliki nasib baik bisa kuliah di Bandung. Ada seorang dari desa yang datang ke Bandung dengan niat mau jadi penjaga toko. Eh, malah dijadikan pembantu mantan rektor ITB dengan syarat mau belajar untuk UMPTN. Akhirnya lulus deh UMPTN dan selanjutnya malah dapat beasiswa yang lebih besar dari gaji PNS saya sekarang ini.

Ada lagi yang sedang jualan koran di Terminal Angkot Cicaheum, kemudian dilihat oleh orang dan ditantang untuk ikutan UMPTN. Akhirnya dia ikut dan lulus juga. Selanjutnya dapat beasiswa lagi.

Dan, tau ga apa yang mereka lakukan dengan uang beasiswa mereka? Dikira buat senang-senang? Wah ternyata ngga tuh. Beberapa orang yang mendapat beasiswa mengumpulkan uang beasiswanya agar bisa memberikan bimbingan belajar UMPTN buat orang-orang tidak mampu dari desa. Dikumpulkan di sekitar daerah riung bandung sana, namanya yayasan berjuang kalo tidak salah. Itu juga kata istriku.

Sewaktu sekolah menengah di Yogyakarta, istriku kenal dekat dengan seseorang yang memiliki ibu tiri dan sudah disuruh pulang ngga usah sekolah di Yogya oleh bapaknya. Tapi dia keukeuh untuk sekolah dengan usahanya sendiri. Beli kue-kue kecil di pasar sebelum sekolah dan menjualnya saat istirahat, sampai dia di ontrog oleh penjaga kantin karena mengurangi pendapatan. Sekarang sih, sudah sekolah sampai ke Leeds England sana.

Sebenarnya sih, aku yakin banyak orang-orang aneh yang pikirannya ngga seperti pikiranku. Di dunia blog ini juga banyak rasanya seperti bangaiptop.  Dan Indonesia memang rasanya lebih membutuhkan orang-orang seperti itu dibandingkan orang seperti aku. Maksudnya ya supaya Indonesia lebih baik gitu lho. Tapi kayaknya jauh lebih banyak orang yang mikir kesenangan diri sendiri seperti aku ini ya, jadi kapan dong Indonesia ke arah yang lebih baik?

Mungkin, suatu saat nanti yang bisa jadi aku ngga ikut menikmatinya, begitu kan Pak Sawali?

  • Share/Bookmark

7 Responses to “Orang-orang aneh”

  1. halah, pakai halah lagi, hehehehehe :lol: dunia kehidupan di sekutar kita seringkali emang aneh, ya, pak. tapi lebih aneh lagi kalo nggak ada hal2 yang aneh, hehehehehe :lol: namanya juga dinamika hidup, pak. banyak kejadian yang nggak masuk akal. saya punya tetangga di desa yang SD aja nggak lulus, pak. tapi jangan tanya soal hartanya, pak. wah bikin salut banyak orang sekampung. eh, yang sekolah tinggi ternyata hidupnya juga segitu-segitu doang. kalo dipikir2 memang aneh ya pak.

  2. Halah, ikutan halahnya Prof Sawali… 8)
    Ini seperti diskusinya Kyai Jenang tentang sudut pandang dan ruang pandang…. Ketika kita melihat seseorang “aneh”, mungkin karena kita melihatnya dari sudut pandang arus besar dan umum. Sebaliknya, orang yang kita bilang aneh itu, boleh jadi sedang menilai bahwa kita aneh, menurut sudut pandangnya… *halah sok tahu MODE ON*

    Omon-omon, Kalau di Indonesia tinggalnya di Bandung atau di Garut nih?

    Salam buat keluarga semua

  3. kangguru says:

    aneh orang aneh yang dibutuhkan di negara yang serba aneh ini pak

  4. @ Ram
    Saya di Sarijadi Bandung, tapi kayaknya kalo pulang nanti tergusur agak ke kabupaten Bandung nih. Maklumlah, PNS masih numpang sama orang lain. Ya, tergantung orang yang ditumpangi, ngasih tempatnya di mana.
    @ kangguru
    kalo kata berita, “Hanya Ada di Indonesia”, gitu kan ya :)

  5. Kalimat cerdas dan bijak …. Hidup itu harus berarti dan harus memberi arti

  6. idris says:

    hmmm, ikut komen nih pa.. dari tadi sy bolak-balik halaman blog ini ternyata banyak info yang saya dapet.. untuk itu saya ucapkan tararengkyu atas kebaikan om/bp/akang membagikan pengetahuannya di blog ini :D .. btw, untuk jadi orang aneh sperti disebutkan diatas, buat saya rada-rada sulit ya.. kayaknya harus mndobrak zona nyaman banget deh.. mungkin saya terlalu biasa untuk bisa jadi aneh hehehe…

Leave a Reply