Entries RSS Comments RSS

Archive for March, 2008

Hemat Energi Hemat Biaya

Friday, March 28th, 2008

Sewaktu kuliah di Bandung, aku pernah ambil mata kuliah Ekonomi Energi. Isinya adalah analisa tentang kondisi energi di Indonesia. Sedih banget deh ngikuti kuliah ini. Koq bangsa yang kaya raya dengan sumber alamnya ini ngga mampu menikmati kekayaannya. Banyak sekali sumber daya atau uang yang keluar untuk biaya energi yang sebenarnya bisa didapat dengan harga yang lebih murah. Belum lagi kekayaan alam seperti kayu, ikan, emas, dan lainnya yang diambil oleh bukan rakyat Indonesia, secara legal maupun illegal.

Sewaktu aku kecil dulu, aku sering lihat iklan layanan masyarakat tentang hemat energi hemat biaya. Jaman dulu, rasanya supply energi masih lebih banyak untuk memenuhi permintaan. Jadi ajakan hemat energi ini cenderung untuk mengedukasi masyarakat supaya mengubah pola hidup. Jaman sekarang juga sering ada ajakan hemat energi. Tapi ajakan ini dilakukan saat supply energi lebih sedikit dari permintaan. Sampai-sampai listrik saja dijatah. Ini bukan mengubah pola hidup, cuma jadi pembenaran saja terhadap kekurangan supply energi.

Aku kagum terhadap usaha segelintir orang yang meskipun kontribusinya sedikit tapi bisa dijadikan contoh yang baik. Dan rasanya kalau usaha mereka diikuti oleh banyak orang, upaya penghematan energi bisa dilakukan dengan lebih baik dan kontribusinya sangat besar. Contohnya adalah orang-orang yang pergi kerja dengan memakai sepeda. Ada lagi orang-orang yang meskipun mampu membeli kendaraan dan bahan bakar sendiri, tapi mereka memilih untuk share kendaraan dan ongkos bahan bakar.  Memang ada juga sih, yang karena ngga bisa beli kendaran dan bahan bakar, akhirnya nebeng. Tapi setidaknya usaha seperti ini dan juga penggunaan kendaraan publik akan mengurangi penggunaan energi.

Rasanya nanti kalau pulang, aku akan beli sepeda untuk pergi kerja. Walaupun tidak seberapa, mudah-mudahan bisa bantu mengurangi penggunaan energi terutama yang memakai bahan bakar tak terbarukan. Selain usaha ini, ada juga yang mengganti Air Conditioner dengan tumbuh-tumbuhan yang sudah dilaksanakan di sebuah kampung di Jakarta. Bisa juga melalui edukasi yang membentuk kesadaran masyarakat tentang biaya yang harus mereka keluarkan untuk mendapatkan energi, seperti misalnya listrik.

Ayo kita hemat energi.

  • Share/Bookmark

Bidadari Itu

Thursday, March 27th, 2008

Sepuluh tahun yang lalu, aku terkagum melihat CV mu

Ku bayangkan, indahnya hidupku bila bisa memiliki istri sepertimu

Tapi sayang, saat itu kondisi belum memungkinkanku untuk memilihmu

Untungnya, waktu yang berlalu mampu membuatku mengikatmu menjadi istriku.

Enam tahun yang lalu, aku ikut menemani ibumu

berjuang belasan jam lamanya untuk memberi jalan padamu

menjadi anak pertamaku

Tiga hari yang lalu

Aku mengantar ibumu

Ke rumah sakit yang jauh di kota itu

Kata dokternya, kamu belum turun

padahal sudah banyak darah yang keluar dari tubuh ibumu

bagaimana ini?

ya sudah, bawa jalan-jalan saja dulu

ternyata ibumu kesakitan sekali saat berusaha membuatmu turun

akhirnya kami bawa lagi ke rumah sakit

eh, ternyata kamu belum turun juga

tunggu lagi 3 jam, ngga turun-turun akhirnya dokter harus memaksamu

kamu ngga tau sih, kalau dipaksa dokter, sakitnya minta ampun

ibumu sampai harus menangis meraung kesakitan

untungnya ngga lama, 24 Maret 2008 pukul 19:47 waktu GMT +8

kamu lahir ke dunia ini anakku yang ketiga

berat juga ya badanmu, 4 kg

panjang juga ya badanmu, 56 cm

mudah-mudahan kamu menjadi anak yang sholeh, sehat, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat

mudah-mudahan, kami orang tuamu dan juga kakak-kakakmu mampu mendidik dan menjaga kalian semua sampai nanti kalian bisa berdikari

sekali lagi, selamat datang di dunia

Naila Azka Aqila

  • Share/Bookmark

Jadi Kaya Lewat Saham

Saturday, March 22nd, 2008

Dalam beberapa bulan terakhir ini aku sering lihat iklan pelatihan jual beli saham (stocks trading). Kalau dilihat tawarannya, sangat menggiurkan. Bayangkan ada yang bisa untung sampai 1300% dalam satu tahun. Deposito Mu’amalat yang paling gede hasilnya se Indonesia aja (menurutku lho paling besar), cuma sekitar 10% dalam setahun. Apa tidak bikin ngiler tuh?

Tapi beberapa tulisan di internet mengatakan kalau jual beli saham itu haram. Contohnya adalah tulisan di blog syiarislam. Tulisan itu ternyata tulisan yang sama di blog atau jurnal lain yang menyatakan jual beli saham itu haram. Wah, gimana ya, padahal aku juga pingin jadi kaya nih. Kalau memang jual beli saham bisa bikin kaya, kenapa tidak dilakukan? Sayangnya koq dibilang haram.

Untungnya ada lagi tulisan yang menyatakan kalau ada jual beli saham yang tidak haram. Contohnya adalah fatwa dari MUI. Ini membuka jalan buatku untuk belajar saham. Memang ada sih disebutkan transaksi saham yang haram. Aku tuliskan di bawah ini ya:

  • Short selling
  • Margin Trading
  • Insider trading

Yang lain aku belum tahu. Nanti deh aku periksa lagi. Setelah cari punya cari, ternyata jual beli saham itu tidak mudah. Pertama, perlu modal besar. Bayangkan bila satu saham harganya Rp. 5000. Kita ngga bisa beli hanya 100 lembar saham. Biasanya sih dijual dalam kelipatan satu lot (sekitar 500 lembar saham). Dan katanya ngga bisa cuma beli satu lot. Berarti harus punya banyak uang yah.

Lagi pula, jual beli saham itu harus punya waktu dan kemampuan khusus untuk melihat pergerakan saham. Wah, orang kayak aku gini mana sempat. Wong ngurus kerjaan sehari-hari saja sudah kekurangan waktu. Akhirnya dapat kesimpulan, jangan main saham dulu. Kalau mau belajar investasi mendingan beli reksadana dulu. Ini cara yang lebih aman dan lebih mudah buat berinvestasi dibandingkan saham.

Gimana caranya investasi reksadana? Nanti dulu deh, aku juga masih belajar. Kapan-kapan disambung lagi tulisannya.

  • Share/Bookmark

Yang Harus Diingat Saat Ke Malaysia

Wednesday, March 19th, 2008

 Kemarin aku menjemput adik ipar ke LCC Terminal dekat Kuala Lumpur. Perjalanan dari rumah ke sana jadi agak panjang karena perusahaan travel yang biasa digunakan sudah tidak boleh lagi menjual tiket bus kepada penjemput. Katanya bisa disomasi oleh perusahaan bus shuttle airport.

Solusi yang terlintas, ya harus potong-potong naik bus nya. Dari rumah di Seri Iskandar pergi ke Puduraya. Dari Puduraya naik shuttle bus ke airport. Bus dari Seri Iskandar sih tidak masalah karena ada jadwal tetap. Tapi shuttle bus dari Puduraya ke airport ini tidak punya jadwal tetap. Shuttle bus dari KL Sentral pun sama. Istilah Indonesianya, bus ini akan ngetem dulu sampai punya beberapa penumpang baru akan berangkat. Dari airport ke luar pun sama juga ngetemnya.

Gara-gara ngetem kelamaan, aku pun tertinggal jadwal bus pulang ke rumah. Terpaksa nunggu dua jam, yang akhirnya aku habiskan untuk mencari gulai tunjang favorit istri dan anak-anak. Sayangnya restoran padang tempat aku biasa beli di Masjid Jamek, sudah pindah. Wah kalau harus cari tempatnya lagi, bisa-bisa aku ketinggalan bus untuk kedua kali. Jadi aku putuskan membawa adik iparku ke menara kembar petronas. Lumayanlah, ada tanda kalau sudah pernah ke Malaysia.

Dari adik ipar, aku dapat cerita ternyata untuk masuk ke Malaysia ada jumlah uang minimal yang harus dibawa. Minimal 3 juta rupiah. Saat itu adik iparku hanya bawa 250 ringgit saja. Hampir tidak diperbolehkan masuk Malaysia, hehehe. Masa sih udah sampai di tempat, harus nunggu satu bulan untuk pulang lagi ke Indonesia. Padahal udah ngasih alasan kalau uang itu bisa diambil lewat ATM, tetep saja harus bawa uang tunai. Padahal kan bawa uang tunai banyak-banyak bisa membawa bahaya. Kalau bawa ATM kan lebih mudah. Asalkan ATM nya bisa dipakai di ATM bersama, Visa, Maestro, atau Cirrus rasanya ngga jadi masalah deh (kecuali kalo uang di bank juga tinggal sedikit). ATM bank BNI, Mandiri, Niaga, Muamalat Indonesia, itu paling tidak yang aku tahu bisa dipakai narik uang di sini.

Kalau datangnya sih asalkan sudah punya bukti tiket balik, bisa tinggal di Malaysia tanpa visa bisa selama 30 hari. Untungnya adik iparku sudah aku pesankan supaya mencetak tiket AirAsia bulak balik. Mungkin itu juga yang membantu adik iparku bisa masuk. Soalnya kan sudah punya bukti tiket balik.

Oh iya, saranku kalau mau jalan-jalan ngga usah pergi ke Malaysia deh. Sama saja tempatnya dengan Indonesia. Bahasa hampir mirip, tempat wisatanya pun kalah banyak dan kalah indah dengan Indonesia. Sekalian saja perginya tuh ke Thailand sana, atau Singapura. Harga barang souvenir di Thailand jauh lebih murah dengan kualitas yang lebih baik daripada di Malaysia. Pantainya katanya lebih indah dari pantai di Bali. Temanku saja, sudah siapkan souvenir dari Thailand padahal sekolahnya di Malaysia.

Udah dulu ceritanya.

  • Share/Bookmark

Trauma

Thursday, March 13th, 2008

Trauma adalah luka. Biasanya orang awam seperti aku ini menghubungkannya dengan psikologi. Padahal, ya trauma itu adalah luka. Ada luka fisik dan juga psikologi. Kali ini yang akan dibicarakan adalah trauma psikologi.

Aku punya trauma sendiri dalam berkomunikasi dengan orang lain. Terutama kalau aku harus berhadapan dengan orang banyak. Gara-garanya dulu sewaktu TK aku ditertawakan ketika sedang tampil dimuka umum. Sejak saat itu kalau harus tampil di muka umum, selalu deh timbul awan mendung disekitar lingkunganku.

Temanku juga punya trauma. Ketika dia berpindah agama, kebetulan ikut kelompok pengajian yang mungkin menimbulkan luka jiwa. Akhirnya sampai sekarang, katanya bawaannya agak ngga suka saja dengan kelompok itu.

Trauma itu memang luka yang sulit disembuhkan. Salah satu cerita tentang presiden Amerika menggambarkan bagaimana luka itu sulit untuk disembuhkan, bagaikan kayu yang telah dipaku. Pakunya boleh diambil, tapi lukanya tetap akan ada. Dalam tulisan yang lain juga disebutkan, orang akan lupa pada perkataan, orang akan lupa pada perbuatan, tapi orang tidak akan lupa pada perasaan yang telah ditinggalkan.

Mengobati trauma seperti milikku ini juga tidak mudah. Sudah bertahun-tahun diobati masih juga belum sembuh benar. Dulu sewaktu awal kuliah aku tahu aku harus bisa mengatasi rasa takut itu. Bagaimana mungkin aku bisa sukses dalam hidup kalau tidak berani menghadapi orang lain? Bagaimana mungkin aku bisa membela keluargaku kalau aku sendiri tidak bisa menghadapi ketakutan diriku?

Seharusnya, mengobati trauma itu didampingi oleh ahlinya ya. Soalnya terasa sekali koq lama pengobatannya kalau pakai usaha sendiri. Bahkan sampai sekarang belum pernah berhasil meningkatkan level kepercayaan diri.  Siapa ya kira-kira yang ahli terapi fobia orang banyak?

  • Share/Bookmark

Driver Acer 2920 Windows XP

Thursday, March 13th, 2008

Karena banyak sekali yang menanyakan driver untuk Acer Aspire 2920, aku buatkan satu tulisan khusus buat dia ya. Untuk informasi, aku ga punya laptop ini jadi jangan harapkan aku bisa nyoba apa-apa di laptop jenis ini. Tulisan ini adalah untuk membantu orang yang punya laptop ini tapi ga tau gimana cara nyari drivernya, terutama untuk XP.

Kiat untuk mencari driver adalah berikan perhatian pada device yang tertanam dalam laptop ini. Cara yang paling gampang adalah dengan install Windows Vista (katanya database devicenya sudah lebih banyak dibanding XP), lalu catat yang penting-penting, seperti: Display Adapters, DVD drive, pointing device, LAN, Wifi, Chipset, Webcam, Cardreader, Express Card, Audio, Modem, dan bluetooth.

Berikut ini data yang aku dapatkan dari sebuah website:

Langkah selanjutnya adalah mencari driver. Caranya dengan mengunjungi website pembuat devicenya, misalnya intel, hitachi, synaptic, broadcom, realtek. Gunakan fasilitas search atau download driver di website tersebut untuk mencari driver yang diperlukan.

Kalo ga nemu juga, ya gunakan jasa om google yang baik hati. Cari dengan keyword nama device dan xp. Misalnya: +Broadcom + Netlink + XP. Kunjungi website dari komputer apapun. Karena ngga mungkin dong sipembuat device membuat driver khusus untuk komputer tertentu. Download saja semua driver, ngga peduli dari merek komputer apapun yang penting devicenya sama.

Setelah itu, coba install. Caranya adalah dengan mengumpulkan dulu driver-driver di satu folder atau di CD. Begitu si XP detect new device, arahkan untuk mencari di folder itu secara otomatis. Menurut pengalaman, XP akan otomatis menginstall kalau drivernya sudah benar. Ngga peduli dengan merek komputernya.

Ada lagi cara lain, yaitu berburu driver dari CD komputer atau laptop lain yang menggunakan device yang sama. Sekali lagi, jangan perhatikan merek komputernya tetapi perhatikan tipe devicenya. Memang sih, kata beberapa pembuat, generic driver dari mereka kadang ngga bisa dijalankan di komputer merek tertentu. Tapi ga ada salahnya mencoba.

Contohnya adalah driver untuk wireless acer 2920 ini. Tersedia drivernya untuk Vista, XP, dan bahkan Linux. Untuk driver device yang lain, selamat mencari sendiri ya. Itu adalah lika-likunya punya laptop baru. Kalo sudah ketemu semua, betapa senangnya anda.

  • Share/Bookmark

Menjadi Kaya

Tuesday, March 11th, 2008

Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga

Itu komentar orang-orang terhadap almarhum Gito Rollies. Senangnya sudah menikmati hidup di saat muda. Pas tua, pas jadi sholeh dan berkecukupan. Eh meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Tapi kali ini, tidak akan membahas tentang Gito Rollies. Yang akan dibahas adalah tentang menjadi kaya. Boleh dikatakan hampir semua orang pingin jadi kaya. Meskipun kadang definisi kaya setiap orang tentu berbeda.

Kenapa pingin kaya? Karena, katanya kalau jadi kaya semua keinginan bisa terpenuhi. Ingin jalan-jalan, hidup senang, makan enak, rumah banyak, mobil berjubel. Wah pokoknya menjadi kaya itu bahagia.

Sekarang juga, kalau lihat di internet, di jalan-jalan, di pertokoan, banyak tawaran untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Buku-buku panduan menjadi kaya pun banyak di jual di gramedia, gunung agung, bahkan sampai ke kaki lima.

Sebenarnya, apa sih yang namanya kaya? Dan bagaimana caranya jadi kaya? Bisakah menjadi kaya dalam waktu singkat? Di bawah ini adalah resume dari beberapa tulisan yang pernah aku baca.

Kaya, kalau kata beberapa ahli finansial adalah ketika pendapatan kita lebih besar dari pengeluaran. Jadi pendapatan besar, belum tentu kaya. Safir Senduk dalam bukunya “Kata Siapa Karyawan Tidak Bisa Kaya” memberi contoh banyak eksekutif muda di Jakarta yang penghasilannya sampai belasan juta sebulan tidaklah kaya. Kenapa? Karena ternyata pengeluaran mereka sampai puluhan juta sebulan. Artinya pendapatannya tekor terhadap pengeluaran.

Bagaimana caranya kaya? Ya, kalau lihat definisinya buatlah penghasilan sebesar mungkin dengan pengeluaran sekecil mungkin. Gimana caranya? Tambahlah sumber penghasilan dan kurangilah pos pengeluaran. He he he, kelihatannya gampang ya. Kalau gampang dan bisa dilakukan dalam waktu singkat, tentu sudah banyak orang yang jadi kaya dan tambah raya.

Gimana caranya nambah penghasilan? Ya kerja makin keras dan makin banyak. Kalau cuma kerja satu tempat saja, tentu ngga akan nambah penghasilan walaupun bertambah keras pekerjaannya. Banyak selebriti dan orang kaya dari Amerika yang orangtuanya bekerja bukan hanya satu, bahkan dua atau tiga pekerjaan dalam sehari untuk sekedar mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Di Indonesia pun banyak yang seperti itu, misalnya pagi jadi guru, siang jadi tukang pulung sampah atau jadi tukang ojek.

Tapi kan, waktu bekerja itu terbatas. Ngga mungkin nambah pekerjaan lagi dengan waktu yang segitu-gitunya? Ya, memang kebanyakan kita memiliki waktu terbatas untuk bekerja. Satu pekerjaan saja sudah menghabiskan hampir seharian. Apalagi di kota besar, waktu itu habis dijalan bukan di tempat kerja. Tubuh juga perlu istirahat dan keluarga juga perlu perhatian.

Gimana caranya menambah penghasilan dengan waktu yang terbatas? Masih ada lagi. Contohnya Pak Ersis dan Pak Sawali yang dua-duanya jadi guru, masih bisa nambah penghasilan dengan menulis. Selain itu di website keduanya juga ditaburi oleh iklan-iklan yang diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Tetap saja, kan masih harus menyempatkan waktu untuk mengerjakan tulisannya. Kalau jadi guru, masih menjadi karyawan. Maka saat menulis, sudah menjadi usahawan. Ada lagi misalnya, Pak Ersis dan Helvy Tiana Rosa, mengumpulkan para penulis untuk membuat cerpen, puisi, atau macam-macam tulisan lainnya lalu diterbitkan. Ditawarkan ke penerbit atau diterbitkan sendiri lalu menggunakan jasa orang lain untuk menjualkannya.  Ini namanya sudah jadi pemilik usaha. Artinya sudah punya orang lain yang bekerja untuk menghasilkan uang.

Ada lagi yang cuma punya uang tapi dia tanamkan ke perusahaan milik orang lain untuk mendapatkan bagi hasil. Dia tidak bekerja, dia tidak meminta orang lain bekerja untuk dia, tapi dia punya uang yang bekerja untuk dia sendiri. Namanya adalah investor.

Robert Kiyosaki pernah bilang kalau mau jadi kaya, jangan jadi karyawan. Tapi jadilah yang lain. Paling enak jadi investor. Tapi kan ngga semua orang punya uang untuk bikin usaha atau ditanamkan ke usaha orang lain. Ya jelas. Makanya, mau ga mau harus kerja dulu untuk cari uangnya. Seperti saran Safir Senduk, jadi karyawan tetap bisa jadi kaya. Kan, tidak dilarang menjadi karyawan dan juga jadi pengusaha dan malah jadi investor.

Perlu waktu lama dong untuk jadi kaya? Jelas ngga sebentar. Kalau ada yang nawari dalam waktu singkat, biasanya bisa kalau melalui penipuan. Artinya memindahkan uang milik orang lain menjadi milik kita. Ini banyak modelnya. Misalnya yang bilang arisan nasional, meminta kita membayar 40rb dan kemudian mencari orang lain agar mau membayar 40rb kepada kita. Sangkuriang banget deh kalo mau kaya dalam waktu singkat. Bisa sih bisa, tapi caranya itu yang merugikan orang lain. Merugikan seperti apa? Ya tidak memberi manfaat dan membuat orang lain keluar uang untuk hal yang tidak manfaat. Seperti judi saja.

Ah, pengen rasanya jadi kaya. Herannya koq banyak kesempatan jadi kaya saat aku ada di sini ya. Coba dari dulu pas aku ada di Indonesia, pasti sudah langsung dijalankan. Di sini ruang geraknya terbatas sekali, ngga bisa melakukan investasi apa-apa. Sayang, waktu terbuang percuma.  Pengen cepat balik nih.

  • Share/Bookmark

Jaringan Wireless

Monday, March 10th, 2008

Bisa bahas masalah ini, karena sudah punya laptop hehehe. Laptop jaman sekarang sudah ngga jadi barang aneh kalo punya fiture jaringan wireless. Kalo masih belum punya wireless, artinya komputer keluaran jaman dulu (jadul). Sekarang bahas bagaimana bisa membuat laptop anda terkoneksi dengan dunia luar melalui wireless ini.

Dimulai dengan tipe wireless. Ngga usah terlalu khawatir dengan tipe wireless atau chipsetnya. Misalnya kita sering lihat tulisan wireless A/B/G atau bahkan cuma B/G saja. Itu adalah tipe dari chipsetnya yang mempengaruhi kekuatan pancaran sinyal. Yang paling jauh sih katanya A, tapi kalo untuk keperluan hotspot saja, yang BG pun sudah cukup. Rasanya sulit deh menemukan hotspot yang memiliki jangkauan sampai ratusan meter. Selain jarang dipake untuk jangkauan jauh, juga power yang dibutuhkan pasti lebih besar, yang artinya lebih boros batere.

Selanjutnya pastikan wireless adapter yang dimiliki sudah terdeteksi oleh laptop dan terpasang drivernya. Aktifkan (enabled) bisa melalui software maupun hardware. Biasanya laptop yang memiliki wireless adapter memiliki tombol atau switch yang bisa digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan adapter. Entah di sisi atau di atas keyboard. Kalau aktif ada lampu led yang menyala. Pernah satu saat laptopku tidak mau mendeteksi available network, ternyata gara-gara ga dipencet tombol aktifasinya. Padahal udah kepikiran mau install ulang windows, walah hampir kerja keras gara-gara satu tombol.

Periksa driver gimana caranya? Di windows buka saja hardware manager (masa ga tau sih tempatnya di control panel –> system). Periksa bagian adapter wirelessnya. Kalau working fine, berarti sudah terinstall dengan baik. Mostly, ga ada masalah deh dengan ini. Kalau ngga mau nyambung dengan jaringan juga, harus periksa setting jaringannya. Seperti berikut ini:

Setelah adapter aktif dan driver terpasang dengan baik, maka kita harus periksa setting jaringan agar bisa terhubung ke dunia luar melalui adapter wireless. Yang penting untuk diperiksa adalah: Nomor IP, gateway, dan proxy.

Kebanyakan jaringan wireless menggunakan DHCP untuk pemberian nomor IP. Jarang-jarang lho yang ngasih nomor IP secara manual. Jadi pastikan penomorannya otomatis melalui DHCP. Ini juga memastikan nomor IP gateway yang akan digunakan. Beberapa jaringan mampu memberikan nomor IP tapi tidak memberikan default gateway. Gimana nih? Bisa nyambung ga? Kemungkinan besar kalau kasusnya seperti itu jaringan tersebut tidak diset untuk akses ke internet. Akses hanya untuk komunikasi antar komputer dalam satu jaringan saja. Sedih ya.

Sekarang kalau IP sudah dapat, gateway juga sudah diset koq masih belum nyambung juga? Ternyata ada satu lagi yang harus diset, yaitu proxy. Proxy bisa diset melalui control panel atau melalui browser. Buka browser anda dan masuk ke menu tools –> option. Cari advanced connection setting, pokoknya yang berbau connection deh. Kalau di kampus, biasanya sudah umum nomor ip proxynya. Kalau di hotspot, harus minta dari admin hotspotnya. Misalnya dari admin cafe atau convention center. Kalo ngga dapet nomornya, ya ngga bisa tersambung ke internet. Bahkan ada beberapa tempat yang mensyaratkan username dan password.

Nah, kalo semua langkah di atas sudah beres, harusnya sudah bisa tersambung ke internet. Kalau masih belum juga, baru bisa mempertanyakan kondisi si adapternya. Mungkin rusak atau harus install ulang drivernya. Selamat memakai jaringan wireless !

  • Share/Bookmark