Entries RSS Comments RSS

Archive for March, 2008

Memilih Komputer

Monday, March 10th, 2008

Ah sebenarnya cerita lama. Tapi herannya koq masih aja ditanyain di milis-milis ya? Padahal itu adalah pekerjaan yang mudah.

Pertanyaan pertama saat akan membeli komputer atau laptop (notebook) adalah berapa budget nya. Kalau uang unlimited, buy any computer you like. Ga usah banyak mikir, you lihat, you senang, you ambil deh tuh barang.

Yang jadi masalah, kan, kalau uangnya terbatas. Cuma punya uang Rp. 5 juta, komputer macam bagaimana yang harus dibeli biar ga nyesel? Nah, yang kayak begini nih yang harus banyak mikir.

Pertimbangannya adalah, mau dipake dimana tuh komputer? Mau dipake di rumah sajakah, atau mau bisa dibawa-bawa? Kalo di rumah saja, ya pake PC biasa saja. Kalau mau dibawa-bawa, ya pake laptop.

Selanjutnya, mau dipake apa? Maen game? Ngetik? Simulasi grafis? Atau cuma surfing? Kalau mau maen game, tentu perlu komputer dengan spesifikasi prosesor dan memori yang cukup baik. Dengan harga yang sama, PC lebih baik daripada laptop. Ngetik, yah pake prosesor tua dan memori seadanya juga bisa, sisa uangnya bisa ditabung buat keperluan lain. Simulasi grafis, hampir sama deh kayak game. Sekarang laptop juga sudah banyak dipakai untuk nge game. Terutamanya yang pakai kartu grafis cukup bagus. Untuk keperluan game terkenal, biasanya prosesor buatan AMD ga masalah. Tapi kadang untuk game tertentu dia sering bikin program crash.

Sebenarnya prosesor itu ga terlalu berpengaruh. Kalo cuma antara 1.46 GHz dengan 2 GHz, itu ngga kelihatan bedanya. Yang pengaruh banyak adalah RAM, VGA card, dan Harddisk. Jadi pilihlah prosesor yang agak kecil sedikit, tapi ambil RAM yang gede, VGA card yang bagus dengan memori yang cukup banyak, dan harddisk yang lumayan besar ruangnya.

Mengenai kelengkapan lain seperti kamera, wireless, jaringan, modem, itu mah ngga terlalu penting. Dan juga jangan cari yang aneh-aneh, misalnya cari PC yang ada fasilitas wirelessnya. Duh, udah makenya cuma dirumah dan ngga dibawa kemana-mana, buat apalagi wireless? Sori mori, mending ganti sama RAM aja deh.

Terus, mending beli baru atau bekas? Kalo harganya cuma beda 100-200 ribu, beli baru aja deh. Jaminan keawetan lebih baik. Mending beli merek internasional atau lokal atau malah tanpa merek? Mau dimakan tuh merek? Tapi biasanya yang punya merek lebih handal, apalagi kalo mereknya terkenal. Biasanya loh ya, bukan berarti pasti lebih handal.

Oh iya, dalam 3 atau 4 tahun biasanya tuh komputer udah jadi barang tua. Ngga sebanding lagi dengan yang keluaran baru. Jadi choose wisely deh, jangan udah beli mahal-mahal, eh cuma kepake sebentar dan langsung kelihatan tua.

  • Share/Bookmark

Minyak Bumi dan Gas Alam Indonesia

Monday, March 10th, 2008

Iseng-iseng sedikit ah.

Kemarin cari-cari data tentang produksi dan konsumsi minyak bumi, gas alam, batubara, dan listrik negara Malaysia. Setelah mencari selama dua minggu berturut-turut, akhirnya dapat juga datanya. Ternyata data negara Indonesia juga ada. Yang mengherankan, aku dapat dari website punya pemerintah Amerika Serikat. Bayangkan, data seperti ini saja susah dapatnya dari website negaranya sendiri. Eh malah USA yang punya datanya.

Btw, di bawah ini adalah produksi dan konsumsi minyak bumi dan gas alam untuk negara Indonesia. Sumber data dari EIA.

oil

 

Untuk gasnya adalah sebagai berikut

natural-gas

Bisa terlihat, bahwa negara Indonesia itu sudah menjadi pengimpor minyak bumi sejak tahun 2004. Entahlah apa ada minyak yang diekspor atau tidak. Soalnya saat ini kan harga minyak sedang naik. Itu baru harga minyak mentah. Apalagi harga bensin dan diesel yang merupakan produk penyulingan minyak mentah. Kebayang deh, beban subsidi pemerintah itu berapa besar.

Beda dengan Malaysia sini, yang merupakan negara pengekspor. Dalam satu hari bisa ratusan ribu barrel ekspornya. Makanya sekarang Malaysia sedang kaya raya. Sok atuh datang ke sini, jadi pekerja kasar juga banyak uangnya di sini mah.

Anyway, apa ya kontribusi yang bisa kita berikan kepada konsumsi energi minyak? Kalau melihat grafiknya sih, banyak potensi dari gas bumi yang bisa dijadikan substitusi minyak bumi. Secara mesin, mobil-mobil bensin itu bisa diubah suai jadi pemakan gas alam. Jadi kalau mau ganti bensin dengan gas alam, bisa dilakukan. Tapi sayangnya infrastrukturnya belum tersedia di Indonesia. Malaysia saja, baru sedikit SPBU yang menyediakan gas alam. Baru ada 60. Tapi akan ditambah lagi dalam beberapa tahun ke depan. Jaringan pipanya sendiri, katanya sih sudah bisa mencakup dari utara ke selatan. Artinya kalau mau bikin SPBU gas baru, bisa dilakukan dengan susah.

Tapi kayaknya sudah banyak orang pintar di Indonesia yang memikirkan hal ini. Sudahlah, aku cuma bisa menampilkan gambar saja. Untuk analisa dan perencanaan ke depan, aku serahkan pada orang yang lebih pintar.

  • Share/Bookmark

Memilih Anti Virus

Saturday, March 8th, 2008

Salam

Sekarang mau bikin tulisan yang sedikit nehnik. Kali ini tentang anti virus. Dalam suatu milis yang aku ikuti, banyak sekali pertanyaan atau permintaan tolong untuk “menyembuhkan” komputer yang terkena virus. Pertanyaan yang paling banyak adalah tentang nama virus berdasarkan gejala serangannya, cara ngobatinya, sampai cara memilih anti virus yang bagus.

Virus itu sebenarnya adalah program yang dibuat agar menimbulkan gangguan pada komputer. Selain mengganggu dia juga bisa menduplikasi dirinya sendiri dan menyebar ke komputer lain melalui perantaraan media komunikasi komputer. Media komunikasi ini misalnya: disk (usb flash disk, harddisk, disket) yang ditulis baca di banyak komputer, jaringan baik wired maupun wireless.

Gejala serangannya banyak. Ada yang bisa menghapus file, menampilkan tulisan, dan membebani prosesor, memori, serta jaringan. Ada yang gejala serangannya muncul segera setelah komputer terinfeksi ada juga yang muncul pada tanggal dan jam tertentu.

Kalau tidak mau terkena virus, tentu saja mudah: jangan pernah memakai disk yang pernah ditulisbaca di komputer lain dan jangan terhubung ke internet atau jaringan. Kalau terpaksa melakukan salah satunya, ya ngga mungkin bebas dari terkena virus. Paling banter hanya bisa mencegah, atau kalau sudah kadung terinfeksi ya mengobati.

Mencegah dan mengobati infeksi virus bisa dilakukan dengan bantuan anti virus. Saat ini banyak anti virus yang tersedia. Ada yang harus bayar dan juga ada yang gratis. Lalu mana yang paling baik? Pada dasarnya semua anti virus sama baiknya. Ada kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap produk anti virus.

Milihnya? Kalau aku milih yang gratis dan selalu terupdate definisi virusnya. Hampir semua anti virus komersial memiliki versi gratis. Yang populer diantaranya adalah:

  • avast!
  • AVG
  • AVIRA AntiVir
  • BitDefender
  • F-Secure Anti-Virus 2008 8.0
  • Kaspersky Anti-Virus
  • McAfee VirusScan
  • Microsoft OneCare
  • Norman SS Antivirus & Anti-Spyware
  • Sophos Anti-Virus
  • Symantec Norton Anti-Virus
  • ClamwinAV

Program anti virus biasanya tersedia gratis untuk pemakai komputer rumah. Kecuali mungkin ClamwinAV yang tersedia gratis karena memiliki lisensi GPL.

Aku sendiri pakai avast karena dia memiliki kemampuan anti virus, anti spam, dan adaware program. Contohnya saat menginstall program gratisan, dia mampu mendeteksi program dalam instalasi yang akan mengirimkan data-data pemakai ke server luar atau menerima data-data iklan dari server luar.

Setiap seminggu sekali program anti virus ini akan meminta update. Biasanya sih download di kantor terus instalasi di rumah. Update ini bisa update program maupun update database virusnya.

Tidak perlu menginstall banyak anti virus dalam satu komputer. Ada virus yang bisa di deteksi dan tidak bisa di deteksi. Kalau dengan salah satu anti virus masih ada virus yang masuk bukan berarti anti virus itu jelek. Update saja program dan databasenya. Dalam beberapa hari atau minggu biasanya sih sudah mampu mengenali dan membersihkan virus yang masuk itu.

Tapi kalau dalam keadaan terdesak, perlu yang cepat bisa gunakan distro linux yang khusus untuk maintenance dan membersihkan virus. Ini sih harus masuk dalam bahasan yang lain. Nanti deh disambung lagi.

  • Share/Bookmark