Entries RSS Comments RSS

Yang Harus Diingat Saat Ke Malaysia

Home

 Kemarin aku menjemput adik ipar ke LCC Terminal dekat Kuala Lumpur. Perjalanan dari rumah ke sana jadi agak panjang karena perusahaan travel yang biasa digunakan sudah tidak boleh lagi menjual tiket bus kepada penjemput. Katanya bisa disomasi oleh perusahaan bus shuttle airport.

Solusi yang terlintas, ya harus potong-potong naik bus nya. Dari rumah di Seri Iskandar pergi ke Puduraya. Dari Puduraya naik shuttle bus ke airport. Bus dari Seri Iskandar sih tidak masalah karena ada jadwal tetap. Tapi shuttle bus dari Puduraya ke airport ini tidak punya jadwal tetap. Shuttle bus dari KL Sentral pun sama. Istilah Indonesianya, bus ini akan ngetem dulu sampai punya beberapa penumpang baru akan berangkat. Dari airport ke luar pun sama juga ngetemnya.

Gara-gara ngetem kelamaan, aku pun tertinggal jadwal bus pulang ke rumah. Terpaksa nunggu dua jam, yang akhirnya aku habiskan untuk mencari gulai tunjang favorit istri dan anak-anak. Sayangnya restoran padang tempat aku biasa beli di Masjid Jamek, sudah pindah. Wah kalau harus cari tempatnya lagi, bisa-bisa aku ketinggalan bus untuk kedua kali. Jadi aku putuskan membawa adik iparku ke menara kembar petronas. Lumayanlah, ada tanda kalau sudah pernah ke Malaysia.

Dari adik ipar, aku dapat cerita ternyata untuk masuk ke Malaysia ada jumlah uang minimal yang harus dibawa. Minimal 3 juta rupiah. Saat itu adik iparku hanya bawa 250 ringgit saja. Hampir tidak diperbolehkan masuk Malaysia, hehehe. Masa sih udah sampai di tempat, harus nunggu satu bulan untuk pulang lagi ke Indonesia. Padahal udah ngasih alasan kalau uang itu bisa diambil lewat ATM, tetep saja harus bawa uang tunai. Padahal kan bawa uang tunai banyak-banyak bisa membawa bahaya. Kalau bawa ATM kan lebih mudah. Asalkan ATM nya bisa dipakai di ATM bersama, Visa, Maestro, atau Cirrus rasanya ngga jadi masalah deh (kecuali kalo uang di bank juga tinggal sedikit). ATM bank BNI, Mandiri, Niaga, Muamalat Indonesia, itu paling tidak yang aku tahu bisa dipakai narik uang di sini.

Kalau datangnya sih asalkan sudah punya bukti tiket balik, bisa tinggal di Malaysia tanpa visa bisa selama 30 hari. Untungnya adik iparku sudah aku pesankan supaya mencetak tiket AirAsia bulak balik. Mungkin itu juga yang membantu adik iparku bisa masuk. Soalnya kan sudah punya bukti tiket balik.

Oh iya, saranku kalau mau jalan-jalan ngga usah pergi ke Malaysia deh. Sama saja tempatnya dengan Indonesia. Bahasa hampir mirip, tempat wisatanya pun kalah banyak dan kalah indah dengan Indonesia. Sekalian saja perginya tuh ke Thailand sana, atau Singapura. Harga barang souvenir di Thailand jauh lebih murah dengan kualitas yang lebih baik daripada di Malaysia. Pantainya katanya lebih indah dari pantai di Bali. Temanku saja, sudah siapkan souvenir dari Thailand padahal sekolahnya di Malaysia.

Udah dulu ceritanya.

  • Share/Bookmark

4 Responses to “Yang Harus Diingat Saat Ke Malaysia”

  1. Selamat ya perjalanannya. Saya juga nyesal ngak sampai ke Thailand ketika ke Singapur dan Malaysia. Mudahan lain kali. Makasih atas inspirasinya. Salam.

  2. Aduuh, dikit lagi Pak. Padahal Thailand itu murah lho. Lebih murah dari Indonesia.

  3. tampaknya malaysia bukan “syurga” bagi para pelancong, ya, pak iwa. btw, masih adakah stigma yang ditempelkan orang2 malaysia kepada bangsa kita sebagai bangsa kuli ketika berkunjung ke malaysia, pak?

  4. Kalau pelancongnya dari Indonesia, bukan Pak :) . He he he, kalo menurut survey lembaga internasional, Malaysia itu tujuan wisata nomor satu di dunia. Di sini cenderung lebih aman, dibandingkan Indonesia atau Thailand.
    Mengenai stigma itu, tergantung siapa yang lihat Pak. Kalo orang Malaysia sekelas kuli, ya mereka lihat orang Indonesia sebagai bangsa kuli makanya dianggap saingan besar yang harus dienyahkan. Kalau orang Malaysia yang terdidik, mereka lihat orang Indonesia juga cukup terdidik.
    Nah yang suka mukulin TKI itu, ya biasanya orang yang marah pekerjaannya diambil TKI. Orang yang ngga sekolah tinggi yang mungkin pekerjaan jadi banpol itu adalah kesempatan mereka balas dendam ga dapat pekerjaan kuli.

Leave a Reply