Terima Kasih Allah
Dear Teman, mau sharing sedikit buat yang ingin pergi ke KBRI Kuala Lumpur. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, bulak-balik ngurus passport dan akta kelahiran.
Kalau mau gampang, apalagi kalau datangnya berkelompok dari Puduraya naik taksi hanya sekitar RM 8 sampai RM 10. Tapi kalau sendiri, ya saya sih prefer yang lebih murah, naik RapidKL. Cukup bayar RM 2, bisa dipake keliling KL kalau sekiranya nyasar, hehehe.
OK, dari Puduraya naik Bis B105 di depan kota raya. Itu ada di seberang perempatan setelah hotel Ancasa. Kelihatan koq plang hotel Ancasa dari Puduraya, di seberangnya Maybank. Naik bis ini dan berhenti di KLCC. Jalan-jalan dulu juga boleh, atau nanti setelah selesai urusan di KBRI malah lebih selesa.
Dari depan KLCC, naik bis B114. Perhatikan bahwa ada dua jurusan yang berbeda. B114 ada yang menuju Titiwangsa dan ada yang menuju Maluri, sama-sama berhenti di depan KLCC. Pilih yang menuju Maluri. Biasanya tertera di plang yang dipasang di dekat sopir. Tiket yang tadi dipakai naik B105 bisa dipakai lagi untuk naik B114. Turun di bus stop setelah keluar dari terowongan. Cuma sekali koq masuk terowongan, jadi ngga akan nyasar. Lalu menyebrang memakai penyebrangan jalan di bus stop tadi dan jalan ke KBRI sekitar 100 meter ke arah terowongan.
Selesai urusan di KBRI, jalan lagi ke arah jembatan penyebrangan tadi sampai ke plang bus stop. Ngga usah nyebrang. Tunggu saja di situ sebentar karena bis B114 lumayan banyak. Kali ini cuma ada satu saja yang menuju Titi wangsa. Naik lagi sampai ke KLCC. Dari KLCC naik B105 sampai Puduraya dan siap pulang.
Buat yang mau ke Seri Iskandar macam saya ini, cari counternya Plus Liner di dekat counter transnasional. Ngga usah lewat calo, soalnya suka di kasih bis yang transit di Ipoh. Udah harga tiket lebih mahal, sampainya juga lebih lama.
Oh iya, sebelum ini saya pernah posting tentang janji KBRI Kuala Lumpur pengurusan passport hanya 3 jam. Ternyata janji itu bohong. Saya ngurus passport anak, ngga sampai 30 menit sudah selesai. Kali ini, bohongnya lebih baik, karena lebih cepat dari yang dijanjikan hehehe. Bravo deh buat staf KBRI Kuala Lumpur. Ngurus akte anak dan passport cukup dua kali datang dengan proses yang ngga lama. Paling di total cuma 3 jam, perjalanan ke sananya aja yang lama.
Oh iya, pada saat pengambilan passport ternyata ditanya macam-macam. Dari mulai tempat lahir, tanggal lahir, tempat tinggal di Indonesia, sampai agak detil. Katanya untuk mencegah orang mengambil passport milik orang lain. Wah kayaknya ngga bisa nitip-nitipan lagi nih buat urusan pindah alamat dan lainnya. Tapi ga papa sih, dengan cara seperti itu passport akan lebih dijamin sampai kepada yang punya. Kayaknya juga untuk mengeliminir calo, hehehe.
Selamat berjalan-jalan ke KBRI Kuala Lumpur.
Catatan harian sederhana hidup di negeri orang mencari sesuap nasi sebutir berlian dan segenggam emas.
sawali tuhusetya
April 24th, 2008 at 1:28 pm
wah, terima kasih pak iwan sudah mau berbagai pengalaman. baru mikir, kapan saya bisa ke negeri jiran itu, ya, pak? hehehehe