Terima Kasih Allah
Alkisah, seorang anak muda datang menghadap khalifah. Anak muda ini mewakili kaumnya untuk membicarakan hal penting kepada khalifah. Tetapi ketika sudah sampai di tempat khalifah, sang khalifah berkata:
“Coba kirimkan orang yang lebih tua sebagai pemimpin perwakilan yang cocok untuk kaummu”
Tentu saja anak muda ini kaget dengan permintaan sang khalifah. Tapi dia tidak putus akal. Lalu berkatalah anak muda itu kepada khalifah:
“Jika umur merupakan suatu kriteria utama bagi seseorang untuk menjadi pemimpin, tentulah banyak orang yang lebih tepat untuk menjadi khalifah dibandingkan tuan”
Itu kan, alkisah. Kenyataannya tidak seperti itu bila berada di tempat di mana feodalisme masih mencengkeram erat. Orang-orang yang lebih tua, bisa dipastikan merasa lebih berhak untuk menjadi pemimpin bagi kelompoknya. Bahkan untuk urusan yang satu ini, jegal menjegal dari cara halus sampai cara supra halus (santet misalnya) sudah biasa dilakukan.
Apalagi bagi lelaki, kadang ngga pingin dipimpin oleh wanita yang bahkan lebih muda dari dia sendiri.
Catatan harian sederhana hidup di negeri orang mencari sesuap nasi sebutir berlian dan segenggam emas.
gajah_kurus
April 29th, 2008 at 9:42 am
hehehe…ada ya yang pake santet-santetan segala
Apak kabar Malaysia?
gajah_kurus
April 29th, 2008 at 12:09 pm
…daun-daun berguguran…yang muda gantikan yang tua (kalo gak salah lirik lagu Iwan Fals).
Jed
May 5th, 2008 at 6:30 am
kisahnya menarik…