Sori ngga ada tulisan. Cuma sambung tulisan aja dari milis yang saya ikuti. Mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang subsidi BBM yang sekarang ini sedang rame.
Saya sendiri, sedang tidak berada di Indonesia. Tidak juga menerima pendapatan dari Indonesia untuk membeli BBM. Karena itu ngga bisa cerita banyak tentang pengaruh kenaikan BBM terhadap kehidupan saya. Sekarang sedang menikmati uang subsidi dari negara tetangga. Masih bisa hidup dengan layak, meskipun seadanya saja.
Tulisan di attachment ini adalah dari Bapak Hanan Nugroho, perencana bidang energi di bappenas. Tulisannya berjudul:

Ya kalau tidak di negeri sendiri susah BBM nya enggak Mas…
Eh Sory Salam Kenal ya….
Di Malaysia sini, cenderung lebih aman masalah supply. Misalnya kalau minyak goreng susah didapat, dalam beberapa hari sudah ada lagi. Pemerintahnya agak kuat menekan pengusaha. Lagi pula, di sini usaha apapun harus pakai izin usaha. Ngga ada tuh bikin toko depan rumah. Jadi kalau ngga mau nurut sama pemerintah, ngga dikasih perpanjangan izin dan ngga bisa usaha lagi. Makanya banyak yang nurut.
Salam kenal juga
Kebijakan yang perlu ditiru tuh
Aneh semakin digembar-gemborka kenaikan BBM, ada saja orang yang tega menimbun