Banyak Cara Mencari Uang
Mencari uang, bukannya hal gampang. Apalagi buat anak-anak, orang yang sudah dewasa saja bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkannya. Berikut ini ada cerita dari teman, keluarga, dan orang terkenal bagaimana mereka mencari uang saat masih sekolah. Mereka ini bukan berasal dari keluarga yang kaya, bahkan kalau ngga cari uang sendiri bisa dipastikan mereka tidak akan bisa makan dan berhenti sekolahnya.
Ada seorang kawan, temannya Minah yang sekolah di Yogya itu. Saat sekolah dulu uang kiriman orangtuanya tidak sampai seperlima kiriman yang diterima kawan-kawannya. Tapi dia ini tidak pernah terlihat sebagai orang yang ngga punya uang. Dia masih bisa jajan, masih bisa ikut kegiatan di luar, bahkan ketika ada acara tour ke Bali dengan kawan seangkatannya, dia bisa bayar pakai uangnya sendiri.
Bagaimana cara dia mengumpulkan uang? Pertama, uang kiriman orang tua itu dipakai seperlunya saja. Setelah dibelikan keperluan bulanan, seperti peralatan mandi, bayar kos, dan bayar uang sekolah uangnya langsung ditabungkan. Cukup disisakan saja seperlunya untuk jajan. Jajannya pun, tidak jajan yang mahal. Sekali sekala, ya ikut dengan teman jajan di tempat mentereng. Tapi ngga beli yang mahal-mahal. Biasanya, paling dua hari sekali jajan bubur kacang hijau atau singkong goreng yang harganya murah. Dengan begitu, orang lain tetap melihatnya jajan dan tidak pernah kekurangan uang.
Cara lain yang dilakukannya adalah dengan ikut kegiatan yang menghasilkan uang. Misalnya, ikut kegiatan pramuka yang mengadakan penyuluhan bersama departemen kesehatan. Lumayan lah, sekali penyuluhan bisa dipakai ongkos bis dan sebagian besar ditabungkan.
Cara ketiga, adalah dengan sering-sering silaturahmi. Misalnya kirim surat ke kakek, ke paman, atau ke saudara yang kira-kira suka menyelipkan uang di surat balasan. He he he, dasar.
Cara ke empat diceritakan oleh dosen saya, yang juga direktur SSC, Dimitri Mahayana. Ini cara yang sering dilakukan oleh mahasiswa, yaitu bikin bimbel. Bimbel ini bahkan ada yang berkembang sampai pesat, yang bercabang-cabang di luar kota.
Cara ke lima, adalah dengan jualan. Ini dilakukan oleh teman Minah di Yogya juga. Setiap pagi, dia pergi ke pasar borong untuk membeli kueh-kuehan dengan harga murah. Di sekolah, setiap waktu istirahat kueh-kueh itu dijual lagi dengan harga yang sedikit menguntungkan. Lumayan, selain bisa jajan gratis juga menghasilkan uang tambahan.
Jualan ngga selalu saat sekolah. Seorang pengisi acara di pesantren DT Bandung juga pernah cerita. Setiap kali pulang kampung atau kembali ke Bandung, selalu bawa oleh-oleh. Tapi oleh-oleh ini ngga dikasihkan ke saudara atau teman-temannya, melainkan dijual di atas kereta. Sampai di tujuan biasanya oleh-oleh sudah ngga ada, tinggal uangnya saja.
Kawan istri saya juga ada yang aneh. Padahal dia kuliah di Teknik Mesin ITB, tapi kerjaannya jualan ikan asin. Iya lho beneran. Tapi ya, ngga cuma jualan ikan asin di pasar gitu lho. Jualannya ke pedagang ikan asin se Bandung. Jelas cukup besar hasilnya.
Ada lagi cara yang paling mudah, yaitu dengan belajar sebaik-baiknya dan mendapat nilai setinggi-tingginya. Masukkan aplikasi beasiswa dan terima uang biaya hidup dan sekolah dengan kerja paling minimal hehehe.
Silahkan mencoba.



This post has 9 comments
May 25th, 2008
Apa pun jalannya mesti lurus kan pak. Tidak boleh yang tipu, yang rompak, yang tidak halal ya kan ?
May 27th, 2008
Hanya nambahin, Pak Dimitri Mahayana sekarang tidak SSC lagi pak
Beliau sekarang di sini http://www.sharingvision.biz/
May 27th, 2008
tak jajal aj..
May 27th, 2008
Kalo Cari Uang sambil tidur-tuduran ada nggak????
May 28th, 2008
@waterlily : tentu saja niat benar dan cara benar

@gajahkurus : tambah wealthy dong
@hanggadamai : siip, tapi hasil bisa berbeda untuk setiap orang. Keterangan di atas hanya untuk tujuan ilustrasi saja
@alex : jatuhkan uang koin ke bawah tempat tidur, anda akan terpaksa mencari uang sambil tiduran nengkurep
May 28th, 2008
Yang penting tidak malu, saya dulu juga sambil bekerja paruh waktu. Anak-anakku mulai mendapat tambahan penghasilan tahun kedua. Menantuku malah nyaris keluar saat orangtuanya bangkrut, syukur ditolong dosen dengan memperkenalkan dengan bule yang membutuhkan orang yang melatih anaknya komputer. Justru karena modal nekat ini menantuku lancar berbahasa Inggris, dan ini yang menolong saat dia diwawancara untuk S2 di Amerika. Dia juga baru punya komputer setelah semster 7, padahal mahasiswa Komputer UI…yang penting tak malu, bekerja keras, berpikir positif dan selalu bersyukur.
May 28th, 2008
Iya bu, tidak malu. Bahkan yang jadi professor itu juga katanya dulu waktu sekolah di luar negeri jadi loper koran dan tukang bersihin piring ya.
May 28th, 2008
banyak jalan menuju roma *halah* begitulah ungkapan yang sering kita dengar, pak. memang bener kok, banyak cara utk cari duwit, yang penting halal. saya sedih ketika ada yang bilang, boro2 cari uang halal, yang haram aja sulit didapat, kekekeke
btw, theme-nya dah ganti, ya, pak. yang ini lebih keren dan luas. loadingnya juga cepet, mak wush!
May 28th, 2008
Iya Pak Sawali, padahal rizki itu sudah ditentukan. Mau carinya dengan yang halal maupun haram, ya dapatnya segitu juga. Jadi mending pakai yang halal ya.
Add a comment