Bukannya saya punya banyak pengetahuan tentang moneter. Ini cuma sekedar terjemah sederhana dari berbagai sumber. Silahkan menikmati kestabilan moneter. Tolong koreksi kalo ada kesalahan konsep ya.

Kestabilan moneter merujuk pada kestabilan nilai mata uang Indonesia, Rupiah. Kestabilan nilai ini ditentukan dengan tingkat inflasi. Dengan jumlah uang yang sama, berapa banyak barang yang bisa dibeli. Bila makin sedikit, maka inflasi positif. Bila makin banyak, maka inflasi negatif.

Inflasi tentu akan selalu ada. Hanya saja, besarnya inflasi kalau bisa dikendalikan supaya berada dalam tingkat yang rendah sehingga kekuatan membeli dari rupiah tidak menyusut banyak.

Apabila inflasi terlalu tinggi maka orang akan lebih cenderung melindungi nilai uang mereka. Ini akan menyebabkan orang menaruh uangnya untuk barang-barang yang dianggap anti inflasi seperti rumah dan tanah. Selain itu orang yang memiliki pendapatan tetap (gaji) akan merasakan kemampuan mereka untuk membeli makin menurun (taraf hidup atau kualitas hidup menurun). Barang-barang juga akan semakin sulit terjual, uang sulit berputar, yang akhirnya akan membahayakan ekonomi jangka panjang.

Kalau inflasi negatif, harga barang akan jatuh. Para pembuat barang dan penjual akan merasakan penurunan pendapatan. Mereka akan mengurangkan biaya dengan memotong belanja atau mengurangi pekerja. Ini juga membuat makin sedikit orang yang membeli barang dan semakin membuat ekonomi berhenti.

Jadi ingat materi pelajaran sejarah tentang krisis ekonomi di Amerika. Dulu untuk mengatasi krisis ekonomi, penduduk Amerika diberi pekerjaan padat karya macam JPS di Indonesia sekarang. Tujuannya adalah agar rakyat memiliki pendapatan untuk dibelanjakan. Selain itu harga-harga diturunkan supaya terjangkau oleh pendapatan tadi. Akhirnya Amerika bisa keluar dari krisis ekonomi itu (tahun 1930-an).

Kembali lagi ke kestabilan moneter. Untuk menjaga kestabilan moneter, lembaga yang ditugaskan menjaganya, dalam hal ini Bank Indonesia, akan mengatur dana yang disimpan atau diambil dari pasaran. Misalnya, kalau inflasi tinggi akibat harga naik BI akan menaikkan bunga bank supaya orang menaruh uangnya di Bank tidak diinvestasikan di tanah atau rumah. Sebaliknya jika inflasi negatif maka BI akan menurunkan bunga bank agar orang lebih suka belanja dan membawa pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, penjagaan kestabilan ekonomi ngga sesederhana menaikkan atau menurunkan bunga bank. Tulisan di atas cuma intermezzo aja dalam seri mengenal sistem uang negara kita. Harap ada yang mau kasih informasi lebih lanjut.