“Sudahlah sekolah di Bandung saja. Lagi pula kamu kan sudah keterima di SMP Negri. Ngga sampe 5 orang dari sekolah kamu yang diterima di SMP Negri tahun ini, masa kamu mau melepaskan kesempatan ini?” Rayu ibunya Minah.
“Ngga mau, pokoknya Minah mau sekolah asrama di Yogya. Kalau ngga boleh, ya udah Minah kerja aja bantuin Emak dan Bapak cari uang”
“Kamu kan tahu Minah, Bapak kamu itu tidak punya pekerjaan tetap. Mana ada uang untuk sekolah jauh-jauh di Yogya. Di sekolah swasta, lagi”
“Udahlah Mak, sekolahin aja Minah di sana. Minah ngga akan minta macam-macam koq. Ngga minta jajan juga, ngga minta belikan pakaian yang baru dan tas baru. Asal bisa sekolah di sana.”
Akhirnya, jadi juga Minah sekolah di perguruan kader organisasi agama besar di Yogya ini. Awalnya sih, gara-gara baca buku cerita Mallory Towers, yang menceritakan indahnya hidup di sekolah asrama. Ternyata, ada juga yang katanya bagus di Yogya ini. Jadi sekarang Minah sedang menuju Yogya bersama Ibunya.
“Minah, Emak dan Bapak ngga bisa memberi kamu banyak-banyak. Cuma ini saja yang bisa Emak kasihkan untuk bekal kamu selama di sini.”
“Iya, Mak. Tapi Minah sedih kalau Emak pulang sekarang. Dua hari lagi aja deh pulangnya. Minah mau tidur dipeluk Emak dua hari ini.”
Jadilah Emak Minah menambah kunjugannya dua hari, agar anaknya Minah lebih siap menghadapi hidup sendirian di tempat yang jauh dari rumah. Ketika pulang pun, Emak ngga mau pandang belakang. Takut sedih dan nangis, nanti malah ga jadi-jadi pulang.
“Hai, kamu sini. Anak baru ya. Sini dengan teteh. Kamu dari Bandung kan? Teteh juga dari Bandung” kata seorang murid yang sudah senior di asrama Minah.
“Iya teh, teteh sudah lama di sini?”
“Ah baru dua tahun koq. Kamu bawa barang apa saja? Hati-hati kalau bawa barang berharga. Jangan ditaruh sembarangan, apalagi makanan pasti bakalan habis”
“Ngga banyak koq teh, cuma baju saja dua stel”
“Hah, cuma dua stel? Mana cukup? Ya sudah, nih teteh kasihkan baju teteh yang sudah kecil, mudah-mudahan cukup buat kamu. Ngga mungkin kan, pakai baju sekolah yang sama setiap hari. Kalau ada dua atau tiga seperti ini, bisa ganti-ganti”
“Oh iya, makasih teh.” Jadilah Minah dekat dengan teman barunya itu, yang ternyata sama-sama berasal dari Bandung.
cerita yang menarik, pak iwan. si minah akhirnya jadi juga sekolah asrama di yogya.
Jadi ingat asramaku dulu, yang hanya menampung mahasiswa/i yang termasuk kategori kurang mampu.
Karena PTN tempatku kuliah dulu hanya rata-rata menerima 1 mahasiswa dari setiap kota di Indonesia, maka mahasiswa nya tersebar dari seluruh Indonesia. Banyak sekali yang baru pertama kali keluar dari kotanya, punya baju hanya 2 setel (kayak si Minah), dan ternyata kehidupan di asrama saling bergotong royong. Banyak juga tawaran menambah uang saku,, dengan meluangkan waktu bekerja diantara waktu kuliah. Teman-teman anakku banyak yang kuliah biaya sendiri sejak semester 3.
@sawali : iya, tertipu Mallory Towers tuh kayaknya.
@edratna : ah, ngga mungkin Bu Enny tergolong kurang mampu hehehe.
ni universitas atw sekolah ya?
sekolah setingkat smp sma
eh,aq mw tnya donk..
SMA swasta yg ad asrama yg bagus dmn ia????
trims..
Tolong dong informasi nama-nama sekolah SMA di Jogja / Bandung yang menyediakan asrama untuk siswa putra. Trims
ini,,,
baca tulisan ini,,,
sekolah asrama untuk kader organisasi agama di jogja,,??
jadi inget sekolahku dulu,,,
sekolah untuk putra putrinya dipisah…
kerasan juga aku di asrama dulu,, 6 tahun,, mule dari smp sampe sma..
@healthy:: maksudnya ketipu mallory towers,,??
Mallory towers juga cerita tentang sekolah asrama. ceritanya enak sekali di asrama. tapi namanya cerita, dengan kenyataan bisa jadi jauh berbeda
ternyata aq jg sudah pernah baca mallory towers (setelah aq tanya ke adekq kmarin malam),,
tapi ceritanya udah lupa…
heheee,,,
iya kalo d cerita2 asrama tuh emang beda ma knyataan.. namanya jg cerita..
aq jg pernah baca yang st.claire itu,, bagus jg,,
tapi ya,, namanya jg cerita..:)
@healthy:: aq dnger istrinya dulu d asrama yah,,?? dmana,,?? jangan2 satu almamater…