Entries RSS Comments RSS

Ketika Orang Bermasalah Tidak Bersatu

“Cepot, kemana sodara kamu si Dawala, sudah tiga hari ini tidak kelihatan”

“Maaf abah, saya lupa kasih tahu kalau si Dawala teh sedang menunggu anaknya di rumah sakit. Anaknya terkena demam berdarah”

“Eleuh-eleuh, kamu teh gimana. Urusan Gawad Darudad macam gitu tidak kasih tau ke abah. Hayu antarkan abah ke rumah sakit.”

Semar dan anaknya, si Cepot, buru-buru pergi ke rumah sakit untuk menengok cucunya yang terkena demam berdarah. Biasanya kalo musim sakit demam berdarah, cadangan darah di semua tempat pasti menipis. Kalaupun ada, harus antri mendapatkannya. Sayang, ngga banyak orang yang mau donor darah. Takut lihat jarum katanya, padahal banyak orang meregang maut gara-gara ga mendapatkan darah.

Sesampainya di rumah sakit, Semar melihat pemandangan yang sama dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Di banyak tempat banyak orang bergerombol, dan tidur-tiduran. Itu biasanya keluarga pasien yang bergantian menjaga. Tapi ada yang bikin Semar heran dengan perilaku keluarga pasien itu. Sepertinya semua orang yang kesusahan itu menghadapi sendiri masalah mereka. Padahal, ada cara yang mungkin bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bagus.

Akhirnya Semar bertemu dengan anak nya Dawala dan cucunya yang sedang sakit. Selepas memberikan doa dan bekal untuk penunggu, Semar mengajak Dawala untuk pergi ke ruang tunggu keluarga.

“Hayu Dawala, ikut abah. Kita harus melakukan sesuatu di ruang tunggu keluarga pasien”

“Ada apa bah? Nanti siapa yang jaga anak saya?”

“Eta mah gampang atuh. Pan ada si Cepot. Biarin dia yang jaga, sementara kamu ikut abah”

Bergegaslah Semar dan Dawala ke ruang tunggu pasien yang ternyata penuh juga. Si Semar langsung ke bagian depan ruangan dan berteriak.

“Assalamu ‘alaikum bapak ibu juragan sekalian. Sedang apa di sini?”

Orang-orang pada kaget, tapi menjawab juga.

“‘Alaikumussalam, kami sedang menunggu giliran jaga, Pak”

“Kenapa menunggu giliran jaga tidak optimal? Koq malah ngobrol ngalor ngidul sharing penderitaan. Mau ga saya ajak melakukan sesuatu yang lebih baik. Insya Allah bisa membuat keluarga kita bisa sembuh lebih cepat”

“Ngapain Pak?”

“Kita berdoa bareng-bareng di sini. Semuanya harus nangis dan minta sekuat-kuatnya kepada Tuhan, supaya keluarga kita yang sedang sakit dapat diberikan kesembuhan. Kita ini kan orang yang sedang mendapat cobaan. Orang seperti kita, doanya lebih makbul. Apalagi kalau doanya berjamaah”

Dan akhirnya di rumah sakit itu, acara berdoa bersama untuk kesembuhan yang sakit menjadi acara rutin dan dilakukan terus menerus. Memang benar, dengan bersatu maka kekuatan doa akan menjadi lebih besar dan mudah dikabulkan. Itu yang juga sering dilakukan di acara pengobatan-pengobatan alternatif massal.

Seandainya saja orang bermasalah bersatu…entah apa yang sudah bisa dihasilkan.

Gambar-gambar Thumbnail diambil dari redcross.org dan redcross.int

  • Share/Bookmark

One Response to “Ketika Orang Bermasalah Tidak Bersatu”

  1. edratna says:

    Benar juga pak, dengan berdoa bersama, maka hati menjadi ringan, karena sebetulnya obat dan dokter merupakan sarana, Allah juga yang akan menyembuhkan.

Leave a Reply