Entries RSS Comments RSS

Archive for June, 2008

Sekolah

Thursday, June 12th, 2008

“Uwak Semar, tulung waaaak”

“Ada apa ceu Tita? Kayak orang yang lagi kebakaran jenggot sajah. Pan ceu Tati mah perempuan, ga punya jenggot”

“Aduh si Uwak, orang lagi kesusahan diajak bercanda. Ini serius wak.”

“Sok atuh cerita, perlu bantuan apah. Kalo saya bisa, akan saya bantu. Apa sih yang tidak akan saya berikan untuk ceu Tita”

“Begini Wak, anak saya si Tralala, sudah lulus SMP, tapi saya nilai UAN nya kecil. Jadi we, ngga keterima dimana-mana sekolah negeri. Saya bingung wa, sekolah swasta sekarang mah mahal.”

“Oh begitu tho. Itu bisa diatur ceu, asal jelas si Tralala teh tujuan sekolahnya apa. Orangnya tau ga apa tujuan dia sekolah? Cari ilmu, cari teman, biar bisa kuliah, biar bisa kerja, atau ada tujuan yang lain?”

“Yah, semuanya juga jadi tujuan, cari ilmu, teman, kuliah, kerja. Da memangnya apalagi”

“Lho, setiap tujuan ada solusi sendiri Ceu. Misalnya kalo sekolah mau cari kerja, ngapain sekolah kalo sekarang juga bisa kerja. Jualan gorengan misalnya, itu juga kerja. Pan lumayan, uang pendaptaran sekolah bisa jadi modal. Menghasilkan uang lagi.”

“Atuh kerja gitu mah ngga gengsi”

“Alah ceu, yang sarjana aja banyak yang nganggur. Daripada buang uang dan waktu untuk sekolah gara-gara cari kerja, langsung aja kerja. Iya ga?

“Ya udah atuh, sekolah biar bisa kuliah aja deh tujuannya”

“Nah yang itu juga ada solusi mudahnya. Eceu mau anak eceu bisa kuliah di PTN favorit yah?”

“Jelas dong wak”

“Pernah pikirkan ga, anak-anak yang sekolah di SMU favorit itu, bisa masuk PTN favorit karena apa? Karena bimbel kan Ceu? Susah-susah cari sekolah favorit ada uang ini uang itu, sumbangan ini sumbangan itu. Sudah, masukkan saja ke kejar paket C. Selain itu masukkan ke bimbel pang top markotop. Insya Allah, bisa jadi solusi untuk yang tidak masuk SMU negeri.”

“Oh, enya oge. Pinter si Uwak Semar mah. Kalau begitu saya akan segera daptarkan anak sayah ke TSSC, itu adalah bimbel paling favorit di Indonesia. Terima kasih banyak yah.”

Sebagai informasi anda, saya juga produk bimbel hehehe. Bimbel ga cuma ada di Indonesia, di Malaysia juga bertebaran bimbel-bimbel yang tujuannya sama, lulus ujian akhir dengan nilai tinggi dan masuk ke PTN favorit. Jadi manusia seutuhnya kah? Mana ada pelajaran budi pekerti di bimbel mah. Pokoknya, baca soal, rumus ajaib, jawab dengan benar. Diulang dan diulang lagi sehingga jadi pemilih ABCD terhebat.

Ini pendapat pribadi lho.

  • Share/Bookmark

Sepeda Felinseton

Friday, June 6th, 2008

Ha, akhirnya saya mengalami juga antri BBM sebelum kenaikan harga jam 12 malam. Hari itu, hari Rabu 4 Juni 2008. Mobil saya sudah hampir habis bensinnya setelah dipakai jalan-jalan ke pantai dan pulang pergi ngantor. Sore hari saya dan keluarga pergi ke pasar malam yang hanya ada setiap hari Rabu. Sempat kaget juga, koq di stasiun pengisian bahan bakar Petronas yang dekat pasar malam banyak sekali mobil antri. Ada apa ya, ngga pernah saya ngeliat kejadian seperti ini sebelumnya sejak datang ke Malaysia. Sempat terpikir, mungkin harga bensin mau naik. Tapi sore itu cuek bebek aja, karena saya perkirakan bensinnya masih bisa buat dipakai jalan sampai besok paginya.

Setelah selesai mengantarkan anak dan istri ke rumah, saya harus keluar lagi untuk membeli susu. Saat membeli susu, saya tanya kepada penjual susu kenapa ya banyak mobil antri. Penjualnya bilang besok harga bensin mau naik. Langsung saja saya baca koran, ternyata ada rencana kenaikan bbm yang mungkin mengikuti harga pasar. Di sana juga disebutkan kalau Singapura yang memakai sistem harga pasar bensin dijual dengan harga RM 5.20 sedangkan di Malaysia cuma RM 1.92 seliternya. Walah, gawat nih kalau kenaikannya sampai segitu. Maklumlah, dengan pendapatan yang sekarang saja hampir ngga bisa nabung, apalagi kalau harga bensin dan harga lainnya pada naik.

Akhirnya saya cepat-cepat pulang dan beritahu istri kalau saya mau antri bensin. Keluarkan uang RM 60, dan pergi ke stasiun pengisian lain, dengan harapan di sana lebih lengang. Eh ternyata malah lebih parah, antri ngga ada maju-majunya. Akhirnya balik lagi ke Petronas dan antri selama dua jam untuk mengirit RM 30, karena ternyata harganya naik menjadi RM 2.70 seliter.

Di tengah berita kenaikan bbm, ada berita lain yang cukup menggembirakan. Berita datang dari kawan saya yang super kreatif, menciptakan suatu produk yang ramah energi. Produk ini adalah sepeda tanpa pengayuh untuk anak-anak. Mirip dengan mobil the Flinstone yang ramah energi, sepeda ini bergerak dengan dorongan kaki anak. Maksud utamanya adalah supaya anak-anak lebih dahulu belajar keseimbangan daripada belajar mengayuh. Berikut ini foto-fotonya:

Tampak depan

Tampak belakang

Tampak gagah

Spesifikasinya adalah sebagai berikut:

  • Bahan kayu lapis finishing duco
  • Tinggi ke setang 45 cm
  • Tinggi ke 35 cm
  • Panjang 75 cm
  • Tempat duduk bisa disetel sesuai dengan tinggi anak
  • Harga Rp. 250.000, belum termasuk ongkos kirim
  • Warna bisa dipesan

Sayang orangnya ngga ngasih tau kemana bisa pesan atau nomor kontaknya. Anyway by the way, you always can send e-mail to ira_shintia@yahoo.com for any inquiry.

  • Share/Bookmark