Entries RSS Comments RSS

Semar Mesem

Ups, jangan diplesetin ya. Ceritanya wak Semar nikah lagi. E la dalah. Sudah tua, banyak cucu, koq masih mau menikah. Padahal sudah lebih dari sepuluh tahun wak Semar menduda. Sudah biasa kedinginan, sekarang malah mau anget-angetan. Tapi anehnya koq menikah dengan orang tua juga ya? Apa perempuan itu semakin tua semakin hangat? Istri saya sih selalu kelihatan mudah, jadi so pasti hangat. Hu huy.

Setelah nikah, banyak orang datang ke wak Semar. Ya, sebagai selebritis banyak orang pingin tau perkembangan keluarga wak Semar. Termasuk pingin tau juga, kenapa nikah lagi setelah tua? Apa sih yang dicari?

“Assalamu ‘alaikum wak Semar”

“‘Alaikumussalam, eh ada Pak Harto, Om Susilo, Bang Habibi, Dek Agus Dur, Tuan Karno, dan Tante Mega, silahkan masuk. Ada apa nih, ramai-ramai datang?”

“Ah ngga koq wak, cuma mau silaturahmi aja. Sudah lama sejak wak Semar menikah, kami ngga sempat ngobrol dengan uwak. Ngga pernah keliatan, di rumah saja Wak?”

“Iya nih, di rumah saja. Maklum sudah tua. Setelah kerja berat menikah, ngga bisa langsung fit”

“Maaf nih Wak, saya ngga bisa basa basi, langsung saja ya. Kenapa sih Uwak menikah lagi? Kan uwak sudah tua, sudah punya cucu, sudah lama menduda pula. Kira-kira, alasan apa yang sangat kuat sehingga uwak menikah lagi?”

“Nah ini pertanyaan yang sudah saya duga pasti akan banyak yang bertanya” Kata si wak Semar sambil mesem.

“Yah, kalo untuk orang seperti saya sih, memang sudah ngga pantas lagi menikah. Sudah tua, ngga mikirin masalah seks. Sudah lama menduda, ngga mikirin teman kelonan. Anak sudah besar dan punya cucu. Tapi saya kasihan melihat bu Meneer. Sudah lama berdiri sendirian, katanya takut di rumah. Dari pada memberi pertolongan jadi omongan, mending sekalian dikawinkan.”

“Tapi wak, kenapa jadi jarang kelihatan. Muka uwak juga seperti yang kurang tidur. Mata nya merah’

Si Uwak Semar diam saja, tapi mukanya tambah mesem mesem.

(Untuk mengenal lebih jauh mengenai semar, silahkan periksa link berikut ini. Gambar juga diolah dari sana)

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Semar Mesem”

  1. semar, dalam kultur jawa, dia dikenal sebagai penjelmaan dewa yang turun ke bumi. kehadirannya diharapkan bisa “memayuhayuning bawana” menjaga kesejahteraan bumi. wah, tapi kisah wak semar di sini kok demen banget poligami, ya, pak? hehehehe :lol:

  2. eh, ngga poligami Pak
    cuma nikah lagi, setelah menduda sekian lama. Kalo di wayang golek, ngga pernah saya lihat atau dengar lakon yang menampilkan istrinya semar. Katanya sih ada, tapi ngga tau siapa.

Leave a Reply