Ha, akhirnya saya mengalami juga antri BBM sebelum kenaikan harga jam 12 malam. Hari itu, hari Rabu 4 Juni 2008. Mobil saya sudah hampir habis bensinnya setelah dipakai jalan-jalan ke pantai dan pulang pergi ngantor. Sore hari saya dan keluarga pergi ke pasar malam yang hanya ada setiap hari Rabu. Sempat kaget juga, koq di stasiun pengisian bahan bakar Petronas yang dekat pasar malam banyak sekali mobil antri. Ada apa ya, ngga pernah saya ngeliat kejadian seperti ini sebelumnya sejak datang ke Malaysia. Sempat terpikir, mungkin harga bensin mau naik. Tapi sore itu cuek bebek aja, karena saya perkirakan bensinnya masih bisa buat dipakai jalan sampai besok paginya.
Setelah selesai mengantarkan anak dan istri ke rumah, saya harus keluar lagi untuk membeli susu. Saat membeli susu, saya tanya kepada penjual susu kenapa ya banyak mobil antri. Penjualnya bilang besok harga bensin mau naik. Langsung saja saya baca koran, ternyata ada rencana kenaikan bbm yang mungkin mengikuti harga pasar. Di sana juga disebutkan kalau Singapura yang memakai sistem harga pasar bensin dijual dengan harga RM 5.20 sedangkan di Malaysia cuma RM 1.92 seliternya. Walah, gawat nih kalau kenaikannya sampai segitu. Maklumlah, dengan pendapatan yang sekarang saja hampir ngga bisa nabung, apalagi kalau harga bensin dan harga lainnya pada naik.
Akhirnya saya cepat-cepat pulang dan beritahu istri kalau saya mau antri bensin. Keluarkan uang RM 60, dan pergi ke stasiun pengisian lain, dengan harapan di sana lebih lengang. Eh ternyata malah lebih parah, antri ngga ada maju-majunya. Akhirnya balik lagi ke Petronas dan antri selama dua jam untuk mengirit RM 30, karena ternyata harganya naik menjadi RM 2.70 seliter.
Di tengah berita kenaikan bbm, ada berita lain yang cukup menggembirakan. Berita datang dari kawan saya yang super kreatif, menciptakan suatu produk yang ramah energi. Produk ini adalah sepeda tanpa pengayuh untuk anak-anak. Mirip dengan mobil the Flinstone yang ramah energi, sepeda ini bergerak dengan dorongan kaki anak. Maksud utamanya adalah supaya anak-anak lebih dahulu belajar keseimbangan daripada belajar mengayuh. Berikut ini foto-fotonya:



Spesifikasinya adalah sebagai berikut:
- Bahan kayu lapis finishing duco
- Tinggi ke setang 45 cm
- Tinggi ke 35 cm
- Panjang 75 cm
- Tempat duduk bisa disetel sesuai dengan tinggi anak
- Harga Rp. 250.000, belum termasuk ongkos kirim
- Warna bisa dipesan
Sayang orangnya ngga ngasih tau kemana bisa pesan atau nomor kontaknya. Anyway by the way, you always can send e-mail to ira_shintia@yahoo.com for any inquiry.
wash, bener2 kreatif, pak. dengan sepeda macam begitu, harga BBM dinaikkan berlipat-lipat pun tak akan berpengaruh. salur buat pembuatnya.
wew hebat banget..
kalo bikin sendiri kira2 bisa g ya…
@ sawali, yang bikin juga orang aktivis pendidikan lho pak. Sering jadi konsultan sekolah alternatif
@ hanggadamai, kayaknya bikinnya ngga sendiri, mungkin berdua bertiga, hehehe. Ga nyambung
hehehe mau ketawa..kalo sepeda gitu di indonesia gak jalan
btw, kalo di malaysia saya baca dikoran pemilik mobil dapat BLT ya? trus pajak juga di kurangi.
@chodirin, iya tapi untuk warga negara malaysia aja. Saya kan warga negara Indonesia tulen.