Entries RSS Comments RSS

Aku Pulang

Aku Pulang, dari rantau bertahun-tahun di negeri orang

Oh Malaysia

Akhirnya setelah hampir dua tahun ngga pulang ke Indonesia, besok 19 Juli 2008 aku pulang sebentar. Semua keluarga dibawa. Menghabiskan hampir setengah tabunganku hehehe. Tapi biarlah, itu berbaloi. Soalnya pulang dalam suasana khusus, pernikahan adik saya.

Semua keluarga siswa seangkatan atau yang di atas saya yang sudah lama ada di Malaysia sudah pernah pulang ke Indonesia. Sekali atau dua kali. Bahkan ada yang setahun dua kali. Pulangnya sampai satu bulan penuh. Aku sih, cuma dua minggu saja. Soalnya kuliah semester ini sudah mulai berjalan Senin depan.

Kuliahku belum selesai. Belum tau juga kapan selesainya. Tapi insya Allah, begitu selesai aku akan langsung pulang. Sebenarnya, kata teman-temanku bekerja di sini sangat menggiurkan. Beberapa lulusan universitasku langsung diterima di Petronas, bagian riset, dengan gaji yang mencapai 45 juta rupiah sebulan. Wah, gajiku dua tahun juga ngga sampe segitu. Gimana, tergiur ga?

Bahkan sudah ada yang berancang-ancang untuk tidak segera kembali. Padahal mereka sudah teken kontrak kembali bekerja di Indonesia. Maklumlah, seperti aku, mereka juga dapat gaji bulanan meskipun ngga bekerja. Tapi itu urusan masing-masing. Aku sih, takut kalo uang yang sudah didapat malah jadi tidak halal karena gagal melaksanakan kewajiban. Uangnya sih menggiurkan, tapi takut kalo jadi sesuatu yang tidak baik di masa depan. Bukan hanya untuk aku, tapi juga untuk keluargaku, terutama anak-anak. Sudah banyak contoh nyata, orang-orang yang mencari harta tidak halal memiliki keluarga yang berantakan. Aku ngga mau.

Rizki itu bisa dicari di mana saja. Ngga harus di Malaysia. Yang penting cukup untuk semua kebutuhan. Perlu uang untuk sekolah anak, ada. Perlu uang untuk makan, ada. Perlu uang untuk beli rumah, ada. Perlu uang untuk naik haji, ada. Entah gimana deh nanti caranya, yang penting halal.

Pulang pulang pulang. Meskipun belum tau rumahnya dimana, soalnya belum mampu beli rumah sendiri sih. Tapi yang penting, begitu mau tidur, ada tempat untuk tidurnya, iya ngga?

  • Share/Bookmark

5 Responses to “Aku Pulang”

  1. edy says:

    welkam hom, pak :)

  2. selamat pulkam, pak iwan. hati, semoga selamat sampai ke alamat tujuan. “sejauh2 burung terbang akhirnya kembali ke sarangnya”, kayaknya pak iwan sedang menerapkan falsafah di balik peribahasa itu.

  3. pakde says:

    saya masih betah nih, tahun ini mudik juga belum tentu. Tanah Jawa di kangein mulu hik hik Salam kenal pak

  4. edratna says:

    Selamat mengunjungi Indonesia pak…ke Bandungkah?
    Setiap orang punya visi/misi dalam hidup ini pak, dan kita nggak bisa sama satu sama lain.
    Saya juga tak neko-neko, karena rizki dari Allah swt. Punya rumahpun rasanya tak terbayangkan, tapi ya itu tadi ada aja rejeki halal…dan yang penting anak-anak berpendidikan, bisa mandiri…..karena harta bisa hilang dan habis pak, banyak sudah contoh disekeliling kita. Dengan pendidikan, ketrampilan, Insya Allah anak-anak kita selamat di dunia, dan semoga juga selamat di akhirat..

  5. @edratna Mengunjungi Indonesia ke Jakarta, Bandung, dan Anyer bu. Ke Jakarta pinjam mobil dari ortu biar bisa pergi ke Bandung. Di Bandung ke rumah mertua di depan unpad dan juga ke Ciater. Ternyata harga di Indonesia sudah mahal-mahal ya. Wisata kuliner, fashion, dan alam saya jadi terbatas deh. Belum semua disambangi eh uangnya udah mau habis hehehe. Ke Anyer karena adik menikah di sana. Keturunan pantai laut selatan ketemu dengan keturunan pantai laut utara.
    Masalah neko-neko, enak ya kayaknya kalo bisa kayak gitu. Sayangnya saya banyak keinginan, jadinya ya gitu deh suka uring-uringan lihat banyak keinginan yang belum kesampaian.

Leave a Reply