“Aku mual membaca buku ini”

Begitu kata seorang teman istriku.

“Ih kepala ini rasanya jangar, pusing tujuh keliling pas baca buku ini. Apa kayak gitu ya kelakuan para suami?”

Itu kata istriku setelah membaca buku “Catatan Hati Seorang Istri” karya Asma Nadia, terbitan Lingkar Pena Publishing dan didistribusikan oleh Mizan. Isinya tentang kelakuan para suami kurang ajar, yang menikah bukan cuma sekali. Tentu saja, membuat para istri atau calon istri yang membacanya merasa sebel, marah, muak, dan bimbang.

Saya ngga baca semua cerita dalam buku ini. Cuma baca cerita di bagian depan saja, tentang Pak Haris yang berterus terang kalau dia ingin menikah adalah karena dia cinta wanita itu. Bukan karena sunnah Rosul atau alasan klise lainnya. Kenapa ngga saya baca semua? Takut terinspirasi hehehe.

Biarlah sekarang saya menjadi suami yang setia dengan satu istri. Satu istri yang ini saja sudah berlimpah-limpah kebahagiaannya buat saya. Dengan tiga anak yang sudah menjadi buah hati kami, apa lagi sih yang dicari? Kan kegiatan kehidupan ini ngga cuma sekedar menyalurkan nafsu saja. Masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan dengan satu istri dan tiga anak.