“Aku mual membaca buku ini”
Begitu kata seorang teman istriku.
“Ih kepala ini rasanya jangar, pusing tujuh keliling pas baca buku ini. Apa kayak gitu ya kelakuan para suami?”
Itu kata istriku setelah membaca buku “Catatan Hati Seorang Istri” karya Asma Nadia, terbitan Lingkar Pena Publishing dan didistribusikan oleh Mizan. Isinya tentang kelakuan para suami kurang ajar, yang menikah bukan cuma sekali. Tentu saja, membuat para istri atau calon istri yang membacanya merasa sebel, marah, muak, dan bimbang.
Saya ngga baca semua cerita dalam buku ini. Cuma baca cerita di bagian depan saja, tentang Pak Haris yang berterus terang kalau dia ingin menikah adalah karena dia cinta wanita itu. Bukan karena sunnah Rosul atau alasan klise lainnya. Kenapa ngga saya baca semua? Takut terinspirasi hehehe.
Biarlah sekarang saya menjadi suami yang setia dengan satu istri. Satu istri yang ini saja sudah berlimpah-limpah kebahagiaannya buat saya. Dengan tiga anak yang sudah menjadi buah hati kami, apa lagi sih yang dicari? Kan kegiatan kehidupan ini ngga cuma sekedar menyalurkan nafsu saja. Masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan dengan satu istri dan tiga anak.

Setuju, setia dengan satu istri. Masih banyak sunnah Rasul yang lain sebagai ladang amal tidak harus poligami, yang sebagian besar malah menyakiti hati sang istri dan pihak-pihak lain. Kalau betul sunnah Rasul yang jadi acuan, kenapa tidak menikahi janda miskin, janda tua yang layak ditolong? Banyak tuh janda miskin dan tua, silakan kalo mau mencari sunnahnya Rasul. Lha ini poligaminya malah sama gadis, atau janda kembang yang masih kenyes-kenyes! Ketahuan banget maunya!
Saya belum baca buku itu…..
Saya masih percaya suami baik, karena saya memilihnya bukan karena dia pintar atau kaya, tapi dia punya prinsip dalam hidup. Sebelum memutuskan untuk menerima lamarannya, kami sudah berdebat panjang lebar, apa tujuan kami menikah, bagaimana anak-anak kami nantinya akan dididik, bagaimana penyelenggaraan rumah tangga yang diinginkan masing-masing dsb nya.
Syukurlah sampai menginjak perkawinan ke 26 tahun, suami masih seperti yang dulu, malah lebih bijak…yahh pasang surut gelombang kehidupan telah kami lalui bersama. Terimakasih pada Tuhan, yang telah memberi anugerah pada kami….
Banyuak istri banyak rezeki lho mas, apalagi kalau istrinya orang kaya
wah saya blm baca tuh pak bukunya…
jgn2 kl saya udah baca tensi darah saya jd naik hahaha
salam kenal ya pak!
memang betul, satu istri sudah cukup. suami saya dulu kurus sekarang sangat gemuk padahal istrinya cuma satu. wah kalau dua atau tiga gak tau deh mau seberapa besar he he..
suami saya tidaksetuju dengan poligami, kalau saya sih tidak setuju juga. tapi kalau ada yang ingin jadi pembantu gratis boleh saja jadi istri kedua.
saya ingin jadi istri kedua. tapi menjadi istri pertama saja saya belum. gimana ya?