Entries RSS Comments RSS

Archive for August, 2008

Persiapan Ramadhan

Sunday, August 31st, 2008

Nanti sore adalah Ramadhan ketiga saya di negeri jiran, Malaysia. Suasananya hampir mirip dengan Indonesia. Padahal kalo di arab sana, yang lebih ramai biasanya idul adha. Tapi di Malaysia dan Indonesia, yang lebih ramai adalah idul fitri dan Ramadhannya.

Bedanya apa Ramadhan di Indonesia dan Malaysia? Bedanya kalo di Malaysia ngga ada yang puasa duluan dan berhari raya duluan. Di sini, urusan agama Islam adalah wewenang raja. Termasuk mengikuti satu mahzab, Syafii, adalah hak raja yang tidak bisa diganggu gugat. Semua harus ikut, kalau ngga ikut berarti melanggar peraturan dan bisa dimasukkan penjara.

Hanya di Indonesia, yang puasanya bisa beda-beda, hari rayanya bisa beda-beda. Pernah satu ketika tiga hari berturut-turut ada yang merayakan 1 syawal di Indonesia. Aneh bin ajaib. Hanya ada di Indonesia, gitu kalo kata berita.

Biasanya, di sini dari hari pertama sudah ramai yang menyediakan makanan buka bersama di Masjid. Tentu salah satunya adalah pelajar-pelajar Indonesia yang sedang bersekolah di sini dan membawa keluarga. Karena tinggal di satu kompleks, sebanyak lebih dari dua puluh keluarga Indonesia ikut juga menyumbang makanan berbuka, setidaknya dua kali dalam satu bulan Ramadhan.

Uang untuk bikin makanannya diambil dari iuran. Setiap keluarga kena RM 10. Dulu itu cukup, entah setelah kenaikan harga BBM sekarang. Makanannya khas Indonesia. Biasanya yang berkuah seperti sop kambing atau soto ayam. Ada satu orang istri mahasiswa yang jago masak karena dulunya juga sering bantu mertuanya di catering. Dia jadi andalan dalam dua tahun terakhir ini untuk membuat makanan berat berbuka.

Seharusnya acara seperti ini lebih menyatukan masyarakat Indonesia yang ada di sini. Tapi ya, namanya juga hanya ada di Indonesia, kadang kegiatan bersama malah menimbulkan perpecahan dan dendam kesumat. Heran? Dulu sih heran, tapi sekarang sudah biasa saja. Mungkin seperti itulah (sebagian) orang Indonesia. Gatel rasanya kalo ngga bikin kesel orang lain, hehehehe. Padahal di bulan Ramadhan lho, dendam kesumat malah diumbar dan disebarluaskan.

Acara hari raya juga jadi sepi. Maklum, tempat saya ini bukan “Kampung Halaman”. Jadi orang sekompleks pun pada pulang kampung ke tempat lain. Mahasiswa Malaysia dan Indonesia yang ngga ada keluarga di sini pulang juga. Sepi. Hiburannya paling jalan-jalan bareng keluarga yang ngga pulang. Lumayan deh, apalagi kalo ada yang bikin lontong opor. Aduh sedapnya.

Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini acaranya semakin baik. Semakin membawa persatuan kepada umat Islam, ngga kalah terus sama orang lain. Mikirnya ngga menjatuhkan satu sama lain, tapi saling membangun dengan semangat persatuan.

Target saya? Ngga tau deh, mudah-mudahan jadi orang yang lebih baik. Ngga spesifik, takut ngga kesampaian. Semoga anda juga mendapat yang terbaik. Tidak lupa mohon maaf lahir dan bathin buat semua.

  • Share/Bookmark

Di Sini Ada Setan

Sunday, August 24th, 2008

Menurut kepercayaan yang saya anut, ada makhluk tidak terlihat yang hidup bersama-sama manusia di dunia ini. Makhluk ini diberi nama jin. Dia terbuat dari api dan hidup selayaknya manusia. Jin menikah dan berkembang biak. Dia juga memiliki kehidupan sosial, dimana ada jin jahat dan ada jin baik. Dia memiliki kelompok-kelompok juga seperti manusia. Jin ada yang pintar dan ada yang bodoh. Jin ada yang hidup dan mati. Ada juga jin yang hidupnya sangat lama dibandingkan manusia.

Setiap lahir satu manusia, maka akan ada satu jin pendamping. Ketika manusianya mati, jin itu tidak ikut mati. Jin ini yang sering disebut orang-orang sebagai arwah orang mati yang masih “penasaran”. Dia bisa mengetahui detail kehidupan manusia karena memang dia hidup bersama manusia yang didampinginya. Makanya ketika ada orang yang “berkomunikasi” dengan arwah orang mati, sebenarnya dia berkomunikasi dengan jin pendamping ini.

Kalo saya ada hal lain yang difikirkan. Seandainya semua manusia didampingi satu jin ketika lahir, tapi jin ini tidak mati ketika manusia mati, bahkan dia menikah dan beranak-pinak, maka jumlah jin yang ada di muka bumi ini jauh lebih banyak dari jumlah manusia. Untungnya saya ngga bisa melihat dan merasakan jin. Kebayang takutnya kalo kita melihat disekitar kita banyak sekali jin bertebaran, hiiiiiiii.

Jin hidup di persekitaran manusia. Katanya tempat hidup favorit jin adalah lubang wc, lubang singki (seperti tempat cuci piring), selokan, dan tempat-tempat berair lainnya. Ada juga yang hidup di tempat gelap, kosong, tidak terawat. Kadang kalau jin ini terganggu tempat tinggalnya, dia bisa marah dan balik mengganggu manusia. Karena itu kita dianjurkan untuk berdoa ketika masuk tempat-tempat berair seperti kamar mandi dan wc. Saya termasuk orang yang selalu berdoa dulu ketika akan memasuki tempat yang sudah lama tidak ditinggali manusia. Misalnya ketika pindahan rumah di Bandung dulu. Mertua saya sudah menginap dulu selama tiga hari sholat dan berdzikir di setiap ruangan yang akan ditempati oleh penghuni baru, keluarga saya. Ketika datang ke Malaysia pun sama, rumah yang saya tempati ini juga saya bacakan ayat-ayat al quran sebelum keluarga datang. Harapannya, kami tidak diganggu oleh jin selama menempati rumah ini.

Jin mengganggu manusia dengan banyak cara. Maklum jin ini kan ada juga yang pintar. Secara fisik dia ngga bisa mengganggu langsung. Tapi dia bisa masuk ke jalan darah manusia. Kalau ada yang histeria kemasukan jin, sering dinamakan kerasukan atau kesurupan. Macam-macam gejalanya. Yang pasti si manusia tidak sadar apa yang dia katakan dan dia perbuat. Contohnya di Malaysia sini sedang heboh kerasukan di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Dalam dua bulan belakangan terjadi lebih dari sepuluh kali kerasukan diberbagai sekolah. Yang diserang terutama pelajar keturunan melayu dengan gejala histeris, teriak-teriak, dengan perilaku aneh lainnya.

Tetangga saya juga ada yang sering kerasukan. Biasanya sih saat setelah adzan maghrib. Kata orang setelah maghrib dan jam 3 pagi itu adalah waktu beredarnya jin-jin. Jadi banyak sekali yang sedang keluar saat itu dan iseng mengganggu manusia. Untungnya saya ngga bisa lihat. Ngga pengen deh. Ada juga orang yang membawa terus jinnya dari tempat asal. Misalnya di sini ada orang Mesir yang sering kerasukan. Setiap kali ke Masjid orang ini akan merasa ngga nyaman, kepanasan. Padahal masjidnya full AC lho. Dia sering ngga sadar. Sewaktu di ruqyah, jin ini ngajak ngobrolnya dalam bahasa arab khas Mesir sana.

Kalo ditanya, apa saya bisa menyembuhkan orang yang kerasukan jin? Saya akan jawab, ngga bisa. Dulu sewaktu ikutan olahraga pernafasan pernah diajari bagaimana caranya mendeteksi jin dan membersihkan jin. Tetapi niat saya ikutan olahraga pernafasan adalah untuk kesehatan, ngga ada niat untuk bisa mendeteksi jin. Akhirnya ngga bisa merasakan gimana jin itu. Apalagi membersihkannya. Tapi untuk menghindari terkena serangan jin, kita harus mendekatkan diri kepada yang punya jin, yaitu Allah. Mintalah perlindungan kepada Dia, dan yakinlah kalau manusia itu makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari jin sehingga ngga bisa diganggu jin.

Kalo kesurupan, saya pernah. Dulu sewaktu sebelum menikah bahkan hampir setahun sekali saya kesurupan. Gimana caranya? Ya balik kampung aja. Nama kampung tempat kakek saya tinggal adalah surupan. Artinya adalah tempat air menghilang. Salah tulis ya, seharusnya ke Surupan bukan kesurupan.

Penutupnya, yah mudah-mudahan kita selalu dilindungi Allah dari kejahatan makhluk-makhluk Nya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Aamin.

  • Share/Bookmark

Tujuh Belasan

Sunday, August 17th, 2008

Ketika berada di luar negeri, memang semangat kebangsaan itu makin terasa. Dulu yang namanya upacara dan acara tujuh belasan seperti sudah tidak punya arti apa-apa lagi. Sekarang ada di negara orang, koq beda ya rasanya.

Sebenarnya, acara tujuh belasan dimulai dari pagi. Biar menyambut detik-detik proklamasinya bisa pas jam 10 pagi gitu lho. Tapi sayangnya, buat yang punya keluarga ngga bisa segampang itu. Menyiapkan anak dari A sampai Z memerlukan waktu yang cukup banyak. Seringnya sih telat datangnya. Seperti hari ini, istri saya membantu menyiapkan bakso di tempat kawan. Sedangkan saya menyiapkan keluarga dan perbekalan. Baru bisa berangkat dari rumah lewat jam 10. Akhirnya kita ketinggalan acara upacara. Tinggal acara lombanya saja.

Lomba yang diadakan sebenarnya cukup banyak. Ada juga yang dimulai sebelum 17 Agustus seperti pertandingan badminton dan ping pong. Yang paling banyak ditunggu adalah acara ganda putra karena banyak pemainnya. Pemain diselang seling, yang jago dipasangkan dengan yang kurang jago. Ada juga sih yang ngga pengen ikutan acara ini gara-gara pasangannya dipilihkan. Ngga keren, susah menang, cape sendiri, katanya. Maklum deh merasa jago dan harus bekerja keras menutupi kelemahan pasangan bermainnya. Kalo saya sih belum jago, jadi dengan siapa saja dipasangkan ya ngga apa-apa. Lagi pula, bukan menangnya yang dicari, tapi keceriaan tujuhbelasannya yang ditunggu. Akhirnya ya kalah di babak pertama. He he he, langsung saja bikin babak lanjutan setelah lapangan ngga dipake. Meskipun daftarnya sekali tapi bisa main berkali-kali asalkan ngga dipake lapangannya.

Selanjutnya di hari H lomba jauh lebih banyak. Buat mahasiswa dan anak-anak. Anak-anak sih enak, menang ngga menang dapat hadiah. Saya sebenarnya daftar dua perlombaan: tarik tambang dan futsal. Tapi setelah tarik tambang, badan jadi lemas akhirnya ngga ikut futsal. Kali ini lolos dari babak pertama tapi kalah di semifinal.

Siangnya makan bakso bareng-bareng. Bakso, dulunya adalah barang langka di sini. Kalau mau ngebakso, harus pergi dulu ke silibin yang jaraknya bisa ditempuh dengan bensin seharga RM 30. Padahal harga baksonya cuma RM 3.50 semangkuk. Ngga sebanding ya. Untungnya sekarang sudah ada yang jual baksonya saja di warung. setengah kilo seharga RM 5.20. Isinya 40 buah. Lumayan tinggal bikin kuahnya saja.

Sehabis makan bakso, kumpul-kumpul bagi hadiah dan foto bersama. Ada juga acara bayar iuran. Iuran ini sempat juga jadi bahan perdebatan sengit, perlu atau tidaknya. Menurut pendapat saya pribadi sih, alhamdulillah saya masih dianggap pelajar dari Indonesia jadi ngga keberatan deh disuruh bayar iuran juga. Mudah-mudahan bisa mempermudah acara yang mengeratkan persatuan dikalangan pelajar Indonesia yang ada di sini.

Pulangnya, saya cukup puas dan anak-anak juga puas. Sebenarnya masih ada acara lainnya sih di malam hari. Tapi sekarang saya punya bayi, ngga bisa kalo harus datang dan pulang malam-malam. Jadi biarkanlah acara malam jadi milik batmen dan batwomen. Saya acara malam di rumah saja, nonton CSI hehehe.

Terima kasih buat para pelajar undergraduate yang telah menyelenggarakan acara dengan lancar. Buat ibu-ibu di Bandar Universiti juga terima kasih banyak baksonya, enak. Sayang sambelnya banyak yang tumpah padahal pedesnya oke punya lho.

  • Share/Bookmark

Tambah Rezeki?

Friday, August 15th, 2008

Beberapa waktu lalu ada gosip menyenangkan beredar diantara mahasiswa yang mendapatkan allowance dari universitas tempat saya belajar. Katanya uang allowance akan dinaikkan lebih dari 1/3 jumlah yang didapat sekarang. Tapi tunggu-punya tunggu, sampai awal kuliah semester ini tiba kenaikan itu tidak tampak ujung hidungnya. Namanya juga gosip.

Eh beberapa hari ini muncul lagi kabar angin mengenai kenaikan allowance dari perwakilan mahasiswa. Katanya akan mulai diterapkan awal tahun depan dengan peraturan kerja yang berubah juga. Masa sih, duit nambah tapi kerja ngga nambah. Ngga mungkin lah yaw.

Beberapa teman yang berpikiran untuk segera lulus, malah berpikir ulang. Lumayan lho, bisa nabung cukup banyak kalau seandainya uang bulanan di sini nambah. Kata mereka sih, ngga mungkinlah bisa nabung sebanyak itu kalau mengharapkan pendapatan di Indonesia. Jadi mereka mungkin memperpanjang lagi sekolah di sini, biar lebih banyak tabungannya.

Tapi ada dua issue yang mungkin harus saya cermati mengenai kenaikan pendapatan ini. Pertama, kalau mahasiswanya bertambah penghasilan, tentu karyawan juga ingin tambah. Padahal, kata orang-orang sudah cukup banyak karyawan yang mengundurkan diri karena tidak ada kenaikan penghasilan beberapa tahun terakhir. Padahal biaya hidup sudah berkali-kali naik. Bisa jadi, kenaikan pendapatan mahasiswa akan diiringi kenaikan pendapatan karyawan. Berita baik untuk keduanya. Tapi kalau cuma mahasiswa saja yang naik, kayaknya akan terjadi sedikit protes deh. Logis untuk karyawan kalau mereka berdemo. Yang lebih banyak bekerja, kan sebenarnya karyawan.

Issue kedua, mengenai tabungan. Buat saya sendiri, yang namanya rezeki itu datangnya darimana saja dan sesuai dengan jatah. Kalau memang jatah saya, bisa nabung banyak tentu ngga harus dari beasiswa saja. Bisa jadi dapat dari tempat yang lain di Indonesia. Lebih menyenangkan berada di Indonesia daripada di sini. Ngga perlulah saya memperlambat studi hanya karena pingin nabung uang yang banyak. Kalau bisa, saya ingin lulus dan kembali ke Indonesia secepatnya. Buat yang pingin lama-lama, ya silahkan saja. Tempat masuk dan keluar rejeki itu macam-macam, itu saja yang mau saya bilang.

Sementara ini, ya mencukup-cukupkan yang sudah ada deh. Mudah-mudahan berkah dan membawa kebaikan untuk keluarga saya. Aaamiiin.

  • Share/Bookmark

After Disaster

Tuesday, August 12th, 2008

Seminggu ini blog School of Universe ga bisa diakses, termasuk oleh adminnya sendiri. Ngga tau kenapa, selalu muncul tulisan tidak bisa menemukan fungsi dari wordpress. Panik juga sih, masa tulisan selama setahun hilang semua. Apalagi ngga ada back up yang lengkap. Terakhir kali bikin back up adalah di awal bulan Juli.

Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat back-up dari database. Setidaknya kalau harus menghapus semua ini hosting saya, masih ada database tulisan-tulisan saya. Sempat coba untuk upload ke wordpress.com tapi ternyata ngga bisa. Wordpress.com hanya bisa mengimport data dari back-up wordpress juga, bukan dari mysql. Lah gimana dong, kan wordpressnya sedang tidak bisa diakses, jadi ngga bisa bikin back-up SoU.

Setelah itu, saya coba me restore data hosting meskipun pakai back-up awal Juli. Pertimbangannya, nanti kalo berhasil di restore, back up database bisa di update juga. Ternyata strategi ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Blog tetap tidak bisa diakses.

Langkah lain adalah dengan membuat cloning dari blog. Saya buat blog baru dengan database baru di direktori berbeda. Langkah pertama pasti berhasil. Langkah selanjutnya adalah meng update database mysql dengan back-up yang lama. Ternyata ngga berhasil juga.

Akhirnya, ya sudah di delete aja semua. Bikin blog baru, database baru, dengan direktori yang lama. Database di update, dan ternyata berhasil. Sekarang blog sudah berjalan lagi dengan baik dan memakai baju baru.

Kenapa ya, bisa terjadi seperti itu? Apa karena hostingnya mengupgrade database mysql? Ga tau deh, tapi mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

  • Share/Bookmark

Kembali Ke Malaysia

Tuesday, August 5th, 2008

Aduuuh, ngga kerasa ya. Dua minggu itu waktu yang sangat cepat. Masih belum banyak tempat yang disinggahi. Teman-teman di kantor juga nanyain, koq ngga datang. Padahal datang di waktu malam. Soalnya siang hari keluyuran ke sana ke mari, wisata fashion dan kuliner. Berhenti wisata karena kehabisan dana likuid, hihihihi.

Memang, meskipun Indonesia itu semrawut, tapi koq rasanya lebih indah daripada di Malaysia sini yang lebih teratur. Makanannya, tempat wisatanya, udaranya, orang-orangnya, Indonesia jauh lebih baik. Tapi koq ngga bisa jadi tujuan wisata nomor satu dunia ya? Mungkin karena terlalu banyak orang yang ambil keuntungan dari wisata, jadi aja bikin lieur wisatawan. Di Malaysia hampir ngga ada orang jualan tak teratur di tempat wisata. Di Indonesia sih, jangankan yang jualan, yang narikin parkir dari satu tempat wisata aja bisa banyak orang. Bayangkan di pintu masuk di tarik uang retribusi orang dan mobil. Eh ditempat parkir diminta lagi, pindah parkir ke yang teduh, kena bayar parkir lagi, hehehe. Lieur memang.

Sewaktu pesan tiket pesawat, saya isi form pesanan satu tas bagasi saat berangkat ke Indonesia dan tiga tas bagasi saat kembali ke Malaysia. Bener aja, tiga tas bagasi. Tambah lagi satu tas kabin, jadi total keseluruhan 70 kg yang harus saya bawa sendiri. Maklum, istri saya harus bawa tiga anak kecil. Akhirnya badan pada sakit semua dalam dua hari.

Sesampainya di sini, mood untuk bekerja belum balik sepenuhnya. Biar aja dulu deh, menikmati liburan. Sekalian mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk adik saya yang menikah 2 Agustus lalu. Cepat punya anak ya.

  • Share/Bookmark