Di Sini Ada Setan 
10 komentar, dilihat 694 kali dalam kategori: Wealth
Menurut kepercayaan yang saya anut, ada makhluk tidak terlihat yang hidup bersama-sama manusia di dunia ini. Makhluk ini diberi nama jin. Dia terbuat dari api dan hidup selayaknya manusia. Jin menikah dan berkembang biak. Dia juga memiliki kehidupan sosial, dimana ada jin jahat dan ada jin baik. Dia memiliki kelompok-kelompok juga seperti manusia. Jin ada yang pintar dan ada yang bodoh. Jin ada yang hidup dan mati. Ada juga jin yang hidupnya sangat lama dibandingkan manusia.
Setiap lahir satu manusia, maka akan ada satu jin pendamping. Ketika manusianya mati, jin itu tidak ikut mati. Jin ini yang sering disebut orang-orang sebagai arwah orang mati yang masih “penasaran”. Dia bisa mengetahui detail kehidupan manusia karena memang dia hidup bersama manusia yang didampinginya. Makanya ketika ada orang yang “berkomunikasi” dengan arwah orang mati, sebenarnya dia berkomunikasi dengan jin pendamping ini.
Kalo saya ada hal lain yang difikirkan. Seandainya semua manusia didampingi satu jin ketika lahir, tapi jin ini tidak mati ketika manusia mati, bahkan dia menikah dan beranak-pinak, maka jumlah jin yang ada di muka bumi ini jauh lebih banyak dari jumlah manusia. Untungnya saya ngga bisa melihat dan merasakan jin. Kebayang takutnya kalo kita melihat disekitar kita banyak sekali jin bertebaran, hiiiiiiii.
Jin hidup di persekitaran manusia. Katanya tempat hidup favorit jin adalah lubang wc, lubang singki (seperti tempat cuci piring), selokan, dan tempat-tempat berair lainnya. Ada juga yang hidup di tempat gelap, kosong, tidak terawat. Kadang kalau jin ini terganggu tempat tinggalnya, dia bisa marah dan balik mengganggu manusia. Karena itu kita dianjurkan untuk berdoa ketika masuk tempat-tempat berair seperti kamar mandi dan wc. Saya termasuk orang yang selalu berdoa dulu ketika akan memasuki tempat yang sudah lama tidak ditinggali manusia. Misalnya ketika pindahan rumah di Bandung dulu. Mertua saya sudah menginap dulu selama tiga hari sholat dan berdzikir di setiap ruangan yang akan ditempati oleh penghuni baru, keluarga saya. Ketika datang ke Malaysia pun sama, rumah yang saya tempati ini juga saya bacakan ayat-ayat al quran sebelum keluarga datang. Harapannya, kami tidak diganggu oleh jin selama menempati rumah ini.
Jin mengganggu manusia dengan banyak cara. Maklum jin ini kan ada juga yang pintar. Secara fisik dia ngga bisa mengganggu langsung. Tapi dia bisa masuk ke jalan darah manusia. Kalau ada yang histeria kemasukan jin, sering dinamakan kerasukan atau kesurupan. Macam-macam gejalanya. Yang pasti si manusia tidak sadar apa yang dia katakan dan dia perbuat. Contohnya di Malaysia sini sedang heboh kerasukan di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Dalam dua bulan belakangan terjadi lebih dari sepuluh kali kerasukan diberbagai sekolah. Yang diserang terutama pelajar keturunan melayu dengan gejala histeris, teriak-teriak, dengan perilaku aneh lainnya.
Tetangga saya juga ada yang sering kerasukan. Biasanya sih saat setelah adzan maghrib. Kata orang setelah maghrib dan jam 3 pagi itu adalah waktu beredarnya jin-jin. Jadi banyak sekali yang sedang keluar saat itu dan iseng mengganggu manusia. Untungnya saya ngga bisa lihat. Ngga pengen deh. Ada juga orang yang membawa terus jinnya dari tempat asal. Misalnya di sini ada orang Mesir yang sering kerasukan. Setiap kali ke Masjid orang ini akan merasa ngga nyaman, kepanasan. Padahal masjidnya full AC lho. Dia sering ngga sadar. Sewaktu di ruqyah, jin ini ngajak ngobrolnya dalam bahasa arab khas Mesir sana.
Kalo ditanya, apa saya bisa menyembuhkan orang yang kerasukan jin? Saya akan jawab, ngga bisa. Dulu sewaktu ikutan olahraga pernafasan pernah diajari bagaimana caranya mendeteksi jin dan membersihkan jin. Tetapi niat saya ikutan olahraga pernafasan adalah untuk kesehatan, ngga ada niat untuk bisa mendeteksi jin. Akhirnya ngga bisa merasakan gimana jin itu. Apalagi membersihkannya. Tapi untuk menghindari terkena serangan jin, kita harus mendekatkan diri kepada yang punya jin, yaitu Allah. Mintalah perlindungan kepada Dia, dan yakinlah kalau manusia itu makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari jin sehingga ngga bisa diganggu jin.
Kalo kesurupan, saya pernah. Dulu sewaktu sebelum menikah bahkan hampir setahun sekali saya kesurupan. Gimana caranya? Ya balik kampung aja. Nama kampung tempat kakek saya tinggal adalah surupan. Artinya adalah tempat air menghilang. Salah tulis ya, seharusnya ke Surupan bukan kesurupan.
Penutupnya, yah mudah-mudahan kita selalu dilindungi Allah dari kejahatan makhluk-makhluk Nya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Aamin.
Kata guru saya … kalau melihat ada yang kesurupan gampang katanya: bacakan Syahadat di depanya sehingga dia mendengar. Tidak peduli yang membaca itu orang pinter masak atau pinter menulis heheh
Tapi saya pernah coba, mertuaku pinsan hampir 4 jam sekeluarga bingung. “Orang pinter” didatangkan untuk mengatasi tapi tidak ada reaksi. Badan pucat pasi, dingin sekali jika dipegang.
Nah saat itu, saya teringat kata guru saya, coba bacakan syahadat. Maka saya baca Syahadat lengkap:
“Asyahadu an laaa ilaaha illallaaah wa asyhadu anna muhammadan rosuuulullah:”
saya coba baca sekali sahadat ; uhuk2… dia terbatuk dan bangun. Dalam ceritanya dia di bawa ke alam lain oleh saudaranya yang meninggal. Capek sekali katanya.
Konon katanya, jin itu takut dengan syahadat. Saya sendiri belum yakin apakah setiap dibacakan syahadat itu sembuh, karena baru sekali kemertua..kalau sudah berkali-kali barulah saya yakin …
(mohon teks di atas diganti)
[...] postingan tetangga di Malaysia bercerita kalau anak-anak SMP-SMU pada kesurupan massal mirip di sekolah kita. [...]
wew… kok hampir mirip sama postingannya kyai kurt, pak iwan. kayaknya punya naluri ngeblog yang sama nih, pak, hehehe …
Kerasukan belum tentu karena jin. Apalagi kerasukan massal. Kerasukan massal boleh bisa dikatakan hanya ada di negeri ini. Entah kenapa…. mungkin ingin menarik perhatian massal atau lagi stress… yang jelas sih…. kasihan banget bangsa ini…. kok “ngakunya” bangsa yang beriman tapi cepat kerasukan massal !! Huehehehe…….
Wahh mas Kurt, thanks infonya……
Karena saya sering bepergian, dan biasanya disediakan penginapan, saat masuk ke kamar, saya selalu sholat dulu, membaca Al Fatehah dan ayat kursi…jika merasa nggak nyaman, saya semakin khusuk berzikir sampai badan terasa nyaman. Syukur alhamdulillah selama ini aman, dan mudah2an selalu dilindungi oleh Allah swt. Amien.
@pak Kurt
Masa jin takut sama syahadat? Kan jin juga ciptaan Allah SWT? Artinya syahadat bukannya : “Tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalh utusan Allah” Atau ada penjelasan yang saya tidak tahu ya?
Mohon bantuannya…
Maaf jika pertanyaan saya payah… saya masih belajar untuk memahami Islam lebih dalam
untuk pemilik blog, Bpk/Ibu. Endratna… salam kenal
Maaf, numpang tanyanya di blog Anda…
ngomongin jin gak akan ada habisnya.. makhluk misterius (ghaib)
saya juga ada sebuah tulisan tentang bagaimana kerjaan setan ini…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/12/mengancam-allah/
Karena gue muslim,gue harus mengakui adanya mahluk ghaib.kaya’ jin itu.
Menurut gue hanya orang2 lemah pikiran saja yang dapat di ganggu dan di manfaatkan oleh jin.
Untuk ngatasi rasa takut gue tentang mahluk jin and sejenisnya,gue serahin aja sama Allah.
Yang jelas jin itu tidak boleh and tidak bisa mengganggu manusia secara fisik.
Prinsipnya kalau kita takut dia jadi berani,kalo kita berani dia malah takut.ini cara gue loh buat ngatasin rasa takut akan jin and sejenisnya dan tidak lupa selalu mohon perlindungan padaNYA.
This post help me a lot. My problem solved. Great effort and i appreciated that.