Persiapan Ramadhan
Nanti sore adalah Ramadhan ketiga saya di negeri jiran, Malaysia. Suasananya hampir mirip dengan Indonesia. Padahal kalo di arab sana, yang lebih ramai biasanya idul adha. Tapi di Malaysia dan Indonesia, yang lebih ramai adalah idul fitri dan Ramadhannya.
Bedanya apa Ramadhan di Indonesia dan Malaysia? Bedanya kalo di Malaysia ngga ada yang puasa duluan dan berhari raya duluan. Di sini, urusan agama Islam adalah wewenang raja. Termasuk mengikuti satu mahzab, Syafii, adalah hak raja yang tidak bisa diganggu gugat. Semua harus ikut, kalau ngga ikut berarti melanggar peraturan dan bisa dimasukkan penjara.
Hanya di Indonesia, yang puasanya bisa beda-beda, hari rayanya bisa beda-beda. Pernah satu ketika tiga hari berturut-turut ada yang merayakan 1 syawal di Indonesia. Aneh bin ajaib. Hanya ada di Indonesia, gitu kalo kata berita.
Biasanya, di sini dari hari pertama sudah ramai yang menyediakan makanan buka bersama di Masjid. Tentu salah satunya adalah pelajar-pelajar Indonesia yang sedang bersekolah di sini dan membawa keluarga. Karena tinggal di satu kompleks, sebanyak lebih dari dua puluh keluarga Indonesia ikut juga menyumbang makanan berbuka, setidaknya dua kali dalam satu bulan Ramadhan.
Uang untuk bikin makanannya diambil dari iuran. Setiap keluarga kena RM 10. Dulu itu cukup, entah setelah kenaikan harga BBM sekarang. Makanannya khas Indonesia. Biasanya yang berkuah seperti sop kambing atau soto ayam. Ada satu orang istri mahasiswa yang jago masak karena dulunya juga sering bantu mertuanya di catering. Dia jadi andalan dalam dua tahun terakhir ini untuk membuat makanan berat berbuka.
Seharusnya acara seperti ini lebih menyatukan masyarakat Indonesia yang ada di sini. Tapi ya, namanya juga hanya ada di Indonesia, kadang kegiatan bersama malah menimbulkan perpecahan dan dendam kesumat. Heran? Dulu sih heran, tapi sekarang sudah biasa saja. Mungkin seperti itulah (sebagian) orang Indonesia. Gatel rasanya kalo ngga bikin kesel orang lain, hehehehe. Padahal di bulan Ramadhan lho, dendam kesumat malah diumbar dan disebarluaskan.
Acara hari raya juga jadi sepi. Maklum, tempat saya ini bukan “Kampung Halaman”. Jadi orang sekompleks pun pada pulang kampung ke tempat lain. Mahasiswa Malaysia dan Indonesia yang ngga ada keluarga di sini pulang juga. Sepi. Hiburannya paling jalan-jalan bareng keluarga yang ngga pulang. Lumayan deh, apalagi kalo ada yang bikin lontong opor. Aduh sedapnya.
Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini acaranya semakin baik. Semakin membawa persatuan kepada umat Islam, ngga kalah terus sama orang lain. Mikirnya ngga menjatuhkan satu sama lain, tapi saling membangun dengan semangat persatuan.
Target saya? Ngga tau deh, mudah-mudahan jadi orang yang lebih baik. Ngga spesifik, takut ngga kesampaian. Semoga anda juga mendapat yang terbaik. Tidak lupa mohon maaf lahir dan bathin buat semua.



This post has 4 comments
August 31st, 2008
Target saya berharap pengen seperti yang di perintahkan dalam Q.S. albaqarah ayat 183. menjadi Taqwa…Mudah2an bisaaaaaaaa.
BTW Semoga semua aktifitas ramadhannya bernilai Ibadah….
Selamat menjalankan ibadah Saum Ramadhan 1429 H.
Mohon Maaf lahir bathin ya
September 6th, 2008
met menjalankan ibadah puasa………
September 18th, 2008
Mudah2an amal ibadah di bulan Ramadhan kali ini lebih baik dibanding tahun2 sebelumnya, dan semoga amal ibadah kita diterima Allah swt. Amien
September 25th, 2008
mohon maaf juga…
senyampang masih Ramadhan, selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…
sebagai pelengkap, saya membuat tulisan untuk menjawab mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah, terutama di luar Ramadhan…
tulisan saya tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
Add a comment