Liburan akhir tahun ini sangat sepi. Kebanyakan pelajar Indonesia, termasuk yang punya keluarga, pulang kampung. Lumayan, libur sekolah dari pertengahan November sampai bulan Januari tentu puas kalo pulang ke Indonesia. Sayangnya sedang ngga ada budget buat pulang karena sudah dipake pulang bulan Agustus dan Oktober kemarin (walah, dua kali pulang dalam setahun).
Jalan-jalan ke tempat yang jauh juga sudah jadi impian saja, gara-gara si Lappie ngambek. Habis deh tabungan buat biaya perbaikan. Alhamdulillah masih ada sisa sedikit jadi bisa buat jalan-jalan ke tempat yang berbayar.
Ke tempat yang berbayar? Iya, soalnya kebanyakan tempat wisata alam di sini gratis. Ngga perlu bayar tiket masuk bahkan ngga perlu bayar parkir. Kali ini saya mengajak keluarga dan teman-teman untuk pergi ke The Lost World of Tambun yang ada di kota Ipoh, dekat rumah. Dekat? Iya, yang paling dekat dari rumah ya ke Ipoh, yang jaraknya satu jam perjalanan pakai mobil pribadi. Ke pantai lebih jauh lagi.
Tempat wisata ini cuma punya sedikit wahana saja. Mirip kora-kora, ontang-anting, perahu muter, dan komedi puter. Saya nyoba ontang-anting, seperti ayunan yang diputar sambil naik turun. Selesai mainan ini kepala saya langsung pusing dengan perut mual-mual. Maklum, badan orang tua.
Selanjutnya ya cuma nyenengin anak saja. Sudah lama ngga main yang seru-seruan. Kebanyakan berenang sih, soalnya ada 5 wahana air di sini. Saya nyoba menyusuri sungai dan main tube slider. Tube slider ini seru juga, meluncur lewat tube yang bulak-belok seperti akan diterbangkan saja. Sayangnya waktu antre lebih lama daripada waktu meluncur. Jadi cuma nyobain satu slider saja, yang paling enteng hehehe. Sisanya kata orang harus punya keberanian lebih. Sempat terpikir, dengan berat badan seperti ini apa bisa ngga terbang ya di dalam tubenya?
Anak-anak sih senang karena bisa berenang sepuasnya. Bahkan karena ditengah hari hujan deras akhirnya pertama kalinya dalam hidup mereka bisa main hujan-hujanan. Biasanya kan, ibunya sudah akan marah kalo ngeliat anak kena air hujan sedikit saja. Ini di dalam hujan deras mereka bisa main sepuasnya. Jadi inget dulu sewaktu sekolah SD sering banget hujan-hujanan waktu pulang sekolah. Bahkan waktu SMP, dua hari lagi mau ebtanas saya malah main bola hujan-hujanan dengan kawan-kawan.
Pulang karena tempatnya sudah mau tutup. He he he, berapa kali ya saya pulang dari suatu tempat gara-gara tempatnya mau tutup? Pertama kali, dulu di Gramedia jalan merdeka. Itu tempat parkir tinggal motor saya doang. Padahal di Gramedia cuma mau baca komik gratis. Selanjutnya paling dari mall atau tempat belanja. Kalo dari tempat permainan, ya baru kali ini.
Puas juga, meskipun tahun ini cuma ke tempat wisata ini saja. Tahun depan harus banyak tempat yang dikunjungi lagi nih. Singapore? Genting? Kinabalu? Bangkok? Do’akan saja ya.