Entries RSS Comments RSS

Belilah Produk Indonesia

Seperti yang kita ketahui, seluruh dunia sedang dilanda krisis. Katanya sih sumber krisisnya ada di Amerika sana. Gara-gara kredit perumahan yang macet, terjadilah reaksi domino, menjatuhkan piranti-piranti ekonomi lainnya. Bahasa gampang saya mah, pokoknya semua jadi seret uang. Gara-gara seret uang, ya jadi seret belanja.

Amerika dan negara-negara maju sudah lama menjadi tumpuan negara lain untuk menjadi pasar empuk. Banyak produk buatan negara seperti Cina, Vietnam, Malaysia, India, dan juga Indonesia yang diekspor ke negara-negara tersebut. Tetapi dengan adanya krisis di negara besar ekonomi tersebut, membuat produk-produk yang sudah dihasilkan sulit untuk dipasarkan. Beberapa negara sudah bersiap memotong produksinya dan juga memberhentikan pekerja. Lalu, barang yang sudah diproduksi dikemanakan?

Nah, inilah yang jadi masalah. Kata pengusaha, daripada rugi keseluruhan mending dijual dengan harga murah saja. Kalo yang gede ngga mau beli ya jual ke yang kecil. Indonesia, adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Artinya ya, potensi pasar yang sangat besar. Memang sih, orang Indonesia ngga beli dengan harga setinggi orang di Amerika atau Eropa misalnya. Tapi mungkin dengan filosopi mengurangi kerugian, ya daripada ngga kejual mending dikasih harga murah yang penting barang habis.

Jalur resmi sebuah barang masuk ke Indonesia mungkin tidaklah mudah. Banyak persyaratan, dari mulai proteksi pemerintah Indonesia untuk produk dalam negeri sampai ke pajak yang harus dibayar. Tapi, yah namanya juga negara besar, ada aja bolongnya seperti penyelundupan dan suap-menyuap. Untuk pelakunya memang menguntungkan, tapi untuk negara Indonesia sangat merugikan.

Kalau banyak produk asing membanjiri Indonesia dengan harga murah, maka produk lokal akan sulit bersaing. Setelah sulit bersaing dan ngga bisa menjual produknya, industri lokal akan mati. Industri mati, karyawan di phk. Di phk, ngga punya uang. Jangankan untuk membeli produk luar negeri, untuk membeli sayur produksi dalam negeri saja belum tentu punya. Ini seperti efek domino juga. Sudah uangnya lari ke luar negeri, eh dalam negeri juga ngga ada uang lagi untuk diputar.

Pada jaman resesi ekonomi tahun 1930 an di Amerika, pemerintahnya sengaja memberikan pekerjaan padat tenaga kerja seperti pembuatan jalan atau infrastruktur lainnya. Diharapkan rakyatnya punya uang untuk belanja, industri bisa berkembang karena barangnya dibeli, nanti industri bisa rekrut rakyat untuk kerja lagi. Kalau misalnya kita membeli barang produksi luar negeri, bagaimana bisa industri lokal berkembang? Kalau begitu nanti bagaimana caranya rakyat mendapatkan kesempatan kerja?

Salah satu contoh yang bisa ditiru misalnya dulu ada sebuah kelompok pengajian (yang akhirnya dilarang), memiliki kegiatan ekonomi sendiri. Semua jamaah pengajian itu kalau mau beli sesuatu, ya dari jamaah pengajian itu juga. Dengan demikian, secara finansial uang jama’ah itu akan tetap berada di jama’ahnya. Belum lagi kalo ada orang di luar jama’ah yang membeli barang, artinya ada tambahan uang. Dengan cara seperti ini, mereka mampu menjamin kehidupan jama’ahnya.

Kalau Indonesia mampu menerapkan seperti itu, mungkin ekonomi Indonesia akan lebih baik. Sekarang sih, katanya sudah mulai. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata ibu edratna di edratna.wordpress.com, sekitar 4,9% tahun ini. Itu jauh lebih baik dari pertumbuhan di Malaysia yang diperkirakan sekitar 1,3% menurut agensi swasta.

Barang produksi Indonesia, menurut beberapa orang yang pesimis, berkualitas jelek dengan harga yang lebih mahal. Tapi lihat dulu dong. Insya Allah barang Indonesia juga bagus. FYI, orang Malaysia saja sering sengaja bepergian ke Bandung untuk memborong pakaian dan menjualnya kembali di Malaysia. Barang elektroniknya juga bisa dibandingkan dengan produksi Malaysia atau Cina. Orang Indonesia itu, apa sih yang ngga bisa dibikin. Asal ada yang mau beli, insya Allah bisa dibikin dengan baik.

Barang-barang bikinan Jepang juga dulunya diejek oleh orang Eropa dan Amerika. Tapi lihat saja sekarang banyak produk Jepang yang dijadikan patokan barang berkualitas baik. Barang buatan Indonesia pun, kalau diberi kesempatan insya Allah akan jadi lebih baik.

Mulai sekarang, mari kita perhatikan label dalam produk yang kita beli. Made in Indonesia, insya Allah kita beli. Belinya ngga usah diluar negeri, dalam negeri ajalah. Yang penting uangnya jalan di Indonesia. Insya Allah ekonomi Indonesia akan jadi lebih baik.

  • Share/Bookmark

Tags:

4 Responses to “Belilah Produk Indonesia”

  1. edratna says:

    Barang Indonesia sebetulnya bagus kok. Coba kalau ke pasar Central Malaysia, ternyata kaosnya bikinan Bandung. Demikian juga kaos (T shirt) yang dijual di Lucky Plaza, Singapore.

    Saat ada tugas ke Athena, ternyata saat beli oleh-oleh, kaosnya pesan dari Yogya…demikian pula di Belanda, souvenirnya buatan Belanda….cuma udah ditulis dalam merknya made in negara pemesan tsb.

  2. bocahbancar says:

    Bener banget Tuwh..

    Beli Produk Indonesia..

    Lha wong orang luar negeri ajah beli produk kita malahkok aneh kita ga ngehargain produk sendiri,,..

    Semangatz..

  3. @ bocahbancar nah, kenapa ya banyak yang tidak menghargai produk dalam negeri?
    @ edratna, saya masih beli mie sedaap, pepsodent, buatan Indonesia lho bu di sini

  4. alief ratna adhista says:

    boleh g’semuanya diartikan pake bhs.inggris,,,please..

Leave a Reply