Suatu hari, di sebuah asrama putri sekolah setingkat SMU di Yogyakarta Bapak asrama sedang memberi wejangan kepada penghuni asrama.
“Dengarkan sini anak-anakku. Sungguh seorang wanita cantik itu akan sulit mencari orang yang benar-benar cinta pada dirinya. Dia sulit untuk mengetahui apakah lelaki itu mencintai kepribadiannya atau mencintai kecantikannya. Biasanya wanita cantik itu akan mendapatkan lelaki yang kaya atau terkenal, tetapi tidak ngganteng dan belum tentu setia. Bisa dilihat banyak artis lelaki yang wajahnya pas-pasan memiliki pasangan yang wajahnya cantik dan setia. Sedangkan artis itu tak jarang suka bermain wanita bahkan beristri lebih dari dua.”
“Hal yang sama juga berlaku kepada lelaki kaya. Banyak teman dan wanita yang mendekat hanya karena menginginkan uangnya saja. Ngga peduli kepada wajah, kalau perlu tutup mata. Yang penting dapat harta yang jaman sekarang memang susah untuk dicarinya. Banyak cerita, wanita cantik yang menginginkan harta akan rela dinikahi oleh pria yang jauh lebih tua. Sekedar mendapatkan kucuran dana untuk memenuhi kebutuhannya. Masalah kebutuhan yang lain, bisa dicari di tempat lain katanya.”
Kasian juga ya, pria muda yang hidupnya pas-pasan. Namanya juga merintis hidup, ga mungkin dong langsung mapan. Pasti perlu perjuangan lebih di awal hidup lepas dari orangtua. Membeli rumah, membeli kendaraan, pasti menyedot sebagian besar penghasilannya. Biasanya setelah berumur 40-an baru akan mapan.
Ada juga wanita-wanita yang rela ikut berkorban memilih suami yang berjuang meniti hidupnya. Tetapi pada saat kemapanan sudah di depan mata, diambil alih oleh wanita-wanita muda yang pingin mencicipi kemudahan tanpa harus ikut berjuang. Pahitnya ngga ikut dirasa, tetapi manisnya rela dibagi dua, begitu katanya.
Herannya ada juga yang mau dengan lelaki tua, tidak kaya, dan juga tidak berwajah tampan meskipun harus berbagi dengan tiga istri lainnya. Setidaknya saya pernah lihat dua contohnya. Satu orang bekerja menjadi teknisi tidak tetap di lab saya yang satu lagi jadi tukang batu seadanya. Gimana baginya ya?
Yah, katanya kalo dapat uang sekali ya dibagi saja langsung ke empat istrinyanya, sama rata. Masalah cukup atau tidak cukup, ya itu tergantung setiap istri menggunakannya. Enak banget nih orang. Ngga enak banget buat istrinya. Tapi mereka mau, ya harus gimana lagi dong.
Tidak semua wanita cantik atau lelaki kaya tidak beruntung. Ada juga yang dapat pasangan yang mampu membahagiakannya. Tidak selalu tampan atau kaya. Yah biasa saja, yang penting sayang dan bertanggung jawab. Mau mengurusi sampai tuanya. Ada lho lelaki biasa saja, tetapi istrinya yang cantik tetap setia disampingnya sampai tua. Ada lho lelaki tampan yang juga setia. Jangan pernah berpikiran mencari lelaki karena wajahnya biasa terus dianggap akan setia.
Jadi gimana dong tips nya mencari jodoh? Yah banyak berusaha dan berdoa. Namanya juga manusia, ada lebih ada kurangnya. Kadang dapat yang banyak kelebihannya, kadang juga sebaliknya. Berdoa saja mudah-mudahan anda termasuk orang yang beruntung.
Tags: jodoh
harus pake kriteria jaman sekarang..karena cinta sejati sulit dicari…kadang2 malah gak ngerti apaan itu
cinta ditolak, dukun bertindak, gitu bang boy?
Kadang cinta tak bisa didefinisikan…tahu-tahu jatuh cinta begitu saja. Kadang juga diawali sebagai teman, sahabat, dan lama-lama merasa saling tak bisa dipisahkan.
cewek kece dan cowok tajir yah stereotip jaman sekarang?
Dulu aku dan temanku waktu masih kuliah pernah lihat cewek yang kece banget udah begitu tajir pula, mobilnya Mercedes.
Aku becanda sama temanku. Aku bilang “Tuh, ada cewek tajir naik Mercedes”. Temanku bilang: “Yuk… ‘embat yuk’…. tapi gimana membagi si cewek, kan ceweknya cuma satu?”
Aku bilang: “Ceweknya nggak usah dibagi…. lu boleh ambil ceweknya…. gue dapet mobilnya juga nggak apa2 kok…..!”
@denologis,
maksud lho…………..
klo kalian suka sama seorang cw..
tp cw itu g bener..
kalian benerin donk.. jd cowo nya dulu..
trus nasehatin..
itu baru cowo..
jangan mau nya cw yg udah baik dari sono nye.. susah donkz kalo gitu mah..
tp yaaaa. atur2 aja lah