Sebagian orang Indonesia sendiri bilang, harga diri bangsa Indonesia saat ini sedang terpuruk. Rakyatnya dilecehkan di banyak tempat di luar negeri. Suara bangsa Indonesia tidak diperhatikan oleh bangsa lain. Pemerintahnya pun dikatakan tidak mampu menghadapi tekanan-tekanan, baik dari negara besar maupun dari negara kecil. Benarkah demikian?
Sayangnya kalo anda mengharapkan jawabannya dari tulisan saya, ya maaf, ngga ada tuh. Saya pingin bahas tentang kenapa sih beberapa negara dikatakan memiliki harga diri yang tinggi. Menurut saya setidaknya ada dua sebab kenapa suatu negara dihormati oleh negara lain yaitu: ekonomi dan militer.
Ekonomi jelas sering menjadi patokan apakah suatu negara itu bermartabat atau tidak. Jangankan suatu negara, kita dalam kehidupan sehari-hari pun sering menilai ketinggian martabat dari status ekonomi. Orang kaya, akan lebih dihargai daripada orang miskin. Itu fakta.
Negara kita, Republik Indonesia, sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Pendapatan kotornya saja nomor 20 terbesar sedunia. Tapi sayangnya karena jumlah penduduknya yang sangat tinggi (mungkin nomor 4 atau 5 sedunia), pendapatan kotor per orangnya jadi melorot ke nomor 115 (bisa lihat di wikipedia). Hal yang sama juga berlaku kepada India dan Cina, yang beberapa warga negaranya menjadi orang terkaya sedunia, tetap saja masih di bawah 100 dunia. Kasus berbeda mungkin di Amerika dan Jepang yang meskipun penduduknya di atas 100 juta, pendapatan mereka tetap tinggi.
Kalau mau mengejar harga diri dari peningkatan ekonomi, kayaknya susah. Faktor utama penghalangnya ya itu tadi, jumlah penduduk yang sangat tinggi. Apalagi penduduk di Pulau Jawa yang merupakan pusat ekonomi negara Indonesia yang mungkin sudah 100 jutaan. Mau ngejar sekuat apapun, lama deh baru akan meningkat taraf pendapatan masyarakatnya.
Lalu cara apa lagi yang bisa ditempuh supaya harga diri bangsa meningkat? Militer tentu saja. Jaman dulu kala, ketika Indonesia masih muda kekuatan militer Indonesia sangat diperhitungkan. Meskipun saat itu ekonomi Indonesia tidak seberapa bagus, tetap saja suaranya didengar diberbagai belahan dunia. Kita mungkin tidak mendengar kekuatan militer ini secara langsung. Kita hanya mendengar bagaimana Bung Karno mampu mengatakan ya atau tidak kepada bangsa-bangsa lain. Padahal di belakang itu, ada kekuatan militer yang siap mendukung. Apalagi saat itu, bangsa Indonesia baru saja selesai berjuang senjata melawan penjajah dan juga pemberontakan-pemberontakan. Bahkan usaha untuk menjatuhkan bangsa Indonesia juga dilakukan melalui pembersihan militer, misalnya seperti kasus G 30 S PKI.
Saat ini, kekuatan militer Indonesia mungkin tidak begitu diperhitungkan. Berbagai macam embargo persenjataan, mungkin melemahkannya. Militer Malaysia, Singapura, dan Australia mungkin berani untuk beradu hanya karena mereka memiliki pakta pertahanan bersama negara persemakmuran dan persenjataan yang lebih canggih. Tapi dari soal keberanian, mungkin tentara Indonesia lebih tangguh.
Karena itu, perlu dipikirkan untuk meningkatkan taraf kemampuan persenjataan tentara Indonesia. Kalau di embargo, ya bikin saja sendiri seperti di Iran sana. Banyak koq orang pinter di Indonesia yang bisa peluru kendali. Misalnya saja, dosen saya dulu Dr. Dimitri Mahayana pernah cerita, kalo dia bisa bikin kendali peluru. Tapi takut saja bikinnya karena takut digunakan untuk membunuh diri sendiri hehehe. Peralatan militer lainnya juga bisa koq, apalagi industri pendukungnya sudah ada di Indonesia. Dari mulai industri pesawat, industri senjata, dan lainnya. Jadilah Indonesia negara yang ditakuti lagi hehehe.
Cuma, nanti disalahgunakan ga ya sama tentara Indonesia.
Tags: militer
waduh, kalau senjata diperkuat, repotnya nanti banyak peluru nyasar, pak, hehehe … kan sudah ndak ada perang? kalau mau perang dengan negara mana? mestinya itu hasil korupsi yang dikemplang itu dipaksa harus dikemabalikan ke kas negara utk kesejahteraan rakyat. kalau rakyat sejahtera, harga diri bangsa pasti naik.
‘Man behind the gun’ nya dulu yg perlu di sekolahin di *school of universe*.
Senjata apa pun, jika berada di tgn orang2 yg tdk mennghargai perbedaan, maka akan musnah lah peradaban.
@ sawali, kenyataannya susah sekali meningkatkan kesejahteraan rakyat apalagi dengan jumlah penduduk yang sangat besar. mungkin lebih mudah meningkatkan kemampuan militer daripada meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan kemampuan militer yang tinggi, negara lain juga tidak akan seenaknya terhadap negara Indonesia, termasuk juga terhadap rakyat Indonesia yang ada di sana (sini juga hehehe).
@ azyla, ya begitulah jadi pisau bermata dua. satu pihak kalau militer kuat, negara Indonesia jadi lebih disegani. Tapi di lain pihak, cerita tentang penyalahgunaan kekuatan ini terutama terhadap rakyat yang lemah juga dulu sangat populer.
Indonesia ciptakan senjata..? Ada bagusnya jg sih.., paling menghemat pengeluaran pembelian senjata. Tp kekhawatiran kita, kekuatan militer kita akan disalah gunakan. Ah.. jadi bingung..