Sori, tulisannya mungkin tidak mengikuti mainstream. Tapi baca dulu sampai habis, mungkin ada sesuatu yang menarik. Kalo ga menarik, ya tinggal di tinggalkan saja.
Kekejaman Israel terhadap Palestina berlanjut lagi. Baru-baru ini Israel menjalankan serangan bertubi-tubi dari udara yang menghancurlantakkan bumi Palestina. Ratusan nyawa orang Palestina terkorban, bahkan juga anak-anak. Entah berapa lagi yang akan menjadi korban setelah Israel bersiap-siap menjalankan serangan daratnya.
Sebelum ini juga dihebohkan dengan blokade terhadap wilayah Palestina. Hampir seluruh kebutuhan dasar manusia tidak bisa didapatkan karena tidak ada lagi supplai obat, makanan, pakaian, bahkan air untuk rakyat Palestina. Dunia, terutama yang berpenduduk Muslim, gempar dan melancarkan demo-demo.
Sangat menarik melihat dasar dan tujuan dari demo tersebut. Pembunuhan terencana, kelaparan, menjadi dasar orang untuk berbuat sesuatu. Mereka berkumpul, meneriakkan kata-kata, membuat tulisan, berdo’a bersama, bahkan mengumpulkan uang untuk diberikan kepada saudara mereka yang sedang ditimpa kelaparan dan mati karena perang.
Saya jadi teringat, ketika kuliah dulu dan sedang diinisiasi untuk masuk ke sebuah organisasi Islam. Inisiator saya itu berkata, “Wan kalau perang fisik dengan jiwa itu jelas kelihatan. Pengorbanannya juga mudah, tinggal angkat senjata, jelas musuhnya, bunuh atau terbunuh menjadi pahlawan atau syahid. Tapi perang dengan harta itu jauh lebih susah. Musuhnya ga jelas siapa, kadang dibilang musuhnya kita sendiri karena kita merasa takut kehilangan harta, takut ngga bisa hidup layak dengan keluarga, dan takut-takut lainnya kecuali takut mati.”
Ternyata standar kita memang biasa ganda. Untuk yang jelas siapa musuhnya, dan berkaitan dengan hidup mati, apalagi ini sesuatu yang bisa dibilang musuh agama, gampang sekali bergerak, ngumpulkan uang, berdo’a, bahkan siap menyerahkan jiwa dan raga. Tapi untuk yang ngga kelihatan, ya dicuekin saja meskipun ada di sekitar kita sendiri.
Orang Palestina enak, mereka diblokade maka orang Islam seluruh dunia bergerak mengumpulkan uang, obat, dan makanan untuk dikirimkan kepada mereka. Orang Indonesia itu ga enak, banyak yang kelaparan ngga banyak yang peduli. Bahkan mungkin kalo dijumlah jamleh, yang kelaparan di Indonesia itu berkali lipat orang kelaparan di Palestina. Kenapa? Apa karena jelas, siapa yang bikin kelaparan di Palestina, sedangkan di Indonesia itu ga jelas siapa yang bikin kelaparan? I don’t know.
Orang Palestina enak, mereka belajar keluar negara orang bersimpati, bahkan teman saya bilang “The most educated nation in the world”. Mereka susah payah bekerja, bertempur dengan hanya memakai batu, orang memanggil mereka pahlawan. Yang matinya pun dipanggil syahid. Diserang dibilang dibantai seperti binatang. Orang Indonesia itu ga enak. Mereka cari kerja dianggap hina. Ngga cuma oleh orang seagama atau serumpun, oleh orang Indonesia sendiri pun diperlakukan seperti binatang atau budak. Masih mending kalo mati, selesai sudah penderitaan. Ini masih hidup dan kelaparan. Dipukuli dan dipalak pun, ngga ada yang manggil pahlawan. Apalagi yang mati gara-gara cari makan untuk anak bini, ngga akan dibilang syahid, disambut seperti pahlawan ketika jasadnya pulang. Boro-boro ada orang sedunia yang mendo’akan, tau pun mungkin juga tidak. Kalo yang ngebom Bali, itu sih banyak yang bilang syahid meskipun kata teman saya frekuensinya pengebom itu tidak selaras dengan frekuensinya Ka’bah.
Dunia memang aneh dan terlalu memusingkan kalo terlalu banyak difikirkan. Perang di bumi Palestina akan terus berlangsung entah sampai kapan. Begitu juga kelaparan di Indonesia. Ngga habis-habis kalau terus dijadikan alasan untuk bergerak. Peduli itu ya secukupnya saja, yang lebih utama memang memikirkan diri sendiri dan keluarga. Setelah itu, ya pikirkan lingkungan kita.
Maaf tulisannya tidak “menyenangkan” hati beberapa pihak. Bukannya ngga punya hati untuk orang yang dianiaya. Saya merasa sedih melihat orang dianiaya, ngga cuma orang Palestina, tapi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Ngga cuma yang Islam tapi juga agama lain. Ada lho teman saya yang ngga boleh bikin jendela gara-gara dia tidak beragama Islam tapi rumahnya berdekatan dengan Masjid. Buat saya memang secara alaminya ya begitu itulah dunia. Yang kuat akan berbuat sesuai dengan kekuatannya. Ngga cuma Israel, ya kita juga gitu. Standar ganda ya dimana-mana. Berbuatlah semau-mau anda, itu pilihan hidup anda sendiri. Asal jangan ganggu saya, hehehe. Satu guru beda guru, satu ilmu beda ilmu, jangan ganggu.
Seandainya aku punya kuasa, akan aku jadikan dunia ini surga. Tidak ada perang dan kelaparan, tidak ada sakit dan kehinaan. Tapi Tuhan saja membuat dunia penuh dengan warna, jadi aku terima saja dunia apa adanya. Terima kasih Tuhan, atas hari ini.
Itulah gobloknya orang bangsa indonesia!
Kemiskinan bangsa sendiri gak di bantu! giliran bangsa lain semua siap2 sumbang walaupun uang recehan!
jadi gak usah di omongin lagi nih bangsa emang TOLOL!
inspiring post, dude!
imelnya salah… gravatarnya jadi ndak masup…
:p
Yang bilang bangsa ini goblok, omonganmu sampah! Negara ini tidak perlu sampah seperti kamu! Paling baik adalah keluar dari negara ini, jangan jadi parasit! Tidak perlu ngaku2 lahir di sini dan gak perlu lagi cari2 berita tentang negara ini!
Kemudian kepada kamu penulis artikel, apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu bangsa ini? Apa juga yang sudah kamu lakukan untuk membantu siapapun yang teraniaya? Tulisan ini menohok mereka di luar sana yang teraniaya, dan menafikan mereka yang setiap hari bersimbah keringat membantu sesama bangsa yang kekurangan. Buka matamu lebar2 dan temukan bahwa banyak sekali orang2 yang instead of menulis artikel picik seperti ini, bersedia tanpa dibayar dan ikhlas membantu siapapun tanpa harus bersikap sinis!
@ comment # 1, bangsa INDONESIA itu pintar.
, melihat dari satu tulisan bukan berarti anda bisa melihat keseluruhan perjalanan hidup saya.
@ chiw, wah tumben seleblog masuk blog tak popular.
@ taufik, God Bless U, bro. Untung anda bukan guru yang sedang menguji saya, atau orang tua saya. Jadi saya ngga punya hutang kewajiban menjawab pertanyaan anda.
[...] diri untuk mengklik beberapa bookmark yang ada di sidebar blognya beliau dan saat saya sampai ke sini saya menemukan sebuah paragraf penutup yang menarik, jadi tak ada salahnya kalau saya bagikan di [...]
Ah, sungguh tulisan yang mencerahkan Mas
salam kenal ya
assalamu`alaikum
semoga saya tidak salah…
(jika salah mohon diingatkan)
tidak perlu menyalahkan apa dan siapa atas semua yg terjadi…
jika kita menempatkan diri sebagai orang islam di negara islam yg berpenduduk islam tetapi berad di pemerintahan yg bukan islam maka kita hanya bisa berbuat membantu dari bawah dan tidak terlihat (atau lebih tepatnya tidak di anggap)
itulah mengapa kita terlihat tidak berdaya untuk membantu saudara-saudara seiman dan sebangsa sendiri..padahal jika anda tahu tidak semuanya demikian kok…
lalu untuk masalah palestina…
sebuah fakta sejarah menunjukkan bahwa saat Indonesia pertama berdaulat yg mengakui kedaulatan indonesia adalah mesir bahkan Hasan al-Banna adalah saksi sebagai tim advokasi kedaulatan Indonesia…
lalu apa hubungannya dg palestina?
ketika dulu palestina dijajah, pasukan Hasan al-Banna ikhwanul muslimin mengirimkan bantuan tentara jihad…ketakutan tentara yahudi-yahudi itu semaikin nyata terlihat dg kekalahannya dlm menaklukan palestina
lalu para yahudi-yahudi di eropa menekan pemerintahan eropa untuk menekan pemerintahan mesir agar para ikhwanul muslimin di tarik kembali ke mesir…
akhirnya sebagian tentara di tarik mundur…dg tidak di anggap sbg pahlawan tetapi malah di anggap sebagai penjahat dan di penjara. puncaknya adl di bunuhnya iamm syahid Hasan al-Banna…
sebagian ikhwanul muslimin yg berada di palestina mendirikan pemerintahan darurat (maaf saya lupa namanya) yg kemudian berhasil memenangkan pemilu atas nama fatah
namun gravitasi dunia dan wanita telah membuat seorang pemimpin fatah yaser arrafat tertarik untuk menikahi kahwat non muslim kelahiran palestina…
kekuasaan fatah semakin di kuasai oleh yahudi walaupun bertameng orang-orang islam
akhirnya sebagian dari orang-orang fatah memutuskan untuk memisahkan diri dan mendirikan partai sendiri yg samapai sekarang bernama hamas…
jika kita mau melihat sejarah sebenarnya kita (bangsa indonesia) masih memiliki benang merah dg hamas…itulah dasar mengapa teman-teman mau bersusah payah berteriak-teriak untuk membantu palestina
namun gravitasi dunia dan wanita telah membuat seorang pemimpin fatah yaser arrafat tertarik untuk menikahi kahwat non muslim kelahiran palestina…
kekuasaan fatah semakin di kuasai oleh yahudi walaupun bertameng orang-orang islam
akhirnya sebagian dari orang-orang fatah memutuskan untuk memisahkan diri dan mendirikan partai sendiri yg samapai sekarang bernama hamas…
jika kita mau melihat sejarah sebenarnya kita (bangsa indonesia) masih memiliki benang merah dg hamas…itulah dasar mengapa teman-teman mau bersusah payah berteriak-teriak untuk membantu palestina
jika yg terlihat adalah mengapa kita mau membantu negara padahal kita miskin?
1.sebenarnya teman-teman pun jauh sebelum-sebelumnya dan sampai sekarang insyaallah terus berusaha membantu saudara-saudara di indonesia. tapi mungkin untuk mencapai sebuah keadilan dan kesejahteraan butuh waktu dan proses… saran saya bersabarlah ^_^
2.bukankah Ali bin Abi Tolib menantu Rasulullah dan seorang pria berkualitas surga memberikan roti yang dimilikinya kepada seorang pengemis sedang Fatimah istrinya sedang menunggu adanya makanan?bahkan Fatimah pun mengikhlaskannya walaupun mereka belum makan seharian?
3.janganlah menganggap perhitungan ALLAH itu 1-1=0 tapi 1-1=~.sangat tidak rasional memnag namun itulah yg terjadi ketika kita mau berpikir dan tidak sombong untuk mengakui nikmat dari-Nya
insyaallah jika mau saya bersedia berdiskusi tentang hal ini…
wassalamu`alaikum
Ehmmm panjang amat yang ngasih komen yah? soal Hasan Al-Banna, saya akui dia tokoh kharismatik hebat dgn Ikhwanul musliminnya yang luar biasa.
Soal perang Arab-Israel 1948,jangan karena ingin menganggulkan Hasan Al-Banna malah memutar balikkan fakta.
3 Kali Mesir perang lawan Israel (1948,1967, 1972). Artinya, kalau pasukan Arab (termasuk sukarelawan yg disponsori Hassan) menang tahun 1948, negara Zionis Israel takkan berdiri. Terlepas tentara yahudi takut atau tidak (satu Israel dikeroyok negara Arab) ataupun yahudi dibantu barat atau tidak juga gabungan tentara Arab kompak atau tidak, gabungan negara arab kalah telak dalam pertempuran. cuma tahun 1972 mesir hampir menang sebelum berbalik kalah akhirnya.
Tidak perlu yahudi menghasut utk menarik sukarelawan IM dan membunuh Hassan. Kepopuleran IM beserta pemimpinnya Hassan Al-Banna dan kharismanya sendiri sudah cukup utk membuat tokoh mesir lain iri utk menyingkirkannya.
Yasser Arafat menikah dgn Suha karena nafsu??? yang benar aja. Terlepas dari sikap Suha sbg ibu negara yg kurang simpatik, Yasser Arafat menikah dgn non-muslim (dalam hal ini nasrani) utk menyatukan rakyat palestina supaya bukan hanya berjuang demi agama tp jg demi nasionalisme dan tanah air (belum lg utk menarik simpati orang nasrani di Eropa/USA). Toh, kalau Arafat mau masih banyak cewek muslim cakep yg malah lebih muda dan cantik dr pd Suha. Siapa sih saat itu org palestina nggak mau sama Arafat? walaupun udah umuran. Yang namanya politik nggak ada jurus lurus, pasti pake jalan berkelok-kelok sampai kawinpun dipakai utk politik.
Kita ribut masalah Israel-Palestina, sampai saudara di Sidoarjo dengan lumpur lapindonya dilupakan. Bukannya saya tidak simpati sama Palestina maupun geram dgn aksi zionis, tp orang Indonesia memang keterlaluan. Saya sampai berpikir yg di Sidoarjo itu bukan muslim dan bukan saudara. Anda benar pak Iwan, memang enak jadi orang Palestina.
Kalau baca tulisannya, kayaknya si mbak orang HTI nih.
^_^ maaf jika saya sok tahu…mungkin sy memang bukan orang yg paham sejarah…mungkin dlm sejarah palestina pun disebutkan wilayahnya di caplok satu-persatu untuk tempat tinggal orang-orang yahudi yg membenci holocaust tapi menggemari pembantaian.tujuan utama yahudi dimulai sejak datangnya tentara-tentara templar ke kuil solomon di daerah palestina…mereka menemukan hal yg menarik yg membuat mereka bisa kaya raya seperti sekarang ini…setelah itu mereka menduga ada harta tersembunyi lain di bawah al-aqsa kiblat pertama umat muslim
samapai sekarang yg mereka inginkan adalah wilayah gaza n wilayah sekitar al-aqsa karena alasan harta itu…jd ketika kemenangan itu digeneralisasi secara wilayah memang kita kalah za…tapi kita (alhamdulillah) masih bertahan mempertahankan al-aqsa n gaza sampai saat ini.berulang kali yahudi2 itu menyerang secara membabi buta n melakukan penghancuran serta pembodohan atas masjidil aqsa tapi atas izin n kekuasaan ALLAH al-aqsa masih selamat sampai sekarang….
untuk yaser arafat…bukankah Rasulullah tidak pernah menikah dg perempuan nasrani/yahudi(ahli kitab yg masih murni pada saat itu, yg masih memegang inijl asali sbg pendoman)
sebagai siasy(siasat) untuk menyatukan negara2 yg dikuasainya padahal kita tahu tidak semua negara islam yg tunduk adalah orang2 muslim?jika yaserr arafat adalah benar pemimpin muslim yg tidak membawa pemerintahan non muslim maka tidak seharusnya Yaser arafat melakukan hal tersebut…
kita memiliki toleransi dg teman2 nonmuslim tp tetap ada batasan disana yg membedakan kita yg bener2 dasar n mendasar aqidah…
n itulah taktik dr Yahudi ut menjadikan pemerintahan (non)muslim yaser arafat sbg tameng ut menguasai gaza n al quds
lalu banyk za kasus sejarah yg ditutup2i…sebagai contoh tahukah anda islam telah berkuasa n berdampingan dg agama hindu sejak jaman Umar bin Khatab?terlalu banyak sejarah yg diubah oleh cendekiawan2 sekuler demi hancurnya islam…n banyak yg lainnya….sy yakin anda2 ini adalah orang2 cerdas yg akan terus mengungkap fakta jd tolong jgn selalu terpaku pd suatu ilmu…bukankah Allah memerintahkan kepada kita untuk menelusuri setiap ilmu pengetahuan yg akan mendekatkan kita pada-Nya
terlepas dari HTI kah saya, saya hanya ingin bertanya mengapa kita masih mengkotak-kotakkan diri kita?kita satu tubuh (sbg jundi) dlm islam dg Rasulullah sbg kepala (qiyadah) qt?tolonglah kita punya manhaj masing2 entah dr temen2 HTI, NU, Tarbiyah, Salafy,dll tp tujuan kita sama kok fastabiqul khoirot iya kan?jd tolonglah jgn mengkotak2kan islam lg itu hanya akan membuat perpecahan dikalangan umat islam sendiri…
n utuk sidoarjo…mungkin sedikit bocoran sj bukannya kami sombong…tp sy n temen2 dr SMA sering kok mengankat masalah lumpur lapoindo…turun ke jalan untuk mencari kebenaran n kepastian nasib mereka…n kembali karena kita hanya anak2 kecil yg dianggap sok idealis kita tdk penah dianggap ada, kontribusi kita tidak lebih hanya sebulir pada yg dibandingkan dg nasi satu piring…tak ada gunanya…tapi kita yakin kok suatu saat nanti qt akan bisa mensejahterkan negara ini karena kita yakin harapan itu masih ada…
maaf bukannya sok tahu hanya untuk saling menasehati sebagai saudara saja…bukankah ketika kita ditimpakan musibah terdapat 3 kremungkinan
1.ketika oranng itu berbuat dosa n maksiat itu adalah teguran untuknya
2.orang yg bertakwa:sebagai penguji keimanannya
4.orang yg berdosa n beramal 50% 50% adalah sebagi penghapus dosa2…
jadi mengapa kita mengeluh manghadapi masalah2 n cobaan2 kita anggaplah itu sebagai penegur sekaigus pembersih dosa2 kita…tanpa ada keluahan karena tak pantas kita mengeluh dg berbagai kenikmatan duniawi ini…
Yang punya artikel,jangan cuma bilang nikmatnya jadi orang palestin.mampu gak bangsa dan ente khususnya bermental seperti orang palestin..?di sela gempuran bom dan ancaman kematian mereka masih mampu tersenyum and tetap semangat untuk merdeka.
Ente lihat sendiri mental bangsa kite,yang ketagihan mengemis dan malas bekerja. Ya…gak semua sii…!
@renyLyn. Dari dulu saya paling tidak suka mengkotak-kotakkan. Mau mengkotak-kotakkan agama Islam dalam organisasi keq, bikin kotak manusia berdasarkan ini islam, kristen, buddha, yahudi, atau atheis keq, atau bikin kotak manusia versi ras jawa, china, melayu, arab, atau bule.
Anda sendiri sepertinya juga masih suka bikin kotak ya?
Saya sendiri capek dibikinin kotak sama orang lain baik ras (saya turunan china, melayu, batak, sunda) organisasi atau agama.
Kalau Islam diobrak-abrik cendekiawan sekuler semacam Ibnu Khaldun, Ibnu Sina atau Al Farabi, maka tidak akan ada catatan dalam sejarah Islam yang dipenuhi rahmat ilmu pengetahuan pada masa keemasannya.
Yang menghancurkan Islam bagi saya justru para pemimpin dipemerintahannya yang korup, mau menang sendiri, keras kepala dan berhati batu.
NB. Kalau anda bisa nulis panjang lebar, sebaiknya akan lebih menarik kalau anda bikin tulisan panjang di blog anda sendiri. Tentunya dengan dilampirkan berbagai macam dalil data ilmiah yang ada. Selain lebih mudah dibaca juga lebih mudah diskusinya.
Tolong kasih tahu link blog anda yah, nanti saya kunjungi dan baca tulisan anda.