Entries RSS Comments RSS

Archive for March, 2009

Ketika Jumlah Orang Masih Sedikit (Catatan Perjalanan Wisata)

Friday, March 27th, 2009

Di Malaysia, jumlah orang masih sedikit. Se Malaysia itu jumlahnya cuma sekitar 27 juta orang yang mungkin sama dengan tumplek blek nya Jakarta di hari sibuk. Karena itu tempat wisata di sini ngga pernah terlalu penuh (setidaknya tempat yang sudah pernah saya kunjungi). Bukan cuma orang lokal yang berkeliaran seperti penjual atau tukang parkir, pengunjungnya juga tidak terlalu penuh.

Kunjungan pertama ke peninggalan kapal korek di daerah Kampar, Perak. Pengunjungnya cuma rombongan kami. Tidak ada penjaga, tidak ada penjaja. Meskipun demikian tempatnya bisa dibilang bersih. Mungkin juga karena tidak pernah ada pengunjung jadi tetap bersih hehehe.

Selanjutnya ke air terjun (Lata) Kinjang. Yang datang boleh dihitung dengan jari. Paling banter di luar rombongan kami hanya ada 10 mobil lagi. Penjaga hanya minta uang parkir sedangkan masuk ke tempat wisatanya gratis. Ngga ada orang yang sibuk nawar-nawarkan barang. Pengunjung bebas seperti berkunjung ke kampung sendiri.

Tempat yang lain juga seperti itu. Hampir ga ada biaya sama sekali, ngga ada yang gangguin dengan menawarkan bermacam-macam barang. Semua penjual adalah berlisensi yang ngga pernah ngintilin pengunjung sambil memaksa untuk membeli. Beda dengan cerita di perencanakeuangan.com tentang wisata ke Borobudur yang asyik diganggu oleh tawaran barang, tawaran cuci mobil, yang bahkan ketika kita bilang tidak pun mereka tetap mengikuti kita atau mencucikan mobil kita yang sedang diparkir.

Pengunjung tempat wisata di Malaysia memang lebih nyaman, tidak merasa terganggu, dan juga merasa lebih aman. Apalagi dengan banyaknya polisi yang berjaga di sekitar tempat-tempat berkumpulnya orang. Apakah di Indonesia bisa seperti itu? Berat deh kayaknya dengan jumlah orang sebanyak ini. Apalagi dengan semangat memiliki yang sangat tinggi, setiap orang merasa memliki tempat dan memiliki hak untuk berusaha mendapatkan uang. Tidak dengan mencuri, tidak dengan korupsi, tapi dengan pasang badan di depan calon pembeli sampai barangnya terjual. Bahkan mengerjakan apa yang tidak dibutuhkan orang lain agar dapat uang. Pembeli dan pelanggan tidak lagi menjadi raja. Perjalanan wisata menjadi menyebalkan gara-gara gangguan yang tak perlu. Lalu akhirnya ya wisatawan asing jadi malas datang lagi.

Kembali lagi ke wisata di Malaysia, terutamanya di Pulau Penang. Ada hal menarik yang mungkin bisa dijadikan pelajaran. Pada satu masa dulu, Pulau Penang adalah tempat yang menarik wisatawan terutama wisata pantainya. Kalau melihat foto-foto yang diupload oleh wisatawan mancanegara tahun 2004 an, terlihat pasir yang berwarna putih dan air yang biru. Indah sekali. Tapi kemarin saya pergi ke Pantai Feringghi, tidaklah lebih menarik dibandingkan pantai di dekat tempat saya tinggal. Pantai Teluk Batik  terlihat lebih cantik dengan penataan yang lebih baik.

Menurut penjaga kamar tukar baju berenang, dalam beberapa tahun terakhir memang jumlah wisatawan asing yang datang ke Pantai Feringghi jauh berkurang. Lagi, menurut supir taksi yang mengantar saya pulang dari pantai, Gurney Drive dan beberapa pantai lainnya di dekat kota Georgetown sudah tidak layak lagi untuk disentuh airnya karena sudah butek, kental, dan kadang berwarna hitam. Suatu hal yang tidak bisa dihindari karena Pulau Penang juga ingin maju di bidang lain. Akhirnya jumlah penduduk makin banyak, perumahan juga, industri berkembang, akhirnya yang jadi korban adalah alam. Habis mau bagaimana lagi, limbah dari rumah tangga dan industri ya larinya ke laut juga.

Saya membayangkan apa yang akan terjadi pada wisata alam di Indonesia. Apakah akan bernasib sama seperti Pulau Penang? Kalau memang ingin maju dari pariwisata ya mungkin harus melupakan maju dari Industri. Keseimbangan alam juga harus dijaga supaya tarikan keindahan alam tetap bisa terjual ke wisatawan. Atau apakah kita bisa seperti negara Eropa yang mampu menjaga kelestarian alamnya disamping memajukan industri lainnya?

Pertanyaan yang belum bisa saya temukan jawabannya. Mungkin hanya waktu yang bisa, satu saat nanti.

  • Share/Bookmark

Pulau Penang

Monday, March 23rd, 2009

Penasaran mengunjungi berbagai tempat wisata di Malaysia. Pemerintah Malaysia gencar sekali melancarkan kampanye wisata di luar maupun dalam negeri. Kali ini kami sekeluarga mengunjungi Pulau Penang, pulau yang katanya banyak peninggalan sejarah dan di set seperti Singapura.

Langsung ke tujuan wisata aja ya. Begitu datang ke Penang langsung menuju ke Bukit Bendera. Bukit bendera ini sudah buka dari jam 7 pagi. Bagus datang pagi sih karena mungkin masih sepi. Kami datang agak siang, tempat parkir penuh. Perlu putar-putar sekitar setengah jam untuk mencari tempat parkir saja. Belum lagi ketika mengantri tiket kereta bukit, ternyata dapat jatah untuk dua jam lagi. Harga tiket murah, RM 4 untuk dewasa dan RM 2 untuk anak-anak. Itu untuk perjalanan pulang pergi.

Kereta bukit di Penang adalah kereta bukit pertama buatan kerajaan Inggris di seluruh jajahannya. Dibangun tahun 1882, merupakan kereta yang ditarik kabel. Jalan kereta sangat curam. Mungkin kemiringannya sekitar 60 derajat. Perjalanan dari bawah sampai ke puncak bukit memakan waktu sekitar setengah jam dengan dua kali naik kereta. Tinggi puncak bukit itu sekitar 420 m di atas permukaan laut.

Di puncak bukit ada tempat penerowongan. Mungkin jaman dulu bukit ini dijadikan tempat pengintaian ke laut. Selain itu ada kuil Hindu dan juga Masjid yang tidak seberapa besar. Di depan kuil Hindu ada sebuah meriam tua. Tempat lain di bukit ini belum sempat saya kunjungi karena saat itu cuaca sudah hampir hujan.

Selepas itu kami pergi ke Georgetown untuk mencari penginapan. Dalam perjalanan mencari penginapan kami sempat melewati tempat wisata Fort Cornwallis dan Masjid Kapitan Keling. Tempat yang lain kurang menarik karena secara bangunan biasa saja. Bangunan tua seperti itu juga banyak di Ipoh, dekat tempat tinggal saya.

Kami menginap di Berjaya Hotel Georgetown. Ini hotel bintang empat, tapi kami dapatkan harga yang cukup murah dari agen perjalanan. Untuk anda yang senang bepergian, cobalah pesan hotel dari agen perjalanan karena anda bisa dapatkan harga yang jauh lebih murah dari hotel-hotel tempat anda menginap. Saya dapatkan diskon hampir 70% untuk kamar hotel saya.

Pagi hari kedua, kami pergi ke Gurney Drive, tempat pelancongan jalan kaki di tepi pantai. Sayang pantainya sudah tidak menarik lagi. Airnya kotor dan pasirnya sudah banyak berwarna hitam. Selepas Gurney Drive kami pergi ke Pantai Batu Feringghi. Ternyata pantai ini mirip dengan Pantai Teluk Batik baik dari pasirnya maupun kualitas airnya. Jauh lebih baik pantai di Pulau Pangkor. Akhirnya cuma 1,5 jam saja kami di sini. Kami langsung kembali ke hotel untuk check out.

Sewaktu di Gurney Drive, mobil kami mengalami kerusakan. Akinya yang sudah berumur lebih dari dua tahun tampaknya harus diganti. Untung ada pengurus travel di depan hotel yang baik hati meneleponkan bengkel langganannya untuk mengganti aki mobil saya. Padahal hari itu hari Minggu, yang kebanyakan bengkel di sini sedang tutup. Kalau anda punya masalah dengan mobil anda di Penang, saya sarankan telepon saja orang ini di 0164451490 untuk mendapatkan bantuan. Very helpful.

Akhirnya kami bisa pulang dengan naik mobil lagi. Kalau dihitung tanpa kerusakan aki, mungkin biaya satu keluarga berkunjung ke Penang sekitar RM 300. Biaya itu untuk bensin, tol, penginapan, makan, dan tiket kunjungan situs wisata. Tapi kalau di nilai 0 – 10, istri saya membandingkan Penang dan Yogya, maka Yogya dapat 8 atau 9, Penang dapat 2. Lalu kenapa Malaysia jadi tujuan wisata yang lebih baik dari Indonesia? Ngga tau tuh.

  • Share/Bookmark

Beasiswa “ITB Untuk Semua” (Kuliah gratis di ITB, termasuk biaya hidup)

Tuesday, March 17th, 2009

Update: Daftar calon penerima beasiswa sudah diumumkan di situs resmi itb untuk semua.

Ini saya dapatkan dari mailing list alumni ITB Jakarta

Apa Itu Program “ITB Untuk Semua”?

Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua”. Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung.

Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.

========
Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
  • Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilankedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
  • Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
  • Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
  • Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB

Bidang Studi yang Dapat Dipilih

Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Sekolah Farmasi (SF), dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

========
Cara Mendaftar

Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:

  • Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (darisemester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak  sekolah
  • Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secaraekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya dibawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akanmelakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisikeluarga calon mahasiswa)
  • Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
  • Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program ”ITB Untuk Semua”
  • Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakanpekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisimasing-masing anggota keluarga, dsb]

Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:

Panitia Penerimaan Beasiswa ”ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung

Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)

========
Ujian Penerimaan

Panitia seleksi tahap awal program ”ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:

  • Kemampuan akademik
  • Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikutiprogram ”ITB Untuk Semua”)
  • Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
  • Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah

Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.

Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.

Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa ”ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.

========
Formulir Pendaftaran
Isilah formulir pendaftaran ini dengan huruf kapital (huruf besar) seluruhnya.
• Nama Lengkap: …………………………

….. ………….
• Jenis Kelamin: L / P
• Sekolah: …………………………….. ………….
• Alamat: …………………………….. ………….
• Nomor Telepon (jika ada) *) : ……………………………..
………….
• Nama Orang Tua: …………………………….. ………….
• Pekerjaan Orang Tua: …………………………….. ………….
• Alamat Orang Tua: …………………………….. ………….
• Nilai rapor:
Matematika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Fisika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Biologi Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Kimia Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
• Kegiatan Ekstrakurikuler: …………………………….. ………….
• Kegiatan Lain (di luar sekolah, jika ada) :
…………………………….. ………….
• Penghasilan Orangtua (per bulan, boleh perkiraan):
…………………………….. ………….
• Alamat Sekolah: …………………………….. ………….
• Nomor Telepon Sekolah: …………………………….. ………….
• Bidang Studi (di ITB) Yang Diminati **):
…………………………….. ………….

Tanda tangan pendaftar

Tanda tangan orangtua pendaftar

Tandatangan kepala sekolah

*) Atau nomor telepon orang terdekat yang dapat dihubungi
**) Lihat di bagian Persyaratan

  • Share/Bookmark

Pindahan Hosting dan Ganti Theme

Monday, March 16th, 2009

Sejak awal berdirinya blog ini, domain name dan hosting dibeli dari satu tempat yang sama. Awalnya space cuma sedikit, ngga sampai 15 MB meskipun bandwidth lumayan  besar, 1 GB. Lama kelamaan koq ya habis juga tuh space hosting dan bandwidth. Dalam beberapa bulan terakhir sudah sering dapat surat cinta dari tempat hosting akibat bandwidth hampir habis dan status spacenya sudah merah. Akhirnya harus memikirkan alternatif hosting lain deh. Soalnya kalo upgrade layanan, kayaknya terlalu mahal jika dibandingkan dengan tempat yang lain.

Dulu sempat mencoba hostingan gratis, bahkan saya pasang juga bannernya di sini untuk mendapatkan downline hostingan gratis itu. Sayangnya, hostingan gratis tidak seberapa menyenangkan untuk dikendalikan. Terlalu sering down dengan alasan alamat blog yang dicari tidak ada, padahal sih si hosting gratisnya pingin nampilin iklan. Mendingan cari yang lain deh.

Hostingan dari google cukup menggiurkan. Bayangkan bisa dapat unlimited subdomain asal mau ngotak-ngatik free dns forwarder macam everydns. Lagi pula tulisan kita tidak ikut hilang kalau satu saat kita tidak meneruskan domain kita. Arsip tetap tersedia di blogspot punyanya google. Secara theme juga bisa dirubah-rubah sesuai keinginan. Tapi tetep, enakan di wordpress.

Akhirnya cari alternatif wordpress yang lain. Karena punya beberapa domain yang berserakan tempat hostingnya, kepikiran juga beli satu hosting yang bisa dipakai beberapa domain sekaligus atau yang juga dikenal dengan nama addon domain.

Sekarang sudah coba nih, pakai addon domain di salah satu domain yang dalam kendali saya. Lumayan cepat dan bandwidthnya juga lumayan gede. Kalau dihitung-hitung, daripada hosting masing-masing sendiri masih lebih murah di addon macam gini. Ya sudahlah, sementara ini sudah fix akan di addon.

Untuk tampilan, agak berbeda sedikit karena mau coba theme yang baru. Katanya lebih enak dikendalikan theme ini. Lumayan juga, asal koneksinya cepat menu administrasi theme bisa diakses. Kalo koneksinya lambat, wah menunya ngga keliatan tuh. Mudah-mudahan bisa terus dengan yang ini, ngga ganti lagi.

  • Share/Bookmark

Amerika Ga Mau Kalah Sama Indonesia

Thursday, March 12th, 2009

Sori, jadi gatel mau nulis ini. Ini tentang Chris John. Sekali lagi, tentang Chris John, Super Champion kelas featherweight WBA. Super Champion, yang artinya berhasil mempertahankan sabuk juaranya sebanyak 10 kali berturut-turut. Ga cuma di Indonesia, ternyata CJ mampu mempertahankan gelar juaranya di luar negeri, bahkan di Amerika Serikat.
Pertandingan terakhir adalah melawan Rocky Juarez di Houston, tempat asal lawan CJ ini. Selaku tuan rumah, RJ diuntungkan oleh wasit katanya. Saya belum tonton, tapi insya Allah akan saya tonton pertandingannya di youtube.
Beberapa media dan forum tinju juga mengakui kalau CJ, petinju Indonesia dengan logat Jawa ini yang menjadi pemenang pertandingan malam itu. Coba lihat statistiknya: 344 pukulan masuk berbanding 206 dari lawannya, 155 – 122 powershots, 29% – 26% akurasi, yang kesemuanya dimenangkan oleh CJ. Tapi wasit dari Amerika sono memberikan angka seri 114 – 114, meskipun dari wajah bonyok Juarez sudah jelas CJ yang menang.
Ini ga bohong, coba lihat ulasannya di sini dan di sini. Bahkan penontonnya sendiri heran dengan keputusan seri ini. Dasar Amerika ga mau kalah sama Indonesia, merampok kemenangan orang pun dilakukan wasit.
Ya sudahlah, sekarang yang penting CJ tetap memegang sabuk juara dan akan semakin menanjak karirnya. Selamat selamat, dan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, saya merasa bangga dengan prestasimu.

  • Share/Bookmark

Partai Golongan Kaya dan PDI Peruangan

Friday, March 6th, 2009

Pemilu sebentar lagi. Bahang panasnya sudah sampai ke seluruh dunia. Bahkan sampai ke pelosok Malaysia seperti tempat saya sekarang ini.
Malaysia, adalah tempat pemilihan luar negeri yang paling banyak jumlah daftar pemilih tetapnya. Pendaftarannya ngga seperti di Indonesia yang pakai sistem RT/RW. Di sini pemilih mendaftarkan diri melalui sms atau lewat internet. Jadi, ada ratusan ribu orang yang terdaftar di sini.
Ratusan ribu orang itu, tentu tidak akan cukup ditampung TPS-TPS yang jumlahnya cuma sedikit di KBRI KL, Konjen, dan sekolah-sekolah Indonesia. Tadinya jumlah TPS mau ditambah dengan pendekatan pribadi Dubes yang mantan Kapolri, balai Polis di beberapa daerah akan dijadikan TPS. Ternyata, kemungkinannya susah juga. Soalnya jumlah pemilih dan jumlah TPS yang diijinkan tidak akan seimbang. Akhirnya ya pakai sistem undi pos juga.
Undi pos memang rawan kecurangan. Misalnya kartu suara dikirimkan ke pabrik atau kebun tempat bekerja TKI. Lalu kartu suara itu diambil oleh satu orang dan dicoblosin semuanya berdasarkan keinginan sipengambil kartu. Dikirimkan balik ke KBRI, jadilah suara sah untuk partai tertentu saja.
Sekarang ada model baru untuk mengurangi kemungkinan curang, yaitu dengan sistem jemput kartu suara. Kartu yang disampaikan harus diantar langsung oleh pemilih kepada penjemput. Harapannya, kecurangan pemilu dapat dikurangi.
Yah, mudah-mudahan saja pemilu sekarang di Malaysia dapat berjalan dengan baik. Jangan sampai panitianya malah jadi obyek pemeriksaan karena kasus pemalsuan kartu suara.
Sekedar mengingat masa lalu, ketika dulu cuma ada 3 partai yang ikutan pemilu. Saat itu Golkar adalah partai penguasa, katanya mewajibkan pegawai negeri untuk memilihnya. Bahkan setiap pegawai negeri harus memastikan keluarganya juga mencoblos Golkar. Jangankan keluarga, guru di sekolah saya pun dulu mewanti-wanti agar siswa yang menjadi pemilih pemula supaya mencoblos nomor 2 yang berwarna kuning.
Sekarang pilihan lebih banyak, puluhan malah. Entah pemilih jadi bingung atau tidak. Terkadang ngga bingung, karena katanya suara bisa diberikan kepada pembeli terbesar. Beberapa kawan yang datang untuk sosialisasi pemilu di sini pun sudah ditanyakan, kaos dan bayarannya berapa. Padahal bukan tukang kampanyeu lho.
Ada calon pemilih yang meminta uang dan ternyata ada juga caleg yang mau memberikan uang. Ini sih dari partai manapun, namanya adalah caleg partai Golongan Kaya atau PDI peruangan karena mampu menghamburkan uang sedemikian banyaknya hanya agar gambarnya dibolongin atau kotaknya dicorat-coret. Sayang ya uangnya. Coba kalau digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya memberi saya beasiswa sekolah sampai selesai S teler.
Perubahan yang terjadi setelah selesai pemilu pun ternyata katanya tidak seperti harapan. Banyak janji yang diingkari oleh orang yang terpilih (katanya). Akhirnya menyebabkan beberapa orang menjadi apatis, memilih untuk tidak memilih karena merasa perbuatan memilih adalah perbuatan sia-sia.
Di sisi lain, ada lagi yang mengharamkan perbuatan tidak memilih atau yang lebih dikenal sebagai golput. Sampai-sampai keluar fatwa. Hebat-hebat.
Yah, saya sebagai rakyat jelalatan eh jelatawan cukup mengikuti saja perjalanan pemilu sekarang. Kalau sempat memilih, ya ikut milih. Kalau ngga sempat, ya mau gimana lagi. Mudah-mudahan siapapun yang terpilih, lebih banyak yang menginginkan kebaikan bagi Indonesia daripada yang menginginkan kebaikan bagi diri pribadi. Dengan begitu pas saya pulang, Indonesia sudah menjadi negara yang jauh lebih baik. Aamiin.

  • Share/Bookmark